1, pungut

128 18 3
                                        

Beomgyu berjalan santai di sisi arena balap malam ini, dan ditangannya sebuah koper hitam tengah ia tenteng, sampai dirinya berhenti berjalan didepan seseorang yang tengah ngantuk berat

Jisung, temannya itu tertidur saat melihat beomgyu yang sedang racing di arena, tak tega beomgyu segera membangunkannya.

"Bangun woy!!, pulang, nih duitnya Lo bawa aja gue gak butuh," ucap beomgyu seraya menggoyangkan tubuh Jisung

Jisung jelas kaget saat dirinya dibangunkan ia menatap beomgyu bingung.

"Dah kelar??, cepet bener??,"

"Lo nya yang tidur makannya kerasa cepet dah ayok pulang di buat Lo aja,"

"Duit??," tanya Jisung seraya menenteng koper tersebut.

"Bukan, mayatnya chenle itu,"

"Lo kalo ngomong yang bener gila!!!!!,"

"Iya duit, udah gue pulang capexx,"

"Iya hati hati, makasih duitnya!!!," Seru Jisung saat beomgyu mulai menjauh dari pandangannya.

...

Udara malam hari sangat dingin, bahkan Beomgyu sudah memakai jaket kulit yang mahal saja tulang tulangnya tetap merasakan dingin yang menusuk, sampai matanya menangkap sosok yang berdiri di samping trotoar.

Beomgyu awalnya tak peduli, mungkin itu hantu, tapi mana ada hantu yang saat ini tengah memanggil manggil seseorang.

"Lo beruntung karna gue masih punya hati," ujar Beomgyu yang kemudian ia menghentikan kendaraannya tersebut di dekat orang yang ia liat.

"Lo ngapain disini??," tanya Beomgyu

"Aku...sedang menunggu mama," jawabnya polos.

"Mana emak Lo??,"

"Tida, tahu, katanya pergi sebentar..,"

"Dari kapan Lo disini??," tanpa beomgyu lagi

"Dari... Jam 7 pagi,"

Beomgyu melihat orang tersebut dari ujung kaki sampai ujung rambut, celana Jeans diatas lutut Hoodie putih dengan gambar cinamorol di tengahnya, eeuyy style nya seperti anak kecil di pasar.

"Ini jam 2 pagi anjirr, emak Lo??," Beomgyu melihat sekitar tempat ini sepi jarang sekali orng lewat

"Uhmm!!, katanya mama akan datang lagi aku disuruh menunggu disini,"

"Mana alamat rumah Lo??," tanya beomgyu.

"Aku tidak tahu mama melarang untuk menghafalnya,"

Beomgyu mengerutkan dahinya kaget, woyy bukankah dia bisa menghafalnya sendiri??.

"Nomer hp deh nomer hp,"

"Aku tidak tahu nomor handphone aku dilarang memegang handphone,"

wah gak beres ni orang, dibuang kah?? Masa nomer hp sama alamat aja kagak tahu,”

"Ikut gue," Beomgyu memutuskan untuk membawa remaja ini karna hari yang akan berganti, ia punya hati jadi ia bawa saja

"YAKK!!! KAKAK APA APAAN??!!!!,"

"Lo itu dibuang anjeng, bersyukur sama gue,"

...

Sesampainya di apartemen Beomgyu, Beomgyu langsung saja melempar badannya yang remuk ini di atas sofa sedangkan remaja itu duduk di kursi transparan miliknya, namun anehnya remaja itu tampak sedih, hening sejenak sampai remaja itu membuka suara.

"Kaka.........apa soal tadi benar??,"

"Hah??, soal apa?? Kalo Lo dibuang??, mikir aja Lo disana dari jam 7 anjirr,"

"Hiks!!! HUAAAAAA hiks...,"

Beomgyu memejamkan matanya, sungguh ia tidak suka ada yang menangis, dari kecil ia jarang menangis karna ia tak suka mendengar seseorang menangis.

Setelah lewat dari 7 menit remaja itu berhenti menangis namun masih sesegukan, ingusnya yang luber ia seka dengan Hoodie yang ia pakai.

"Kelar nangis Lo??,"

"Iya..hiks .....Kaka ngantuk...,"

"CK ikut gue," ujar beomgyu seraya berdiri dari tidurnya di sofa,dan berjalan menuju kamarnya.

"Lo tidur sini tapi jangan nempel gue," peringat beomgyu seraya membuat benteng di pertengahan kasurnya.

"Uhm!!! Tidak mau!! Hyunnie mau peluk!!!," remaja itu menautkan alisnya marah, ia mau peluk, apa apaan orang itu.

Beomgyu tidak peduli ia mengantuk berat dan besok ada kelas siang, Remaja tersebut yang tidak dapat jawaban akhirnya menubruk badan Beomgyu.

Beomgyu meringis kesakitan saat itu juga, dan remaja tersebut memanfaatkan kesempatan ia menjatuhkan dirinya didepan beomgyu dan mengangkat lengan beomgyu yang lalu ia masuk kedalam pelukan Beomgyu.

"Apa apaan-- ah sudahlah,"

...

  Pagi datang, sinarnya masuk kedalam kamar Beomgyu dengan sopan membangunkan Beomgyu bersama remaja yang masih berada di dalam pelukannya Beomgyu segera bangkit yang lalu membersihkan dirinya.

Disusul dengan remaja itu bangun, tangannya meraba sekitar dirinya panik saat dirasa tidak ada orang, ia bangun dengan panik, matanya mulai menampung air, lalu...

"HUAAAAA!!!!!!!!,"

Beomgyu yang berada didalam kamar mandi mendengus kesal, astaga masih pagi tapi kenapa mulut remaja itu sudah gampang mengeluarkan suara.

"Diam..," Beomgyu keluar dari kamar mandi dan Remaja tersebut langsung diam saat melihat Beomgyu.

"Mandi sana, gue mau bikin sarapan,"

"Tapi kak.... Hyunnie i don't have shirt,"

"Ambil dilemari, pakai apa saja,"

...

Remaja tersebut datang ke meja makan, Beomgyu membuat makanan dengan simpel, hanya omelet dan nasi goreng, namun remaja tersebut mengerutkan dahinya.

"Kaka, hyunnie mau bubur...," ucapnya yang lalu dapat helaan nafas dari Beomgyu, ya.... Beomgyu tidak sekejam itu, ia memang berniat mengambil Remaja tersebut disana tapi ayolah, dia sangat pemilih, dan sifatnya sperti anak anak.

"Ntar, siapa nama Lo tadi??,"

"HYUNNIE!!!," serunya semangat.

"What?, serius itu nama Lo??, aneh anjir," komen beomgyu, Remaja yang bernama Hyunnie itu mengerucutkan bibirnya.

"Tapi lucukan?!,"

"GK tuh, "

"Ihhssss,"

....

"Nih gue kasih hp, Lo jangan kemana mana, kalu ada apa apa Lo bisa hubungi gue lewat sini, jadi gini cara makeknya,"

Beomgyu menerangkan fitur fitur, di ponsel tersebut pada Hyunnie yang tengah memakan buburnya di Sofanya, namun saat ia menerangkan, pertanyaan tak masuk akal selalu ia keluarkan.

"Udah Lo gausah banya tanya, intinya gitu, gue ngampus dulu jangan berantakin apart, gue pulang siang,"

Hyunnie mengangguk lucu, sambil memasukkan bubur kedalam mulutnya.

"Kaka mau Spongebob,"

Beomgyu mengambil remot lalu membuka saluran TV yang berisi Spongebob

"Noh gue duluan,"

"Kaka i lop u!!,"

Beomgyu tetap berjalan, Hyunnie yang geram tak mendapat jawaban akhirnya berlari sampai ia berdiri di depan Beomgyu yang ingin membuka pintu.

"Kaka i lop u!!!!!," ujarnya dengan menggeram.

"Anjing mingg--, iya i love u ,"

Hyunnie melempar senyuman manis yang lalu Beomgyu membuka pintu apartnya yang lalu ia keluar dari apartnya.

"Kaka hati hati," seru Hyunnie yang hanya diberi jempol oleh Beomgyu.

My Peter panCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang