"1000 Deria, bagaimana?"
Perkataan dari seseorang gadis yang menggunakan tudung untuk menutupi identitas memberhentikan jalan dari seorang pria tua gemuk dan bau. Untuk seorang bangsawan 1000 Deria itu Adalah hal yang kecil, tetapi untuk rakyat miskin yang memiliki hobi mabuk itu adalah hal yang besar untuk ukuran gumpalan nyawa yang memiliki bau busuk dan tidak berbentuk.
"Nona, untuk ukuranmu, baik sekali kamu memberikan pria tua ini uang yang begitu kecil-" uang koin sekitar 1000 Deria, memangnya dia bangsawan yang menghamburkan uang sebanyak itu dengan mudah. Bahkan tidak ada satupun manik melekat di jubah tudung cokelat itu.
"Cepatlah, itu sangat besar untuk pria gemuk sepertimu. Kau beruntung, aku membeli gadis ini hanya dengan 200 Deria, atau kau ingin aku mengura-"
"Tidak! Tidak! Tidak! Berikan! Berikan uangnya sekarang!" Pria itu tau, dia tidak akan mendapatkan uang sebanyak itu, seharusnya dia menjual anak ini ke pasar gelap untuk di ambil organ dalam dan mungkin harganya cuma 500 Deria.
Gadis bertudung merogoh dompet kain yang berisi koin yang merupakan mata uang negara ini dan melemparnya dengan kasar kepada pria gemuk.
"Pak tua gemuk, sekarang dia milikku, jangan pernah mencarinya lagi." ujar gadis bertudung sambil mengambil ikatan leher yang tadinya berada di pergelangan tangan berbulu pria tua gemuk.
Menyusuri keramaian pasar, berjalan diantara belahan manusia yang memberi jalan kepada mereka karena tidak tahan dengan bau busuk dari dua orang yang menyengat. Melalui keramaian itu, anak yang baru di beli oleh gadis bertudung memutuskan untuk melarikan diri. Ia menggigit tangan yang memegang tali dan mulai kabur diantara keramaian hingga wujudnya tidak terlihat. Gadis itu hanya mengelus tangannya yang kesakitan sambil melihat ke arah anak yang lain yang lebih kecil dari pria itu.
"Apa kau tidak ingin lari seperti dia?" Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut gadis kecil.
Akhirnya! Akhirnya! Akhirnya! Itulah yang dipikirkan oleh pria kurus kering yang sedang mencoba melarikan diri dari orang yang baru saja membeli dirinya. Dia akhirnya bebas, dia akhirnya bisa berlari, dia tidak akan dipukuli lagi dan tidak akan terkena banyak musibah lagi, menjadi pencuri untuk bertahan hidup tidaklah buruk daripada menjadi budak dari gadis bertudung yang tidak diketahui wajahnya. Memasuki gang demi gang untuk melarikan diri, cahaya yang mengurang dan hawa dingin yang memancar dari tembok sangatlah nyaman. Inikah yang dinamakan kebebasan.
Di saat pria kurus itu merasa sudah melarikan diri sangat jauh, dirinya dikejutkan oleh orang yang memiliki tudung yang sama dengan yang membelinya tadi, hal itu diperkuat oleh gadis kecil yang berada di genggaman tangan gadis bertudung. Duduk di kayu rapuh seperti sudah menunggunya untuk beberapa menit.
"Sudah cukup, melarikan diri itu hal yang percuma, aku bisa mengejarmu sampai ke ujung dunia."
Dalam sekali kedipan gadis itu sudah berada di depan, tinggi mereka sama persis, itu membuat pria itu mundur beberapa langkah tetapi dengan cepat gadis itu kembali menarik tali lehernya. Berjalan keluar dari gang, pria itu sudah tidak bisa melarikan diri, tangan masih diikat dengan tali tambang dan mulut di beri kain yang sangat kuat oleh pak tua. Dan sangat aneh, kakinya tidak sesuai dengan harapan, seperti ada yang menahan langkah yang dia inginkan.
Perjalanan cukup lama, tidak memakai alas kaki membuat pria itu mengeram terkena batu kerikil yang tajam, sementara gadis kecil di samping gadis bertudung hanya diam saja, sepertinya dia tidak perduli dengan keadaan setelah ini. Gadis kecil dengan tenang menggenggam tangan gadis bertudung, padahal dia bisa saja melarikan diri karena gadis bertudung itu tidak memegang tangan gadis kecil dengan erat.
"Kita hampir sampai, bersabarlah."
Naik sedikit ke atas bukit dapat dilihat sebuah pagar berwarna cokelat yang terkena sedikit lumpur akibat hujan. Dan jika dilihat dari dekat, di dalam pagar itu ada sebuah terdapat hutan pohon pinus yang menghalangi bentuk rumah yang sangat aneh di mata kedua orang baru, mungkin karena mereka lebih sering melihat rumah kayu yang kotor dan lapuk dan tidak layak untuk ditempati. Gadis bertudung itu membuka pagarnya dan mempersilahkan mereka masuk. Kaki yang bergerak dengan sendirinya membuat pria itu merasa dia bakal tamat di hari yang sudah gelap ini.
YOU ARE READING
NEW PAGE
FantasyMenjadi seorang budak untuk beberapa tahun sangatlah tidak mudah hingga dirinya bertemu dengan seorang gadis misterius bernama Sienna. Seorang putri yang mendapatkan hukuman pengasingan dari Kerajaan. Di rumah sunyi di balik hutan pinus, takdir mula...
