PROLOG

31 4 2
                                        

Kisah ini adalah murni imajinasi penulis. Dunia yang tercipta di sini tidak ada kaitannya dengan realitas yang sesungguhnya.

Ini adalah karya fiksi. Setiap kemiripan dengan kejadian atau individu nyata hanyalah kebetulan dan tidak disengaja.

Selamat menikmati ...

Konon, jika hujan turun saat matahari sedang bersinar terik, itu tandanya ada seekor rubah yang sedang melangsungkan pernikahan-atau mungkin, ada seekor rubah yang sedang menangis.

Di dunia atas, aku adalah aib. Seekor Kitsune yang hanya memiliki satu ekor pendek, tanpa bakat sihir yang hebat, dan otak yang dianggap terlalu tumpul untuk memahami rahasia semesta.

Ayahku, sang tetua agung, membuangku ke Bumi dengan satu kalimat yang terdengar seperti berkah sekaligus kutukan:

"Cari kebahagiaanmu di sana, Kanon. Jika kau gagal, jangan pernah kembali."

Aku mengira Bumi adalah tempat yang penuh warna seperti di buku-buku tua. Namun, setelah setahun tinggal di sini, aku menyadari satu hal: Bumi jauh lebih kejam daripada rumahku.

Di sini, aku bukan lagi roh rubah, melainkan hanya Kanon Hiwatari-siswi kelas 11 yang duduk di pojok belakang, yang selalu gemetar saat guru membagikan kertas ujian, dan yang tidak memiliki satu pun tangan untuk digenggam.

Kebahagiaan yang Ayah janjikan terasa seperti fatamorgana. Semakin aku mengejarnya, semakin aku tersesat dalam keramaian manusia yang tidak pernah melihatku.

Malam ini, di bawah lampu jalan yang berkedip, aku menatap langit yang gelap tanpa bintang. Aku lelah berpura-pura menjadi manusia. Aku lelah menyembunyikan telingaku di balik rambut perak kemerahan yang dianggap aneh ini.

Jika kebahagiaan itu memang ada, ia pasti tidak tercipta untuk makhluk setengah matang sepertiku.

Aku baru saja akan menyerah pada takdir, sampai akhirnya angin membawa aroma dingin yang berbeda-aroma salju dan perak. Sebuah pertemuan yang tidak pernah ada dalam rencana keputusasaanku. Sebuah pertemuan yang akan membuktikan bahwa terkadang, cahaya paling terang justru muncul dari hati yang paling dingin.

 Sebuah pertemuan yang akan membuktikan bahwa terkadang, cahaya paling terang justru muncul dari hati yang paling dingin

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

(Cover lama)

(Cover sekarang)

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

(Cover sekarang)

Semoga kalian suka dan dibuat nyaman sama cerita ini yaaa. jangan lupa di vote juga, agar mendorong semangat aku buat bikin karya-karya lainnya 🥰

Selamat membaca!🙏

KitsuneStories to obsess over. Discover now