Character Growth

3 0 0
                                        

Mengajar anak-anak materi pembelajaran sesuai keahlian seorang guru adalah hal yang mudah

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Mengajar anak-anak materi pembelajaran sesuai keahlian seorang guru adalah hal yang mudah. Membuat mereka benar memahami adalah sebuah upaya yang membutuhkan ketekunan dan kemampuan untuk melihat keberagaman kemampuan anak didik. Akan tetapi, sekalipun hal itu tidak mudah, guru dengan kemampuan profesionalnya, pasti mampu melakukan meskipun dengan hasil yang tentu tidak akan sama bagi setiap siswa. Dan, di antara semua tugas

Character Growth adalah sebuah program yang dilaksanakan oleh SMAK PENABUR Harapan Indah dengan tujuan membentuk karakter para peserta didik menjadi lebih baik, mandiri, jujur, rendah hati, sabar, tekun, dan lebih percaya diri. Sebuah program yang terdengar begitu mulia, tetapi pasti tidak mudah untuk dilaksanakan. Dengan senantiasa mengedepankan rasa takut akan Tuhan, kegiatan ini dirancang dan dilaksanakan sebagai program tahunan sekolah. Di tahun ajaran 2025-2026, Character Growth mengangkat tema "Panca Waluya," sebuah filosofi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Jawa Barat yang berarti "Lima kesempurnaan" atau "Lima jalan menuju kebahagiaan." Kelima jalan tersebut adalah Cageur (sehat), Bageur (baik), Bener (jujur), Pinter (cerdas), dan Singer (terampil).

Di setiap kelas, ada 30 karakter yang harus disatukan. Ada yang sangat antusias melakukan setiap kegiatan. Ada yang sibuk dengan diri sendiri. Ada yang justru menolak untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu, seperti menari di depan umum karena sifat pemalu. Akan tetapi, kegiatan Character Growth ini "memaksa" setiap anak untuk menjadi bagian dari tim yang terdiri dari satu kelas. Mereka harus bekerja bersama-sama, di dalam tim tersebut karena "aturan main" yang dibuat oleh pihak sekolah adalah seluruh anggota dalam setiap kelas harus dilibatkan. Yang aktif dan sudah terbiasa bekerja di dalam tim harus bisa mengulurkan tangan, mengajak teman-temannya untuk ikut terlibat. Mereka yang biasanya hanya diam, juga harus membuka tangan lebar-lebar, menerima setiap instruksi dan melakukannya sebagai bagian dari tim.

Di sini para siswa belajar tentang kasih dan kerendahhatian. Menerima orang lain dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Dari sekitar 30 siswa, ada yang tidak bisa menari karena memang bukan anak seni tari. Ada yang tidak bisa bermain teater, juga tidak bisa menyanyi. Akan tetapi, mereka dikondisikan harus mau berusaha sampai bisa. Di sinilah mereka belajar tentang kerja keras dan ketekunan. Latihan yang sering kali dilakukan di jam istirahat, didampingi oleh wali kelas, atau pulang sekolah, tentu akan menambah kelelahan setelah sepanjang hari mengikuti kegiatan rutin belajar di sekolah.

Bagi siswa tertentu yang memang memiliki bakat dan kemampuan, tentu melelahkan ketika harus mengikuti latihan yang terus diulang karena beberapa teman lain belum juga bisa. Sebagai sebuah kegiatan kolaboratif, tentu tidak mungkin menari atau bermain teater atau bernyanyi sendiri saja. Dalam situasi seperti ini, mereka harus memilih untuk tetap berjuang bersama dengan mereka yang memiliki kemampuan tidak setara. Kesabaran tentunya adalah karakter yang dibutuhkan dalam situasi ini.

Sejumlah siswa sebenarnya adalah pemalu. Mereka tidak biasa tampil di muka umum. Akan tetapi, mereka harus mengalahkan rasa takut demi memenangkan timnya masing-masing. Mereka harus berani dan mulai memupuk rasa percaya diri. Jika tidak demikian, mereka tentu akan menjadi beban buat teman-temannya sekelas. Support dari teman-teman yang memang memiliki keberanian, memiliki kemapuan, dan terus memotivasi tidak mungkin mereka abaikan.

Dimulai dari bulan Oktober 2025, setiap kelas melakukan kegiatan pembelajaran karakter bersama mentor yang terdiri dari wali kelas dan satu guru pendamping tambahan. Kegiatan ini dilakukan sepulang sekolah supaya tidak mengurangi waktu untuk belajar. Dilanjutkan dengan project yang dilaksanakan oleh setiap kelas berupa aktivitas menjadi berkat bagi sesama. Mereka melakukannya dengan kunjungan kasih ke panti asuhan, yayasan kanker, rumah sakit, dan membagi-bagi makanan kepada tukang sapu dan para tukang ojek di jalan. Kegiatan ini diakhiri dengan "Closing Character Growth" yang dilaksanakan dalam bentuk class meeting pada hari Jumat, 30 Januari 2026 di gedung serba guna kompleks PENABUR Harapan Indah.

Kalau hari ini, 19 kelas bisa menampilkan performa yang luar biasa, itu bukanlah sebuah aktivitas yang disiapkan selama beberapa jam. Kurang lebih dua minggu, setiap siswa mempersiapkan dengan segala kesulitannya. Kesulitan di dalam menyamakan waktu latihan, kesulitan dalam menyiapkan konsep yang bisa melibatkan 30 siswa, dan kesulitan terbesar adalah menyatukan 30 siswa yang berbeda-beda dalam hal karakter dan kemampuan. Menjadi juara juga sedikit membentuk jiwa kompetitif dalam diri mereka. Hadiah yang akan diterima adalah salah satu pemicu dan motivasi untuk menampilkan yang terbaik, sekalipun nilainya tidak seberapa.

Semoga, apa yang sudah diupayakan bentuk, seiring berjalannya waktu akan terus bertumbuh dalam diri setiap siswa, sehingga kelak, mereka tidak hanya menjadi siswa yang lulus dengan prestasi akademik yang baik, tetapi juga lulus dengan karakter yang baik dan memuliakan nama Tuhan.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 08 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

BERITAWhere stories live. Discover now