Selamat membaca
Jangan lupa vote, komen dan follow
.
.
.
.
Genangan air terlihat ada dimana-mana, bahkan beberapa pemukiman ada yang terendam banjir akibat hujan terus turun tiga hari ini. Dan pagi ini, hujan masih saja mengguyur begitu lebat nya, disertai angin yang cukup kencang dan mampu menggoyangkan pepohonan maupun terpal-terpal pedagang kaki lima.
Bahkan karena cuaca yang cukup ekstrem ini, mengakibatkan arus lalu lintas menjadi padat, apalagi terlihat beberapa jalanan yang rusak dan berlobang, yang cukup membahayakan pengendara motor maupun sepeda.
Sedangkan Pansa, seorang pemilik kedai pinggir jalan itu memilih berjalan kaki menuju kedai miliknya, yang jarak nya tidak begitu jauh dari apartemen yang ia tinggali.
Setelah menempuh jarak kurang lebih 150 meter, kini Pansa pun sampai di kedai kopi miliknya. Jas hujan yang ia pakai, ia lepas dan ia gantung di gantungan yang ada di halaman belakang.
"Loh, View? lo tidur di sini?." ucap Pansa, ia terkejut melihat View, yang tengah meringkuk di kursi dengan jaket yang menyelimuti kaki jenjang nya.
View pun terbangun setelah mendengar suara boss nya.
"Maaf ya mbak, gue gak bilang dulu mau nginep disini." Pansa menggeleng pelan.
"Gapapa, tapi lain kali jangan gini lagi ya, lo sebaiknya ikut gue aja ke apartemen, biar lo juga tidurnya enak dan gak pegel-pegel juga badan lo." jelas Pansa kepada View.
"Iya mbak, kalo gitu gue ijin mandi dulu ya mbak. Habis itu, gue langsung bantuin lo beres-beres kedai." Pansa mengangguk dan mengacungkan jempol ke arah View. Sedangkan View, ia langsung bergegas menuju kamar mandi yang tersedia.
"Tuh anak kayaknya ada masalah lagi dah." ucap Pansa lirih.
***
"Mbak Pansa, kayaknya hari ini bakalan kayak tiga hari kemarin, sepi pelanggan karena hujan deres. Palingan satu atau dua orang yang dateng, itu aja karena numpang neduh." keluh View.
"Gapapa View, daripada kedai nya gue tutup, kasian ntar kalo ada orang yang neduh lagi pingin minum yang anget-anget tapi gak buka kedai nya."
"Terus juga kalo ada yang laper pengen makan anget-anget, disini kan juga nyediain mie kuah." ucap Pansa, membuat View sang waiters mengangguk setuju dengan ucapan Pansa.
"Baru juga dibilang, udah ada yang dateng aja tuh." Senyum Pansa mengembang menatap pintu utama kedai, sontak View pun menoleh dan ikut tersenyum. Ia pun bergegas menuju area kasir. Pansa pun ikut memposisikan dirinya di pantry yang letaknya sejajar dengan View.
Lonceng berbunyi, menandakan pengunjung sudah masuk kedalam kedai. View tersenyum menatap kearah dua gadis yang datang.
"Silahkan, bisa dilihat terlebih dahulu menu nya." ucapnya ramah.
"Best seller disini apa aja ya kak?."
"Bisa dibilang semua nya best seller kak, apalagi coffe late dan matcha late nya. Dan untuk makanan, yang paling best seller tuh mie kuah vosbein." jelas View.
"Kalo gitu, boleh deh matcha late nya 2 sama mie kuah vosbein nya 2."
"Baik kak, pembayaran bisa cash atau Qris ya."
"Qris aja kak."
"Kalo gitu bisa di scan barcode yang tertera ya, total nya Rp. 64.000 ya."
YOU ARE READING
MILKLOVE ONESHOOT
Short Storykumpulan cerita oneshoot milklove akan di publish disini..
