BAB 1 - TRENDING #SCANDAL

8 0 0
                                        

Hidup Kaizen Raffa Adhikara berubah dalam 27 detik.

Itu durasi video yang sekarang berputar tanpa henti di For You Page semua orang. Slow motion. Zoom tajam. Potongan konteks yang hilang. Dan ribuan komentar yang lebih kejam dari kenyataan.

"Lo udah lihat belum?"

Suara Zayn Arshaka terdengar pelan tapi tegang saat ia menyodorkan ponsel ke arah cowok yang duduk santai di kursi paling belakang ruang Student Council.

Kaizen tidak langsung menoleh. Ia sedang memutar pulpen di jarinya, wajahnya tenang seperti biasa. Terlalu tenang.

"Gue lagi nggak mood buka TikTok pagi-pagi," katanya datar.

Zayn mendesah. "Ini bukan TikTok biasa, Kai. Lo lagi dibantai."

Pintu ruang terbuka.

Riven Altair masuk dengan langkah cepat, hoodie hitamnya masih setengah terbuka. Wajahnya serius, tidak seperti biasanya.

"Bu Calista udah tahu," katanya tanpa basa-basi. "Dan orang tua cewek itu donatur utama acara sekolah."

Ruangan terasa lebih sempit.

Kaizen akhirnya berdiri.

Zayn memutar ulang video itu.

Lampu pesta redup. Musik keras. Seorang model kampus tersandung. Kaizen refleks menarik pinggangnya agar tidak jatuh. Tangan terlalu lama di sana. Terlalu dekat. Terlalu ambigu.

Cut.

Caption:
Soft boy or certified red flag?

Komentar:

"Manipulator energy."
"He's fake."
"I knew it."
"Cancel him."

Rahang Kaizen mengeras.

"Gue cuma nolong," katanya pelan.

Riven menyilangkan tangan. "Internet nggak peduli lo nolong atau flirting. Mereka peduli narasi."

Narasi.

Itu yang membangun Kaizen.

Kapten basket.
Calon ketua OSIS.
Anak keluarga Adhikara yang selalu terlihat sempurna.
Influencer dengan image soft boy loyal family man.

Dan sekarang, satu video 27 detik menggerus semuanya.


Koridor sekolah pagi itu penuh bisikan.

"Eh itu dia..."

"Masih ganteng sih."

"Ih red flag banget."

Kaizen berjalan lurus. Bahunya tegak. Ekspresinya netral. Ia sudah terbiasa ditatap. Tapi hari ini tatapan itu berbeda. Ada rasa ingin menghakimi di dalamnya.

Di ujung lorong, sekelompok siswi berbisik terlalu keras.

"Padahal kelihatannya alim."

Kaizen tidak menoleh.

Soft di kamera.
Dingin di dunia nyata.


Di lantai dua, dekat jendela yang menghadap lapangan basket, seorang gadis duduk menyender ke tembok.

Earphone terpasang. Hoodie biru muda menutupi setengah wajahnya.

Zaviera Aelyn Mahika.

Ranking tiga besar.
Low profile.
Tidak pernah ikut drama.
Tidak pernah peduli siapa yang trending.

"Zavi!"

Earphone-nya ditarik paksa.

"Apaan sih?" Zaviera membuka satu mata.

For The CamerasWhere stories live. Discover now