demi miliki hp baru

527 8 4
                                        

Agus

Demi memiliki handphon.

Cerita ini fiksi belaka tak ada keterkaitan dengan siapapun, di buat hanya karena iseng dan ingin mengembangkan imajinasi saja.

Sekian lama hidup dalam kesendirian akhirnya aku mau  menikah juga dengan seorang wanita cantik pilihan mamaku, sebelumnya sudah berapa puluh wanita yang di kenalkan padaku tapi tak ada yang cocok atau emang  belum jodoh juga.

Semasa remaja hingga dewasa aku puaskan hawa napsuku dengan para bocah bocah pilihanku, mau tetangga atau bokingan yang mau aku bayar pasti aku sikat, tak ayal kadang aku suka menunggu anak tetangga beranjak remaja setelah remaja baru aku tawarkan uang supaya mau aku ajak bersenang senang, dan itu rata rata berhasil.

Setelah menikah aku berharap aku dapat melupakan kejadian kejadian yang aku alami selama ini, entah berapa tetangga hingga ponakan yang sudah menjadi korbanku, bahkan lewat sosial media juga sudah berapa yang aku boking dan aku bayar, intinya aku berharap dengan memiliki istri aku bisa memuaskan napsulu di jalur yang benar, meski awalnya aku sedikit tak menyukainya namun aku bisa mengendalikan diriku hingga aku terbiasa dengan wanita.

Bayang bayang aku tak bisa memuaskan istriku terus menghantuiku sebelum aku menikah, namun setelah aku menikah aku melaluinya dengan baik baik saja untuk hubungan asmaraku, tapi timbul masalah baru yang tak pernah aku pikirkan sebelumnya iya itu saat tinggal bersama keluarga istriku.

Setelah menikan aku tinggal di rumah mertuaku, yang mana aku tak merasa bebas saat tinggal berasa  banyak sekali aturan aturan yang ada membuatku tak merasa nyaman, untungnya aku yang sudah bekerja dan memiliki tabungan di tambah orang tuaku yang berkecukupan membuatku mudah untuk memiliki rumah.

Lewat teman kerjaku aku curhat padanya tentang keinginanku memiliki rumah sendiri hingga akhirnya dari temanku itu aku di tawarkan rumah yang akan di jual dengan murah, tertarik dengan harga murah aku dan temanku pun langsung mensurpainya, hingga akhirnya aku mau membelinya dengan harga yang sudah deal, dengan sarat biyaya renopasi ditanggung pemilik.

Hari pertama aku datang ke rumah itu dan hanya ada 2 orang saja yang sedang bekerja, karena si pemilik rumah ingin menghemat biyaya akhirnya aku mau tambah uang asal di tambah pekerja agar renopasi rumah cepat beres, si pemilik rumah pun setuju.

Di hari kedua ketika aku datang sudah ada tiga pekerja yang sedang memperbaiki bagian bagian rumah yang rusak, aku sempat komplen karena aku meminta 4 orang yang memperbaikinya,lalu si pemilik rumah mengatakan jika ada 4 orang yang memperbaikinya, benar saja saay aku tanya si tukang memang ada 4 orang yang bekerja hingga si tukang menunjukanya padaku satu lagi pekerjanya.

Saat aku lihat ada satu anak yang usianya masih sangat muda, pertama aku lihat anak itu biasa saja tak ada istimewanya, memakai baju lusuh bertopi dan celana yang penuh dengan cat.

Saat aku tanya rupanya bocah itu anak tukang yang aku tanya, dia terpaksa mengajak anaknya lantaran anaknya dari SD sudah putus sekolah,  awalnya aku biasa  biasa saja pada bocah itu, hingga sesuatu terjadi membuatku penasaran dengan bocah itu.

Aku yang memantau langsung para pekerja di rumah baruku itu merasa tak enak saat di depanku ada yang bekerja sedang aku hanya berpangku tangan,  melihat antara bapak dan anak itu yang sedikit kesusahan saat menaikan adukan semen ke atas aku pun membantu bocah itu yang kesusahan saat menaikannya.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Feb 04 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

bocah kuli hotWhere stories live. Discover now