🌻Pengembara Abad Kesunyian🌻
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Seorang wanita muda menatap langit malam yang cerah penuh taburan bintang. Seragam militer lengkap dia pakai dan gunakan dengan nyaman, disertai senjata api yang begitu canggih tersampir dibahunya. Rambut pendek sebahunya yang hitam tertiup angin selagi dia duduk diatas batu.
"Keluarlah, jangan sungkan. Aku tidak akan melukai kalian..." Ujar wanita itu.
Beberapa orang dengan pakaian sederhana keluar. Mereka cukup berbeda dari orang ada umumnya, walau perawakannya mirip dengan manusia atau bisa dikatakan sebagai humanoid. Yang membedakan hanyalah mata mereka sedikit lebih lebar dan bulat, dengan pancaran aneh tidak kasat mata, namun dalam alat sang wanita terlihat samar.
"Kamidatu...namaku G11- Galileo 11. Senang berkenalan dengan kalian" Ujar Galileo.
Beberapa orang itu mendekat, dan menyapa Galileo. Mereka pun bertanya dengan ramah namun waspada.
"Kamu bisa melihat kami? Dan kamu juga tahu sapaan kami?" Ujar salah satu dari mereka.
Galileo tersenyum dengan ramah karena mereka menyambut baik.
"Benar. Aku bisa melihat kalian, tapi kalian tidak usah takut." Ujar Galileo.
"Ini hutan yang angker, kenapa kamu berada disini sendirian?" Tanya salah satu dari mereka yang terlihat seperti ibu-ibu.
"Tidak masalah, Bu. Aku baik-baik saja. Sejujurnya aku ada misi untuk menelusuri hutan ini, dan melihat apakah tanaman disini tumbuh secara invasi secara masih atau tidak. Tapi, kalian tidak usah khawatir. Aku tidak akan menganggu teritori kalian maupun wilayah kalian." Ujar Galileo dengan ramah.
Tiba-tiba, alarmnya berbunyi. Dan sudah waktunya Galileo kembali ke markas atau rumah, lebih tepatnya.
"Baiklah, senang berjumpa dengan kalian. Semoga kalian pulang dengan selamat dan hati-hati! Aku pergi dulu!"
Galileo bergegas pulang dengan santai tanpa hambatan. Dipandangi oleh orang-orang yang ada dibelakangnya dengan kebingungan dan heran. Bahkan, beberapa mahkluk yang tidak kasat mata hanya melihat dari jauh dan enggan untuk ikut campur maupun mendekat.
Sang gadis itu bersenandung riang menyusuri hutan yang lebat dan gelap itu. Mata miliknya memang dirancang secara khusus untuk melihat segala hal dalam terang maupun gelap. Sambil sesekali dia menyentuh pepohonan untuk merasakan dan mengambil sampel data pada aliran sumber energi yang ada didalam pepohonan yang dia lewati.
"Udara bumi kembali seperti jaman dahulu. Sangat bersih dan penuh dengan Oksigen, tidak heran kalau banyak hewan besar tumbuh pesat dan mereka berevolusi dengan cepat. Banyak hal sudah diluar kendali dan dinalar. Namun, bumi masih bertahan...benar, dia masih bertahan. Ibu Bumi..." Ujar Galileo dengan sendu.
Melanjutkan perjalanannya, sesekali dirinya berpapasan dengan mahkluk-mahkluk aneh dengan bentuk yang absurd maupun humanoid. Dan Galileo mengabaikan mereka serta melewati mereka dengan santai, bila pun mereka menganggu, dia cukup menghajar mereka karena berani melangkah duluan.
Udara malam semakin dingin, dan suasana semakin sunyi. Hanya suara binatang malam, serta sesekali suara mahkluk metafisik itu berisik ingin menakui gadis berseragam militer itu. Tapi, Galileo diam dan acuh tak acuh dengan hal itu. Mungkin, jika dia adalah manusia normal atau manusia yang cukup percaya dengan semacam itu pasti dia akan merasakan yang namanya mengigil. Namun, dirinya berbeda dan manusia sudah lama punah. Sekarang, hanya ada Android yang menjalani misi untuk menggelola bumi kembali, menggantikan manusia. Begitulah kejadiannya, yang mungkin di dimensi mereka tidak menggetahui kalau, manusia sudah lama telah punah. Dan, menganggap para android sebagai manusia pada umumnya.
Tidak lama, sebuah telpon berbunyi dari alat canggih yang Galileo kenakan.
"Aku sedang di sebuah hutan lebat, di area. Entahlah, aku tidak tahu! Aku hanya ditugasi untuk melihat apakah ada tanaman masih yang invasi disekitar hutan ini. Hanya itu, sekalian jalan-jalan!" Ujar Galileo pada seseorang yang menghubunginya.
Percakapan berlanjut soal data, keadaan dan hal-hal yang Galileo temui selagi dia berjalan santai sambil melihat langit malam yang indah tanpa polusi cahaya. Serabut-serabut sabuk milky way terlihat jelas dari posisinya mendongak keatas.
"Menemukan sesuatu? Oh, tidak ada yang menarik selain Arwah, Siluman maupun hal metafisik lainnya. Oh, aku tadi bertemu sekelompok Jin. Kurasa mereka adalah penduduk disekitar sini. Mereka mirip dengan manusia ya, dan ramah kurasa."
"Tentu saja aku tidak menganggu mereka, astaga kau ini! Kamu pikir aku orang bar-bar hingga menggusik mahkluk dimensi lain?! Kau sendiri malah hunting dengan Malaikat untuk memburu Demon! Yang benar saja! Kau lebih bar-bar, sialan!" Ujar Galileo sambil manyun dan kesal.
Klik
Percakapan pun selesai secara sepihak dan, Galileo menghela nafas lelah dengan kawannya itu. Dan kembali melanjutkan perjalanannya menyusuri hutan yang lebat dan asri ini, dan angker dan menakutkan dan-
"Okay, cukup! Berhentilah menakuti diri sendiri! Gunakan logika dan Epistemologi tahu! Kenapa sih, astaga selalu saja begitu! Kalian manusia ini huh!"
(Eh sebentar, kau nyindir saya ya?!)
"Ya, siapa lagi! Author, manusia atau apalah yang sering telat apdet dan malah buat cerita lain!"
(Ya maaf, kan RL sibuk)
"Iya-iya, lanjutin nih...masa aku terus dihutan ini terus?!"
(Iya-iya...bentar, hih! Cerewet banget)
Ok, next []
Dan begitulah, Galileo menyusuri hutan ini dan sampai disebuah padang rumbut yang asri dan lebat. Dari kejauhan tidak ada apapun selain hamparan rumput dan dataran yang diterpa angin dingin malam. Langit cerah tanpa awan, selain bulan benderang menyinari setiap langkah Galileo. Melanjutkan perjalanannya didunia yang cukup sunyi untuk dijelajahi dan dipelajari. []
Hai! Minna-san!
Kembali lagi dengan Author gabut, dengan story gabutnya. Bukannya melanjutkan cerita sebelumnya malah buat cerita yang lain.
Yeah, mau bagaimana. Ada inspirasi liar soalnya. Daripada hanya dipikir diotak saja. Dan untuk cerita lain, antara Cross-Over atau yang ORI seperti cerita VERS ini. Mungkin akan saya usahakan seminggu sekali (semoga saja engga ada halangan)
Dan untuk Cross-Over, agak lambat karena udah lama engga nonton anime lagi. Jadi harus lihat ulang, terutama One Piece yang sudah jauh sekali animenya. Jadi harus maraton lagi, sekalian mencocokkan alurnya biar engga terlalu ngawur.
Mungkin itu saja, pesan dari Author-Gabut. Terima Kasih sudah mentengin cerita saja, para Super-Reader sekalian. Mungkin aku harus mematenkan julukan kalian biar engga dicopas orang lain hehehe.
Para Super-Reader tercintah dan tersayang❤️
Dan mohon maaf jika kadang mengecewakan dan storynya kurang srek, hehe. Walau begitu, semoga kalian tetap suka cerita gabut saya
🙌❤️
Love sekebon dari Author-Gabut🌻
Oya, mau sekalian promosi nama pena Author, agar kelihatan resmi hehe🥰
KAMU SEDANG MEMBACA
VERS
FantasiManusia telah punah dari muka bumi akibat perang berkepanjangan. Wabah dari mineral gas yang dilontarkan sebagai senjata telah merubah struktur molekul udara bumi menjadi tercemar dengan gas-gas berat. Bumi sekarang menjadi layaknya planet tanpa pen...
