Tentang 7 orang yang mengikuti relaksasi pelarian diri dari masalah masing masing yang mereka hadapi di sebuah acara yang mengharuskan mereka menginap 1 atap yang sama.
Nanda mengikuti acara tersebut karena dia baru mengetahui sebuah fakta tentang...
Disinilah dia, Nanda Aulia. Seorang mahasiswa berumur 24 tahun yang berlari di lorong rumah sakit karena kaget dengan apa yang dokter ucapkan.
"Masa Iyah gue sebenernya cewek? Terus belalai di bawah gue apa?!"
Flashback
Tepat di sebuah kampus pada jam mata kuliah kosong biasanya para mahasiswa memanfaatkan itu sebagai jam makan siang. Nanda, seorang mahasiswa akhir semester yang mulai menyusun skripsi sedang menikmati basonya di kantin dengan teman dekatnya Bima, atau bisa dibilang bestie kandung. Yah karena mereka temenan sejak mereka masih dalam kandungan ibunya.
"Aws perut gue kok sakit yah? Mana pinggul gue panas! Dada gue kok rasanya berat dan sesek" Ucap Nanda pada Bima.
"Lu keracunan kayanya Nan.. Pucet banget tuh muka!" Balas Bima.
Wajah Nanda pucat keringat dingin pun mulai muncul seiring dengan darah yang merembes ke celananya.
Nanda mencoba menyentuh celananya yang basah dan betapa kagetnya dia melihat cairan itu berwarna merah.
Dengan sigap Nanda melepas hoodie yang dipakainya dan melilitlannya pada pinggul dan langsung membersihkan bangku bekas darahnya dengan tisu di meja dan dengan sedikit gemetar dia memasukannya ke dalam keresek hitam.
Nanda gak tau apa yang terjadi. Namun dengan ilmu sotoynya dia mengira ada seseorang yang mau berniat jahat padanya. Karena Nanda adalah salah satu mahasiswa yang cukup populer karena ketampanan dan kepintarannya. Walaupun dia sendiri enggan untuk menjadi pusat perhatian. Makanya ketika menemukan darah merembes dari celananya, sebisa mungkin dia gak menjadi pusat perhatian.
Setelah dirasa cukup bersih Nanda berlari sangat kencang menuju kamar mandi. Dan menghiraukan teriakan Bima.
Di kamar mandi
Tok tok tok
"NAN.. LU KENAPA SIH? CEPET KELUAR! GUE KHAWATIR TAU!" Teriak Bima sambil menggedor gedor pintu kamar mandi yang dia yakini ada Nanda di dalamnya.
"BACA WA BACA WA" Teriak Nanda dari dalam kamar mandi.
"Tinggal ngomong aja kenapa sih bocah!"
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Duar
Bima menendang pintu kamar mandi
"KAMPRET LU!!!!" Teriak Bima sambil segera mengambil tas Nanda yang masih berada di kantin yang dia yakini ada setelan baju Nanda disana.
Nanda sengaja tidak memberi tahu soal apa yang sebenarnya terjadi. Dia bingung mau bilang apa? Hanya alasan cepirit lah yang mungkin masuk akal di untuk saat ini.
"Aduh darah apa sih ini? Perasaan gue gak wasir deh! Mana terus ngalir lagi!!!"
Tok tok tok
"Nan buka dikit nih ambil tasnya" Ucap Bima
"Thanks banget yah bestiekuh"
"Untung aja di tas gue ada gunting" Batin Nanda
Nanda pun menggunting kaosnya untuk dijadikan pembalut dadakan. Bodo amat ah fikirnya yang penting nih darah udah gak rembes ke luar celana.
Ceklek
Pintu terbuka.
"Hehehe"
"Nyengir lu kampret! Jorok tau lu!"
Mereka pun memutuskan pulang da tidak melanjutkan makan di kantin.
*****
Nanda memutuskan ke rumah sakit terdekat pada malam hari ke IGD. Setelah sebelumnya dia mampir ke minimarket untuk membeli pembalut besar. Karena fikirnya untuk menyumbat dulu darah.
Setelah sampai di IGD, Nanda menjelaskan semua yang dia rasakan. Perawat pun meminta sample darah itu untuk dimasukan ke dalam toples.
Beberapa jam berlalu setelah tes laboratorium, ternyata darah tersebut adalah sel telur yang tidak dibuahi. Yang artinya darah itu darah menstruasi atau darah haid.
Nanda mematung mendengar penjelasan perawat dari hasil labnya. Nanda dikasih rujukan keesokan harinya untuk mengunjungi dokter obgyn.
*****
Pukul 09:00 WIB
Nanda mengunjungi dokter obgyn, setelah diperiksa dan melakukan USG ternyata terdapat suatu fakta bahwa Nanda mempunyai rahim. Seiring terjadinya kontraksi pada rahimnya, memicu juga kontraksi pada payudaranya. Nanda kaget payudaranya mulai bertambah besar.
"Ini bukan keanehan atau kutukan mas Nanda. Ini murni keunikan dari yang mas Nanda alami. Tidak berbahaya kok tidak menular" Ucap dokter itu sambil menenangkan.
Nanda hanya menatap lurus dokter itu.
"Kejadian ini pernah terjadi. Jadi saya pun tidak kaget. Dan mas Nanda tau? Istri saya juga seorang intersex, berkelamin ganda sama seperti yang dialami mas Nanda jadi tenang saja. Saya sebut ini adalah sebuah anugerah". Tambah sang dokter
Nanda terlihat terkejut. Ternyata bukan hanya dia yang aneh. Ralat. Yang unik. Istri seorang dokter pun begitu.
Nanda sedikit lega.
"Saya ada beberapa pertanyaan untuk mas Nanda".
" A-apa dok?" Ucap Nanda gugup
"Jangan tegang dong mas, eh atau mba?...
Dokter itu peka terhadap ekspresi yang Nanda tunjukan.
....pertanyaan pertanyaan saya bersifat tes yah ini yang menentukan apakah anda seorang mas Nanda atau mba Nanda".
TBC
1. Nanda Aulia
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
2. Bima Mahendra
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.