Phuwin selalu terlihat baik-baik saja-senyumnya hangat, tawanya lepas, seolah dunia tidak pernah menyakitinya.
Namun, tak ada yang tahu bahwa di balik semua itu, ia menyimpan luka yang perlahan menggerogoti dirinya... bahkan keluarganya sendiri pun...
Okey!! Haiii guys ehehehe, mari kita berkenalan terlebih dahulu dengan sang bintang kitaa. Maaf ya kalau masih banyak kesalahan, ini cerita pertama aku 🥺🤍 Enjoy yaa……
Sebelum kita masuk ke ceritanya, yuk kenalan dulu sama orang-orang yang akan jadi “rumah” di cerita ini. Cerita ini bukan sekadar tentang cinta. Tapi tentang luka yang disembunyikan di balik senyuman..
dan tentang seseorang yang akhirnya datang, bukan untuk memperbaiki segalanya— tapi untuk tetap tinggal. Selamat datang di cerita yang mungkin akan bikin kamu tersenyum… atau diam-diam meneteskan air mata.
perkenalkann,karena jika tak kenal maka tak sayang.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
• Ini dia, Pond Naravit. Orang yang selalu terlihat kuat, tenang, dan seolah tidak pernah kehabisan cara untuk menjaga orang yang ia sayang.
Pond bukan hanya sekadar kekasih. Dia adalah tempat pulang. Tempat di mana Phuwin bisa berhenti berpura-pura kuat.
Ia tahu segalanya—tentang luka, tentang rasa sakit, tentang bagaimana dunia kadang terlalu kejam untuk seseorang seperti Phuwin. Dan setiap kali melihat orang yang ia cintai itu datang dalam keadaan tidak baik, ada satu hal yang selalu ia rasakan…
marah… tapi tidak berdaya. Namun Pond tidak pergi. Ia tetap tinggal. Dengan caranya sendiri, ia terus menjadi alasan Phuwin untuk bertahan.
~Anak dari TayNew.
~Mahasiswa yang sudah memiliki perusahaan sendiri sejak SMA.
~Dibesarkan dalam keluarga yang hangat.
~Dan satu hal yang pasti—ia mencintai Phuwin, tanpa syarat.
_________________________________________
Dan sekarang… orang yang menjadi alasan semua cerita ini dimulai...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
•ini dia, Phuwin tangsakyuen.
Anak yang terlihat baik-baik saja di mata semua orang.
Senyumnya selalu ada. Tawanya terdengar nyata. Tapi tidak ada yang benar-benar tahu… bahwa semua itu hanyalah cara untuk bertahan.
Di balik wajah tenangnya, Phuwin menyimpan banyak hal yang tidak pernah ia ceritakan. Bukan karena tidak ingin— tapi karena tidak pernah punya tempat untuk benar-benar didengar.
Rumahnya… tidak terasa seperti rumah. Keluarganya… tidak pernah benar-benar menjadi tempat pulang.
Sampai akhirnya, ia menemukan satu orang— yang tidak bertanya terlalu banyak, tidak memaksa, hanya… tetap ada.
Dan untuk pertama kalinya, Phuwin merasa aman.
Namun, luka tidak hilang begitu saja. Cacian, tekanan, bahkan perlakuan yang tidak seharusnya—semua itu tetap ia jalani, diam-diam.
Dan di dalam hatinya, ia sering bertanya… "Apa aku seburuk itu… sampai bahkan rumahku sendiri tidak bisa menerimaku?"
~Anak dari EarthMix
~Mahasiswa di kampus yang sama dengan Pond Pernah menjadi korban bully.
~Terbiasa memendam semuanya sendiri.
~Dan perlahan… belajar percaya bahwa ia pantas dicintai
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
_
_Ikuti terus kisah mereka berdua ya… ehehehe 🤍
Dua orang yang saling menemukan, saling menguatkan, dan perlahan menjadi alasan untuk tetap bertahan— di dunia yang tidak selalu ramah.
"Kamu akan selalu aman, sayang… selama kamu ada di dekapanku."
"Dan kamu juga akan selalu punya tempat pulang—di keluargaku."
"Aku janji… kamu akan bahagia bersamaku. Aku juga janji… aku tidak akan pernah menyakitimu."
"Karena cukup… kamu sudah terlalu sering disakiti." —Pond
"Terima kasih… karena sudah mengusahakan yang terbaik untukku."
"Terima kasih karena sudah hadir"
dan menjadi cahaya di hidupku yang gelap." "Aku sayang kamu…" —Phuwin
Kita akan selalu ada di saat lo butuh." —Sahabat-sahabat Phuwin
_________________________________________
"ANAK BEGO! SIALAN LO!"
Suara bentakan itu menggema di seluruh ruangan.
"Maaf, Yah… aku salah…" suara Phuwin lirih, hampir tak terdengar.
Tubuhnya bergetar. Bukan hanya karena rasa sakit… tapi karena ia sudah terlalu terbiasa.
Earth terus meneriakinya dengan kata-kata yang tak seharusnya keluar dari seorang ayah. Tangannya tak berhenti menyakiti.
Sementara itu, Mix hanya berdiri di sudut ruangan. Diam. Melihat. Seolah semua ini… memang pantas diterima oleh anaknya sendiri.
"LO HARUSNYA MATI! LO CUMA BAWA SIAL!"
Kata-kata itu… lebih menyakitkan dari apa pun. Air mata Phuwin jatuh tanpa suara. "Maafkan aku, Yah…" ia berbisik pelan.
"Kalau aku boleh memilih… aku juga tidak ingin ada di dunia ini…"
Okeee guys, sekian dulu perkenalannya! Nantiii, karakter-karakter di cerita ini bakal muncul satu per satu seiring berjalannya waktu. Dan pastinya… akan ada tokoh-tokoh baru yang ikut meramaikan cerita ini 🤍