We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

SAYA

15 3 1
                                        

suara gerimis tipis membasahi kaca jendela milik dewi, wanita itu sangat menikmati suasana saat hujan yang seperti ini walau sebenarnya dirinya sendiri tidak menyukai hujan.

mata miliknya menerawang jauh pikirannya terbang entah kemana, sudah 17 tahun sejak ia ditinggal oleh kedua orang tuanya 17 tahun adalah waktu yang cukup singkat bagi dewi.

harusnya saat ini dewi sudah menjadi tni impiannya dari kecil, tapi impian itu kandas karna hilangnya kedua orang tuanya saat menjalani misi negara di perbatasan indonesia.

kini ia mempunyai impian baru, walau agak berat impiannya kali ini adalah impian janaka nya saat muda dulu dewi ingin sekali meneruskan impian tersebut dan wanita itu juga sangat menyukai profesi impiannya kali ini.

diumurnya yang 34 tahun ini ada hal yang paling menganggu dirinya, yakni desakan menikah dari kedua keluarga janaka dan biyungnya. sejak beberapa tahun ini.

karna tidak mau berdebat lebih panjang dewi memilih untuk dijodohkan walau ia enggan juga tapi apalah daya, ia tak bisa menolak juga pria yang dijodoh kan oleh keluarganya saat itu membuat pemikiran dewi untuk tidak menyukai tentang perjodohan musnah.

karna pria yang singgah dihatinya saat sma'RAKAI SYANDARA MAHARAJA', mantan yang paling indah dimasa sma nya.

sudah 3 bulan dewi dan rakai dijodohkan bukannya mengikuti saran dari orang tua mereka, rakai dan dewi saking fokusnya dengan profesi mereka lupa untuk meluangkan waktu untuk bertemu.

karna mereka yang sama sama pengila kerja yang sangat susah di ajak kerja sama saat ini.

*****

hari ini adalah hari terakhir dewi melakukan penelitiannya kali ini didaerah semarang jawa tengah,untung nya penelitiannya kali ini tidak banyak menguras energinya dan para tim arkeolognya.

dewi mengusap kasar rambut nya yang basah oleh gerimis dipagi hari tadi,harus nya ia ikuti saja saran dyah asisten untuk memakai topi karna cuaca yang tidak mendukung.

"mbak yakin mau pesan tiket pesawat sore ini? enggak istirahat dulu semalam disini,aku lihat mbak kurang sehat dari sore semalam biar aku sama anak anak yang pesan tiket pesawat mbak lusa" ucap dyah dengan wajah yang sangat khawatir kepada dewi.

dewi wanita itu tersenyum lalu mengusap asisren yang paling ia sayangi dan sudah ia anggap adik sendiri, " ora popo dyah, lagian mbak pengen langsung kekampus buat selesain penilaian akhir anak bimbingan mbak" ucap dewi sembari mengambil macbook berisi jadwal jadwal nya beberapa hari kedepan, apa yang dikatakan dewi memang benar tapi dyah sebagai asisten tidak ingin melihat dewi terlalu memaksakan diri tapi ia takkan bisa menghentikan seorang mahadewi.

gadis itumenghela napas lalu menangguk dewi tersenyum lalu mengembalikan macbook dyah kepada wanita itu," tolong kamu beritahu sama anak tim nanti setelah penelitian ini, istirahatlah selama 3 bulan lalu bulan depan kita akan berlibur ke bali semua tiket dan hotel mbak yang bayar" ucap dewi melangkah menuju mobil jeep miliknya dyah yang mendengar apa yang dikatakan dewi mengangguk paham.

" coba kamu cek lagi dokumen penelitian ini sebelum diserahkan pihak meseum" ucap dewi memandang lama pada sebuah mahkota yang ia teliti selama 6 tahun ini di semarang bersama para tim arkeolognya,dyah yang melihat itu ikut tersenyum ia tahu atasannya ini seeffort apa dalam melakukan penelitian ini tanpa istirahat.

penelitian ini adalah penelitian pertama dan terakhir yang dilakukan oleh dewi karna setelah ini ia akan fokus pada hubungan perjodohan, ia senang karna pada akhirnya bisa mengwujud kan impian sang janaka.

biarlah keluarganya berpikir ia terlalu terobsesi terhadap perkerjaannya sendiri, karna dengan cara ini lah maha dewi bisa mengobati rindu terhadap kedua orang tua selama 17 tahun ini.

****

maha dewi membaca semua tugas penelitiannya di macbook miliknya, ia baru ingat kalau akhir akhir ini jarang datang ketempat peristirahatan kedua orang tuanya.

matanya menerawang jauh pemandangan langit yang mendung diluar kaca pesawat," janaka biyung..." bisik dewi air matanya.

walau mereka jarang sekali menemani nya wanita itu sangat menyayangi keduanya lebih dari apapun, dewi mengusap matanya mengantuk memang akhir akhir ini ia jarang sekali beristirahat tapi rasa kantuk nya kali ini lebih berat kali ini.

****

hai teman teman😀
mungkin karya ku masih belum sempurna tapi aku berharap karya ku yang pertama kali ini dapat menghibur kalian semuaa yaa

catatan kecil
janaka ayah
biyung ibu



RADEN RAKAI SYANDARA MAHARAJA

RADEN RAKAI SYANDARA MAHARAJA

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

MAHA DEWI BALAPUTRADEWA

MAHA DEWI BALAPUTRADEWA

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
MENYELAMI DINASTI SYAILENDRA Stories to obsess over. Discover now