1.RUNTUH

26 2 8
                                        

Gadis itu menatap pantulan dirinya di cermin.
Gaun putih berbahan satin yang ia kenakan tampak sempurna,memeluk tubuhnya dengan anggun.
Hari ini adalah hari paling membahagiakan dalam hidupnya. Tangannya yang sedikit gemetar memoleskan lipstik merah muda, membayangkan senyum thomas saat melihatnya nanti.
Sebentar lagi,thomas dan keluarganya akan datang untuk meminangnya secara resmi.

"Bella,Apakah sudah selesai berdandan?" Suara ibunya terdengar dari balik pintu kamar.

"Sebentar,bu aku akan segera keluar," jawab Bella dengan nada riang yang tak bisa disembunyikan.

Bella yang kini genap berusia 20 tahun itu menarik napas dalam, merapikan sedikit rambutnya sebelum melangkah keluar.
Di ruang tamu,ayahnya duduk dengan kaku namun bangga,ibunya tersenyum manis dan adik laki-lakinya,Shinji tampak tak sabar menunggu kedatangan calon kakak iparnya.

Tok! Tok! Tok!

Suara ketukan pintu itu membuat jantung bella berdegup kencang.
Itu pasti thomas,pikirnya.
Namun,saat pintu dibuka,suasana bahagia itu hancur berkeping-keping dalam sekejap.
Bukan thomas yang berdiri di sana,
Langit Neerg menghitam oleh asap. Orang-orang berlarian tanpa arah. Seorang pria dengan wajah bersimbah darah berteriak di depan pintu mereka"lari para wanita selamatkan diri kalian Para lelaki, ambil senjata dan bantu di garis depan tentara musuh sudah masuk!"

"Tidak aku harus menunggu thomas, Dia berjanji akan datang!"bella bersikukuh,matanya mulai berkaca-kaca menatap jalanan yang mulai kacau.

"Tidak ada waktu lagi,bella Kita harus pergi sekarang!" Ibunya menarik paksa lengan bella,menyeretnya keluar dari rumah yang mereka cintai.

Dalam kepanikan massal itu,bella berlarian di tengah lautan manusia. Debu,asap dan jeritan membuatnya pening.
Saat sebuah ledakan terjadi tak jauh dari sana,kerumunan itu terpecah. Pegangan tangan ibunya terlepas.

"Ibu" bella berteriak parau,namun suaranya tenggelam dalam kebisingan tank musuh yang semakin dekat.
Ia terus berlari hingga kakinya terasa lumpuh.

Di jalanan,ia melihat pemandangan yang memilukan orang-orang terjatuh dan terinjak-injak.
Hatinya ingin membantu,namun insting bertahannya berteriak lebih keras,lari atau kau mati.
Akhirnya,karena kelelahan dan guncangan mental yang luar biasa, pandangan bella mengabur.
Dunia di sekitarnya menjadi hitam.
Saat Bella tersadar,sensasi pertama yang ia rasakan adalah perih di pergelangan tangannya.
Kedua tangannya terikat kuat.
Ia terduduk di tanah yang dingin bersama puluhan perempuan lainnya.
Ia menoleh ke kiri dan kanan dengan panik,mencari sosok ibunya,namun nihil.
Hanya ada isak tangis dan ketakutan yang mencekam.
Di depan mereka,barisan tentara musuh berdiri dengan senjata lengkap.
Seorang perwira dengan tanda pangkat tinggi di pundaknya berjalan mondar-mandir,menatap mereka seolah-olah mereka adalah ternak.
"Kalian sudah bekerja keras hari ini." ucap petinggi itu kepada anak buahnya dengan suara lantang.

"Kalian boleh mengambil satu perempuan dari sini,aggap saja ini hadiah atas kemenangan kita."

Kengerian menyelimuti hati Bella. Hadiah? Apa yang akan mereka lakukan?

​"Siap,terima kasih pak,aku akan memilih lebih dulu!"seorang prajurit maju dengan seringai lebar,menarik paksa seorang gadis muda yang menangis histeris.

​Lima prajurit sudah memilih.
Setiap kali seorang prajurit melintas di depannya,bella menahan napas, berharap ia tidak terlihat.

​"Jika jumlahnya lebih,sisanya akan dikirim ke kamp wanita agar yang lain juga bisa ikut bersenang-senang," jawab sang petinggi santai.

​Bella memejamkan matanya rapat-rapat,lebih baik mati,pikirnya.
Lebih baik mati daripada harus berakhir di tempat seperti itu.

​"Siapa lagi?" sang petinggi bertanya.

captive heart Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang