Chap 5. BABYMAGIC ☄️🪄

7 3 0
                                        

Mendengar ucapan itu, member Babymonster nampak terkejut. Kepala mereka spontan menoleh—saling bertatapan,"Bibi?" bisik Rora.

"Emm... Apakah kalian lupa dengan ku setelah sekian lama menghilang?" kata Bibi Yeonsi, "Mungkin kalian semua pergi terlalu lama hingga tak mengingat ku," sambungnya.

Terlihat dari raut wajah Bibi Yeonsi sedikit murung, ia tetap menunjukkan senyum kecil yang terukir di wajahnya—hatinya senang karena kembalinya ponakan yang ia sayangi, namun ada sedikit rasa sedih yang terselip.

"Tidak begitu, Bibi. Kami tidak pernah melupakan mu, kami semua ingat—hanya sedikit terkejut karena wajah mu yang berubah sangat cantik," kata Pharita.

Pharita berjalan mendekat ke arah Bibi Yeon, ia meletakkan tangan kirinya merangkul di bahu Bibi Yeonsi. "Kami sangat merindukan Bibi," kata Pharita dengan manja.

Member Babymonster yang lain pun mendekat dan bersamaan memeluk Bibi Yeonsi, meski mereka sebenarnya tidak mengenal Bibi Yeonsi.

Bibi Yeonsi pun kembali ceria, rasa sedihnya tiba-tiba memudar mendengar ucapan Pharita. "Sungguh, kalian tidak lupa pada ku?" tanya nya.

Kepala member Babymonster mengangguk pelan, "Tentu tidak, Bi. Kami sayang Bibi Yeonsi," jawab Rami tersenyum.

"Kalian memang keponakan Bibi yang manis, tetaplah disini jangan pergi lagi yaa... Bibi menyayangi kalian—Babymagic," ujar Bibi Yeonsi mengusap lembut kepala masing-masing member Babymonster.

"Kalau begitu, mari kita keluar. Semua warga menyiapkan perayaan atas kedatangan kalian. Ayo," ajak Bibi Yeonsi.

Ketujuh member melepaskan pelukan itu, mereka saling bertatapan satu sama lain—takut dan juga rasa ingin tahu yang tinggi.

Ruka dengan cepat menguasai suasana,"Ayo Bibi, mereka semua pasti membuat masakan yang lezat, gue nggak sabar," kata Ruka sembari memegang tangan Bibi Yeonsi.

"Apa itu tadi—gue?" Bibi Yeonsi menatap Ruka dengan tatapan polos. Ruka pun menyadari bahwa kata itu adalah kata-kata modern yang belum ada di jaman ini.

"Eeee... Gini, Bibi. Kami selama pergi itu..." Ruka terlihat kebingungan harus menjelaskan hal ini.

"Gue itu dalam bahasa musuh artinya LAWAN!" sambar Chiquita dengan lantang.

Spontan member lain menoleh ke arahnya,"Hus, lu bilang apa kocak!" bisik Asa di telinga kiri Chiquita.

Asa terlihat senyum-senyum malu menatap Bibi Yeonsi dengan sesekali melirik Chiquita yang berbicara sembarangan—menjadi arti yang salah.

"Udah lu diem aja anjir," balas Chiquita dengan nada pelan hampir tak terdengar.

"Astaga... Anomali satu ini berulah," batin Rami memutar bola mata malas. Sedangkan member lain hanya bisa tersenyum tipis atas kelakuan Chiquita itu.

"Darimana lah dia ngeletuk kata arti itu," batin Ahyeon.

"Lawan?" kata Bibi Yeonsi mengalihkan pandangan menatap Chiquita.

"Iyaa, misalnya Bibi bilang 'giliran gue sekarang', nah itu maksudnya giliran lawan sekarang, gitu Bibi." sahut Chiquita terkekeh.

Mendengar itu, keenam member aku yang lain berusaha menahan tawa. Mereka sesekali berdehem dan menatap sekeliling.

"Nggak nyambung, bejirrr," batin Ruka menahan mulutnya untuk tidak mengeluarkan suara.

"Apa susahnya sih, tinggal bilang kalau gue itu aku," batin Ahyeon geram. Ahyeon hanya bisa cengegesan menatap Bibi Yeonsi yang sangat polos itu.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Feb 18 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Books and Dreams || BABYMONSTERWhere stories live. Discover now