Gyska mengguyurkan air keseluruh badan menggunakan shower yang ada di kamar mandinya. Hati dan jiwanya hancur ketika dipermainkan oleh Hans, kekasih gelapnya.
Kehilangan kehormatannya membuat perempuan muda blasteran Jepang ini tersiksa. Dalam guyuran air shower, Gyska berjanji akan membuat Hans perlahan mati di tangannya.
"Ahhhhhh! Kau jahat Hans! Aku tak terima diriku kau lakukan seperti itu!
Tangannya memukul mukul perut dan bagian tubuh lainnya tanda emosi yang memuncak dan menyesal.
Sekejap Gyska teringat kejadian sebelum itu.
"Kamu tahu tidak, Hendra itu sudah membuat aku jatuh cinta. Aku tidak akan bisa melepaskan dirinya. Tubuhnya kekar, orang kaya, pemilik perusahaan. Perempuan mana sih yang tak terpincut kepadanya", ujarnya dengan nada sombong.
"Kamu itu sebenarnya cowoknya siapa sih Gys? Hendrawan, atau Hans".
"Intinya berawalan huruf H". Gyska tertawa riang bersama teman-teman.
Saat itu, ia diajak oleh Hans pergi ke ulang tahun temannya Hans yang juga teman perempuannya Gyska. Gyska memang memandang Hans tak begitu jauh dari Hendrawan, tapi Gyska ternyata lebih memilih Hendrawan karena kekayaan yang dimiliki oleh Hendrawan.
"Kamu berarti menganggap Hendrawan sebagai apanya kamu? Kekasih gelapnya, atau kekasih yang tak dianggap?" Vella dan Gyska tertawa riang mendengar hal itu.
"Kedua duanya sama-sama aku cintai. Tapi aku tak mungkin memberikan cintaku ini kepada laki-laki yang predator!"
"Dia P? Vella melotot tajam matanya mendengar hal itu.
"Iya! Kamu harus percaya itu. Aneh bin ajaib. Dia memiliki aku dan cinta, tapi ternyata masih lebih cinta sama bocil umur sembilan tahun. Otaknya dimana coba", gerutunya pada tingkah Hans.
"Kamu pernah melihat sendiri apa bagaimana? Bisa-bisanya dia di cap sebagai predator?"
"Aku pernah lihat sendiri dirumahnya ketika tak ada orang tua.
"Wahhh. Benar-benar tak menyangka dia bisa melakukan hal seperti itu. Kamu harus cepat-cepat bertindak Gys. Jangan diam saja. Kamu bilang ke korbannya untuk bisa speak up", ujarnya dengan cemas.
Hendrawan sedikit cemas ketika melihat dan mendengar Gyska membisikkan sesuatu ke telinga Vella.
Setelah acara ulang tahun selesai, Gyska dan Hans pulang karena hujan sudah turun. Dalam hati Hans muncul pemikiran bahwa ini adalah saat yang tepat melakukan sesuatu agar Gyska tak melaporkan dirinya ke polisi.
Hans memberhentikan mobilnya di gang sempit. Jalan yang tidak biasanya mereka lewati. Saat itu Gyska sedang tertidur karena lelah dan minum banyak air surga dari tenggorokannya saat pesta ulang tahun temannya.
"Kamu cantik sekali sayang kalau tidur seperti ini", tangannya meraba-raba ke bagian tubuh Gyska yang mulus.
Gyska terbangun dan reflek menampar pipi Hans.
"Apa-apaan kamu! Aku tak rela kamu menjamah tubuhku!"
Hans membuka mulut Gyska lebar-lebar dan mengancamnya.
Gyska kesakitan saat Hans mencubit pipinya berkali-kali.
"Aku benar-benar kecewa! Kamu ternyata lebih memilih Hendra daripada aku. Aku sekarang akan membuat kamu sadar, sebenarnya siapa yang kuat antara aku dengan Hendra dalam hal percintaan". Hans langsung menyekap tangan Gyska ke atas untuk segera melakukan dosa terindah.
Sebuah air liur mendarat ke pipi Hans.
Hans yang terima langsung bermain tangan kepada Gyska.
Beruntungnya Gyska masih memiliki tenaga untuk menendang bagian bola milik Hans.
"Ahhh!" Hans mengerang kesakitan
"Setelah ini aku janji akan laporkan kamu ke polisi atas dugaan cabul kepada anak kecil. Kenapa harus anak kecil yang kamu lampiaskan nafsumu? Anak kecil saja jijik ke kamu, apalagi aku!" Gyska langsung membuka pintu mobil untuk mencari pertolongan.
"Berhenti kau wanita munafik!" Hans mengejarnya sekuat tenaga di tengah guyuran hujan deras malam itu.
"Ahh!" Gyska terjatuh ketika berlari mencari pertolongan. Hans membangunkannya dan membawanya ke suatu rumah yang kosong.
"Lepaskan aku Hans! Aku tak sudi kamu melakukan hal ini kepadaku!"
"Bukannya ini juga yang kamu inginkan? Dosa terindah ini kah, yang kamu harapkan dari dulu? Aku akan buktikan sayang, aku lebih kuat dari Hendrawan".
Gyska tak bisa berkata-kata lagi mendengar hal itu. Ada rasa menyesal pernah berfikir hal demikian kepada Hans.
Dengan leluasa akhirnya Gyska dijarah oleh Hans. Laki-laki yang memiliki nafsu liar kepada perempuan. Ada rasa bahagia bercampur marah dan menyesal yang menjadi satu.
"Kamu jahat Hans!"
Gyska melempar sesuatu ke arah cermin kamar mandi dan retaklah cermin tersebut. Hatinya bagai cermin yang sudah retak. Akan sulit untuk memperbaikinya.
Ritual pembersihan diri sudah selesai dilakukan oleh Gyska. Ada harapan untuk bertaubat ke jalan yang benar setelah kejadian di malam itu.
"Aku akan membuat kamu menyesal atas perbuatan yang kamu lakukan Hans! Kamu tunggu saja!"
"Tok tok tok"
"Gyska. Bukain pintu sayang", ujar ayahnya Gyska yang baru pulang dari kafe.
"Buka sendiri! Tak perlu manja!" Ayahnya langsung saja mendobrak pintu tersebut dan Gyska melihat seorang perempuan murahan bersama ayahnya.
"Ayah gila ya? Bisa-bisanya membawa perempuan lain di rumah ini. Ayah memang tak punya hati! Ibu masih sakit stroke, ayah malah berani bawa perempuan ke rumah!"
"Kamu tak perlu berceramah! Kamu sendiri kenapa malam-malam berkeramas. Habis melakukan apa kamu tadi dengan Hans yang sok kaya raya itu?"
Gyska tak mau ayahnya tahu bahwa Hans sudah membuat mahkotanya rusak.
"Ayah tak perlu berburuk sangka! Lebih baik urus hidup ayah sendiri. Aku benar-benar malu memiliki ayah seperti itu! Gyska langsung ke kamar dengan perasaan marah.
"Kenapa aku dilahirkan dari keluarga seperti ini? Apa salah saya? Tolong ampuni hambamu yang hina ini", menangis menyesali apa yang telah terjadi saat ini.
YOU ARE READING
Retak
General FictionIni kisah yang sudah lama hadir. Cerita bermula dari seorang perempuan yang kehilangan kehormatannya ketika membongkar rahasia percintaannya. Gyska Yasmine Mei Safitri Yuniar panggilan akrabnya adalah Gyska perempuan yang merubah hidupnya dari kehid...
