Chapter 1 Anak Yang Beruntung

67 5 0
                                        

Jakarta, 2001
Nina, gadis belia berusia 14 tahun dengan rambut panjang sepundak. Nina saat ini menduduki bangku kelas 2 sekolah menengah pertama. Nina anak yang ceria dan sedikit cerewet juga sangat menyukai coklat. Nina memiliki kedua orangtua yang nina anggap sebagai jantung hidupnya. Toto, adalah nama ayah  nina. Dan arum, adalah nama ibu  nina. Nina juga memiliki satu adik laki laki yang bernama, alan

Alan, seorang anak yang berusia 7 tahun dan saat ini alan menduduki bangku kelas 1 sekolah dasar. Alan anak yang aktif sedikit jahil. Mereka berempat hidup dalam satu atap rumah yang sederhana tapi penuh dengan kehangatan

Toto, seorang ayah yang sehari harinya bekerja sebagai penjual daging dan sayur dipasar. Arum, seorang ibu rumah tangga yang sangat memiliki hati yang lembut

Setiap pagi, arum selalu menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya, arum juga selalu membantu toto berjualan ditoko daging milik mereka berdua

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Setiap pagi, arum selalu menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya, arum juga selalu membantu toto berjualan ditoko daging milik mereka berdua

Jam menunjukan pukul 06:00
Arum pun bergegas membangunkan nina dan alan untuk bersiap siap pergi ke sekolah. Lalu arum lanjut menyiapkan sarapan pagi untuk semuanya

"Nina, alan, sini ayok kita sarapan" ucap arum sembari menyiapkan makanan

Nina dan alan pun bergegas ke meja makan. Dan toto sudah lebih dulu berada dimeja makan tersebut. Mereka pun menikmati sarapan bersama

"Ibu kalo masak selalu enak" ucap alan sembari memakan masakan dimeja

"Ka nina juga kalo udah besar pasti kaya ibu pinter masak" imbuh nina

"Ka nina tidak cuma harus bisa memasak. Tapi harus bisa juga menjaga diri sendiri dan menjaga alan. Kalian berdua harus saling jaga" jawab arum dengan senyum

"Emangnya ibu mau kemana? Ko nina harus jagain alan?" nina menyeletuk

"Ka nina gak bisa masak bu, nanti alan bisa kurus kalo sama ka nina" imbuh alan sambil terus mengunyah makanannya

Dan toto, hanya tersenyum mendengar obrolan kedua anaknya pagi itu

"Sudah, sudah, ibu gak akan kemana mana ko, ibu akan tetap bersama kalian semua. Sudah belum makannya? Kalo sudah ayok cepet pergi kesekolah nanti terlambat" jawab arum

Nina dan alan pun bergegas pergi ke sekolah diantar oleh toto. Sementara arum bergegas membereskan piring kotor yang ada dimeja lalu arum bersiap siap beranjak kepasar untuk membuka toko daging dan sayurnya

Setibanya ditoko, Grekkkkkkkkk
Arum membuka pintu tokonya dan merapikan semuanya. Toko pun mulai dibuka dan arum siap berjualan. Tak lama kemudian, toto juga datang kepasar setelah mengantarkan nina dan alan kesekolah

waktu menujukan pukul 08:30
Toto melayani setiap pembeli yang datang. Sedangkan arum sedang merapikan sayur sayuran jualannya itu

"Pagi mba arum" terdengar suara sapaan dari arah samping arum

Lalu arum pun menolehkan mukanya sembari menjawab

"iya pagi juga, eh bude" jawab arum

Ternyata itu suara bude mirna

Bude mirna adalah, seorang wanita paruh baya yang sehari harinya sering mengumpulkan bekas daging atau sayuran yang tidak terjual. Tidak hanya itu, bude mirna ini juga sering mengumpulkan barang barang bekas seperti kardus bekas ataupun botol minum bekas yang sudah dibuang untuk dia jual kembali.

Arum dan bude mirna memang sudah akrab dari semenjak arum dan toto membuka toko disitu. Arum sering memberikan daging dan sayuran secara cuma cuma kepada bude mirna. Dikarenakan, arum merasa iba, bude mirna mencari penghasilan  seorang diri dengan pekerjaan yang tidak menetap diumur dia yang lumayan sudah paru baya itu

Bude mirna sebenarnya memiliki satu orang anak laki laki berusia 23 tahunan. Hanya saja, seperti yang pernah diceritakan bude mirna kepada arum, anaknya itu tidak tahu ntah kemana hilang tanpa kabar dan tidak pernah kembali kerumah lagi semenjak terakhir ijin bekerja diluar pulau

Jadi, bude mirna seperti hidup seorang diri tanpa memiliki siapapun sebagai keluarganya. Dengan arum dan toto lah bude mirna seperti sudah dianggap keluarganya sendiri. Begitupun bude mirna dengan nina dan alan. Sudah seperti nenek dan cucu sendiri.

Bude mirna ada setiap hari dipasar, dari pasar mulai buka dan sampai tutup. Bude mirna juga sering duduk didepan toko toto dan arum sembari menikmati suara riuh sekeliling pasar

ANGAN TERAKHIRStories to obsess over. Discover now