1. Welcome Home

11.7K 615 24
                                        

“1 gelas lagi, tolong.”

Suasana malam tidak akan bisa berbohong. Sunyi, aman, damai, dan juga tentram.

Seorang wanita sedang berada di dalam bar yang cukup terkenal di kota tersebut. Ia sudah menghabiskan lebih dari 5 gelas wine disana.

Seperti sudah tidak peduli dengan kondisinya saat ini, ia kembali meminum segelas wine lagi.

Tepat setelah pelayan memberikan apa yang diinginkan olehnya, wanita tersebut meminum segelas wine itu hanya dengan sekali tegukkan saja.

Semua pelayan disana sudah tahu, dan tidak asing dengan wanita tersebut. Bagaimana tidak? Ia datang hampir setiap hari, setiap malam setelah pulang bermain dengan teman - temannya.

Merasa belum puas sama sekali, wanita itu kembali memberikan gelas yang sudah kosong kepada pelayan. “Isi lagi.”

Apakah ia sudah kehilangan akal? 5 atau bahkan 6 gelas saja tidak cukup? Tidak habis fikir.

“6 gelas saja sudah cukup, Nona. Apa kau sudah kehilangan akal?”

Pelayan tersebut memang mengambil alih gelas kosong itu, tetapi ia menolak untuk mengisi nya kembali dengan wine.

Mendengar perkataan pelayan itu, wanita tersebut jelas tidak menerimanya. Ia memukul kasar meja yang ada dihadapannya, bersamaan dengan beranjak dari tempat duduknya.

Wanita itu berbalik badan, berjalan mendekat kearah dimana pelayan tersebut berdiri. “Lo siapa ngatur - ngatur gue?” Tangan kanannya, tergerak untuk menunjuk kasar kepada pelayan tersebut.

Meskipun berjalan dengan tidak terlalu fokus, wanita itu masih memiliki sedikit kesadaran untuk mencengkram keras kerah baju dari pelayan tersebut.

“Oh, pelayan baru ternyata. Get lost, atau lo kehilangan pekerjaan baru ini.”

Dengan santai, wanita tersebut mendorong keras pelayan itu bersamaan dengan melepaskan cengkramannya.

Merasa seperti tidak ada yang terjadi apapun disana, wanita itu berjalan untuk keluar dari bar tersebut. Ia bahkan tidak membayar sedikitpun. Bagaimana bisa?

Tidak terima dengan sikap kasar yang baru saja dilakukan kepadanya, pelayan tersebut berniat untuk mencari tahu lebih dalam tentang wanita itu.

Sesuai dengan tugasnya, pelayan tersebut membersihkan beberapa meja yang kotor. Setelah selesai dengan semua itu, barulah ia berjalan menghampiri temannya yang sudah bekerja disana sejak lama.

“Nyebelin banget tau ga sih hari ini? Masa cuman ngasih tau doang, malah marah? Sok banget.”

“Kenapa tiba - tiba kesel gitu? Ada apa emangnya?”

“Tadi gua ngasih tau buat ga terlalu banyak minum ke cewek. Keliatannya sih dia orang kaya, terpandang juga.”

Perkataan tersebut berhasil membuat temannya yang sejak tadi sibuk untuk bermain ponsel, untuk menatap kearahnya. “Ciri - cirinya gimana?”

Pelayan tersebut mengerutkan dahinya bingung. Apa yang baru saja ia katakan, yang bisa membuat temannya merasa begitu penasaran? “Buat apa gue kasih tau?”

“Udah, kasih tau aja.”

Pelayan tersebut melihat kearah langit - langit atap, berfikir keras untuk mengingat bagaimana ciri - ciri dari wanita itu.

“Pake blazer hitam, rambutnya lumayan panjang, terus juga keliatannya kayak orang terpandang gitu sih.”

Mendengar perkataan tersebut, teman dari pelayan itu menepuk keras dahinya. Ia merasa tidak habis fikir dengan apa yang baru saja dilakukan oleh pelayan tersebut.

Surrounded (Oline)Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora