Tatapan mata itu

9 1 0
                                        

Aku seorang anak kelas 4 sekolah dasar, menjalani hari-hari seperti biasa. Suatu hari, ada anak baru pindahan dari kota dan masuk di kelasku. Layaknya anak SD polos pada umumnya, kami berteman, menyontek bersama, bercanda. Saat aku hendak mengadu ke guru, tangannya dengan jari telunjuk itu menempelkan ke mulutku, menyuruhku diam. Tatapan itu. Ah sudahlah. Layaknya anak kecil yang bercanda di kelas.
Tak terasa sudah dihari kelulusan. Aku menatap wajahnya, matanya, menyimpannya di dalam ingatan. Entah tatapan itu masih bisa kulihat kembali atau tidak. Setelah lulus, kami tidak bersekolah di tempat yang sama. Kontak BBM gak punya, facebook gak punya, nomor telpon gak punya, dan tidak pernah bertemu dalam kebetulan apapun.
Waktu terus berjalan hingga aku kuliah. Aku merantau ke Ibu kota provinsi, berkuliah di Universitas favorit di provinsi ini. Rasanya sudah tidak pernah lagi bertemu teman-teman SD. Hanya ada beberapa yang mutualan di instagram.
Awal 2026, berat badanku menyentuh 78kg. Aku memutuskan untuk ngegym. Rasanya cape banget. Aku muntah sampai 3x. Akhirnya selesai sesi dan akupun pulang ke kos. Dengan badan yang rasanya remuk, aku bersih-bersih dan tidur. Di sinilah keresahan hati ini dimulai.
Dalam lelapku yang nyenyak, aku bertemu dengannya. Aku merasakan hal yang tak asing. Kami duduk berdua di tepi danau dekat jalan. Aku mengambil gawai dan swafoto dengannya. Tatapan itu masih sama.
Tak lama aku terbangun dari tidur. Rasanya aneh. Tadi itu apa ya? Aku tak ingat jelas tapi rasanya akrab. Ah sudahlah, aku bangkit dan melanjutkan hariku. Tak baik, sepanjang hari hujan lebat. Kamarku bocor dan lemariku basah. Gumamaku "oh bocor", ku ambil handuk dan kusesuaikan tempatnya. Hari yang tak baik-baik saja tapi aku tak tahu, dalam hatiku ada perasaan yang indah.
Sejak mimpi aku, aku masih memikirkannya. Terus berisik di kepala. Yahh bertahan beberapa hari indahnya. Akhirnya aku memberanikan diri mencari sosial medianya. Tak susah mendapatkan user ig-nya karena dia punya
marga yang jarang orang punya.
Ketakutanku pun muncul. Siapa tahu dia sudah punya pacar atau bahkan sudah menikah dan punya malaikat kecil? Tak mau tenggelam dalam rasa penasaran, akupun stalking isi sosmednya. Benar saja, sorotan sosmednya penuh postingan pacarnya. Manis sekali.
Hal yang lebih mengejutkan, kami berkuliah di universitas yang sama, tinggal di kota yang sama. Pernah gak ya dia lihat mukaku di video tron sebagai JBI (Juru Bahasa Isyarat)? Atau melihat mukaku di berita sore TVRI sebagai JBI?
Isi kepala semakin berisik. Apa maksud mimpi itu? Apakah hanya sekadar kilas balik memori yang diputar alam bawah sadar? Efek ngegym? Atau apa? Lalu aku harus apa? Ngefollow?  NgeDM?
"Haii di, kam masih kenal aku lah?"

Satu Kota, Dua TakdirStories to obsess over. Discover now