🪐pindah kota🪐

18 1 0
                                        

🪐🪐🪐

Sang Surya mulai menampakkan dirinya,dan banyak orang diluar sana mungkin sudah terbangun dan melakukan aktifitas nya termasuk juga remaja tampan yang sebentar lagi berumur 17 th,tapi apa istimewanya hari itu tak kan ada yang memberinya kado maupun sekedar ucapan selamat

Saat ini dirinya sedang berjalan menuju pangkalan ojek tapi sampai disana belum ada satupun tukang ojek yang datang

"Apa gw kepagian ya datengnya?"lirihnya menghela nafas seraya duduk di bangku kayu yg ada disana

"Rasya ngapain kamu disana pagi² buta nak?"

"Eh pak Mamat mau kemana pak?"

"Saya mau ke pasar nganterin pesanan"

"Pak,saya boleh numpang gak?"

"Emang kamu mau kemana?"

"Saya mau ke terminal pak"

"Ngapain kamu kesana jam segini ?"

"Sebenarnya saya mau pindah ke kota pak"

"Apa!kamu serius Rasya?"

"Ya serius pak ngapain saya bercanda,gak liat barang bawaan saya banyak gini"

"Kamu ngapain sih pindah ke kota udah bagus tinggal didesa"

"Tapi saya dapat beasiswa ke sekolah yang saya inginkan pak,jadi saya gak mau sia-siain"

"Tapi kan disana kamu gak ada siapa-siapa"

"Toh disini juga udah gak ada siapa-siapa lagi kan pak"

"Selain pindah sekolah sebenarnya saya ambil keputusan ini juga supaya gak terus-terusan mikirin bapak sama ibuk yang udah gak ada"timpal nya

"Yang sabar ya nak,diumur kamu yang masih muda begini kamu harus kehilangan mereka"

"Gak papa pak lagian udah takdir,jadi saya boleh numpang kan pak?"

"Ya boleh atuh biar pak Mamat anter sekalian ke halte"

"Makasih pak"

Sekitar 30 menitan akhirnya mobil pick up pak Mamat sampai di sebuah terminal,Rasya langsung turun beserta tas ransel yang digendong dipundaknya

"Sekali lagi makasih pak"

"Sama-sama kamu jaga diri baik-baik disana"

"Siap pak"

"Ini ada sedikit buat kamu"

"Gak usah pak saya ada uang kok"

"Rezeki gak boleh ditolak ini ambil"

"Makasih pak jadi gak enak"

"Udah sana masuk biar gak ketinggalan"

Kenzio menganggukkan kepalanya sebagai jawaban lalu bergegas masuk ke dalam bus,tak berselang lama bus yang dinaiki nya pun berangkat meninggalkan terminal pak Mamat yang masih berada disana merasa kasihan melihat anak sekecil dia harus hidup dengan kemandirian

Be your self Stories to obsess over. Discover now