Rain and Caitlyn.. dua sahabat yang sejak kecil bertemu di panti asuhan. Hidup di dalam rumah yang sederhana dan memiliki nasib yang sama, kehilangan kedua orang tua kandung. Mereka saling mengasihi satu sama lain, Rain begitu sayang dengan Caitlyn...
Hari itu, tepat hari dimana Rain resmi di adopsi oleh keluarga konglomerat.
Di rumah yang sederhana, Rain jujur tidak sanggup untuk meninggalkan sang adik. Ia terus bersikeras membujuk keluarga baru nya.. untuk mengadopsi Caitlyn juga.
Namun apa boleh buat jika mereka hanya menginginkan Rain saja, dan tidak ada niatan untuk mengambil keputusan mengadopsi Caitlyn juga?
Caitlyn.. ia menangis keras. Tak mau di tinggalkan oleh Rain yang sudah bertahun-tahun bersama nya.
Perpisahan hari ini benar-benar menyiksa dan menyakiti hati mungil Caitlyn dan Rain.
Rain sendiri tidak bisa berbuat apa-apa.. ia hanya pasrah. Di sisi lain.. ia tidak mau di adopsi karna tidak mau meninggalkan Caitlyn sendiri. Tapi satu sisi, ia tidak bisa berbuat apa-apa karna keputusan sudah tepat.
"Kakak Rain.. jangan tinggalin Lyn.." Suara serak Caitlyn masih terdengar. Ia tidak berhenti menangis meski sudah di bujuk oleh ibu panti asuhan.
Di depan rumah, keluarga baru Rain sudah menunggu di pinggir mobil.
"Rain.. ayo sayang. Kita tidak punya banyak waktu." Ucap Pria dengan badan kekar nya memanggil anggota keluarga baru mereka.
Rain menatap Caitlyn. Ia menangkup wajah sang adik. "Lyn.. dengerin kakak Rain ya.. kita pasti bakal ketemu saat kita besar nanti. Jangan lupain kakak ya, begitupun dengan kakak yang gak bakal lupain adik kecil kakak ini." Rain memberikan sebuah kalung dengan gambar panda dan kucing berukuran kecil sebagai buah kalung nya.
"Pakai ini ya. Jangan di lepas. Biar besar nanti.. kita masih saling kenal."
Caitlyn menggeleng cepat. Ia tidak mau di tinggalkan. Di panti asuhan itu.. Caitlyn hanya dekat dengan Rain.. bahkan sampai sekamar.
"Rain.." Kali ini wanita yang berstatus ibu baru bagi Rain memanggilnya.
Rain menghela nafas. Ia mencium kening Caitlyn dengan lembut. "Kakak jalan dulu ya.. Kakak janji bakal main-main kesini."
Rain berjalan mundur. Ia tak berani menatap Caitlyn yang kini di tahan oleh ibu panti bersamaan dengan isak tangisannya.
Rain mendengar jelas suara keras itu. Suara yang memaksa nya untuk kembali lagi.
Namun apa boleh buat.. semua sudah terlambat.
Rain masuk ke dalam mobil. Ia menatap keluar jendela mobil.
Mata nya melihat Caitlyn yang di paksa masuk ke dalam rumah dengan tangisan yang masih terdengar.
Ia menunduk. Tak tertahan, air mata nya jatuh membasahi pipi nya.
"Kalian akan bertemu lagi." Bisik gadis yang lebih tua dari Rain, yang termasuk kakak nya.
Dan.. bagaimana kehidupan Caitlyn tanpa Rain di sisi nya? Dan bagaimana kehidupan Rain tanpa melihat keceriaannya Caitlyn?
Apakah dua gadis yang sudah saling menyayangi akan bertemu kembali di lain waktu nanti?
Cast;
1. Rena Wijaya
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.