Rafa terbiasa dianggap masalah-oleh guru, teman, bahkan dirinya sendiri.
Revan, ketua OSIS yang selalu terlihat sempurna, justru melihat sesuatu yang orang lain abaikan.
Pertemuan mereka bukan tentang cinta instan, tapi tentang dua orang yang sama-s...
Tidak semua orang masuk sekolah dengan kondisi yang sama.
Ada yang datang dengan seragam rapi, jadwal tertata, dan masa depan yang sudah dibicarakan di meja makan.
Ada juga yang datang hanya dengan satu tujuan sederhana: bertahan sampai bel pulang berbunyi.
Rafa Aditya Baskara termasuk yang kedua. Buat Rafa, sekolah bukan tempat belajar tentang masa depan.
Sekolah adalah tempat orang-orang menilai siapa dirinya tanpa pernah benar-benar mengenalnya.
Kalau dia diam, dia dianggap tidak ada. Kalau dia ribut, dia dicap bermasalah. Maka Rafa memilih ribut.
Bukan karena ingin diperhatikan- tapi karena itu satu-satunya cara agar dunia mengakui keberadaannya.
Di sisi lain, ada Revan Vinandra Saputra. Revan tumbuh dengan keyakinan sederhana:
hidup harus punya arah, aturan dibuat untuk dijalankan, dan kekacauan harus dibereskan.
Ia percaya, selama semua mengikuti sistem, semuanya akan baik-baik saja. Menjadi ketua OSIS bukan ambisi. Itu tanggung jawab.
Revan tidak suka keributan. Tidak suka ketidakpastian. Dan paling tidak suka... hal-hal yang tidak bisa ia kendalikan.
Rafa adalah semua hal itu. Mereka berasal dari dua dunia yang seharusnya tidak pernah bersinggungan. Satu hidup di tepi masalah, satu berdiri di tengah aturan.
Namun hidup jarang peduli pada kata seharusnya.
Karena kadang, orang yang kita anggap masalah
justru menjadi cermin dari sesuatu yang selama ini kita abaikan.
Dan kadang, orang yang terlihat paling kuat memegang kendali
ternyata sedang berdiri di ambang runtuh. Ini bukan cerita tentang penyelamat dan yang diselamatkan.
Bukan juga tentang siapa yang benar dan siapa yang salah.
Ini adalah cerita tentang dua orang yang sama-sama belajar satu hal paling sulit:
bahwa bertahan sendirian itu melelahkan, dan memilih tetap tinggal adalah bentuk keberanian.
CASTING KARAKTER
Rafa Aditya Baskara Usia: 17 tahun Status: Siswa Ciri utama: berandal, mulut tajam, defensif Sifat tersembunyi: peduli, sensitif, mudah merasa bersalah Rafa bukan anak jahat. Dia hanya terlalu sering disalahkan sampai akhirnya berhenti membela diri.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Revan Vinandra Saputra Usia: 18 tahun Status: Ketua OSIS Ciri utama: tenang, berwibawa, rasional Sifat tersembunyi: perfeksionis, takut gagal, memikul ekspektasi keluarga Revan bukan orang dingin. Dia hanya terlalu lama percaya bahwa aturan bisa menyelamatkan semua orang.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.