PRÖLÖG

46 15 2
                                        

{>~¤¤¤~🎵 Runaway:AURORA~🎶¤¤¤~<}

Langit berkabut di kota ini semakin gelap ketika wanita itu memejamkan matanya sembari mengangkat tongkatnya di hadapan wajahnya

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


Langit berkabut di kota ini semakin gelap ketika wanita itu memejamkan matanya sembari mengangkat tongkatnya di hadapan wajahnya.

Ia mencoba untuk menyerap sisa-sisa energi untuk membangkitkan kembali mereka yang meninggalkannya.

Tanah yang telah retak itu semakin hancur tatkala serpihan-serpihan tanah terangkat mengitari tubuh wanita itu. Para manusia yang telah mati terbaring di atas retakan tanah, kini menggelepar.

Ia semakin memfokuskan pikirannya agar upayanya untuk mengembalikan nyawa teman-temannya berhasil.

Para manusia yang menggelepar itu melayang-layang di atas tanah.

Sebuah cahaya abu samar menyelimuti wanita itu. Langit yang semula hanya berkabut, kini, semakin menggelap.

Seolah malam telah tiba.

Semakin ia berusaha, semakin lemah pula tubuhnya dan tenaganya. Napasnya terasa sesak dan tersendat-sendat.

Namun, usahanya tetap tak ia hentikan sampai sana.

Sampai akhirnya,

Mereka yang telah melayang-layang itu, seketika terjatuh dengan cepat ke tanah. Lantaran, ia terus memaksa tubuhnya untuk bisa.

Dan usahanya gagal.

Ia jatuh tersungkur. Bahunya bergetar hebat, menumpahkan seluruh air matanya pada tanah dan memukul-mukul tanah keras itu.

"ARGGKHHH" Suaranya melengking di udara. Sampai-sampai, ia bisa mendengar gema suaranya sendiri. Saking kosongnya tempat itu.

Ya, tak ada siapapun. Hanya ada dirinya dengan tongkatnya yang meredup.

kabut, retakan tanah, pohon yang tumbang, dan...Teman-temannya yang telah pergi ke surga.

"Kenapa aku tidak mati juga ya?.." Gumamnya.

Suaranya mengecil dan bergetar. Hatinya seolah dicabik-cabik.

Kepalanya tertunduk, membiarkan rambut panjangnya menutupi seluruh wajahnya yang sembab itu.

Ia hanya membiarkan tanah menyaksikan penderitaannya. Rambutnya menyentuh tanah. Seolah, rambut itu tak membiarkan sedikit pun celah yang terlihat dari sisi luar.

Kemudian, Ia menghentikan tangisnya perlahan. Ia usap sisa air matanya dengan punggung tangan. Kemudian berdiam.

Hening. Dia membiarkan hening menyelimutinya sesaat.

Sampai, akhirnya ia sudah merasa cukup. Wanita itu bangkit pelan dari duduknya. Meraih tongkatnya, kemudian berdiri tegak. Tatapannya menyapu sekitarnya dengan tegar.

"Ini..berat.." Ucapnya lirih.

Setelahnya, dirinya pun kembali menaikkan tongkatnya dihadapan wajah sambil memjamkan mata sedalam-dalamnya. Kali ini, bukan untuk menyerap seluruh energi. Melainkan, untuk menuangkan seluruh energi.

"Di masa depan, aku harap ada yang seperti kami..."

Seluruh energi yang di usahakannya agar tertumpah di kota ini. Kota yang telah hancur berkeping-keping. Energi ini, adalah energi yang berasal dari mereka yang luar biasa. Diandalkan, ahli sihir, pelindung, penjaga. Mereka...

"Jika aku bisa bereinkarnasi, aku harap, aku akan terlahir kembali di kota ini bersama dengan mereka..." Tatapannya melembut kala menatap mereka yang tak bernyawa. "Agar aku dan mereka bisa kembali mendapatkan kekuatan kami..."

Setelahnya, tubuhnya ambruk seketika. Seluruh tenaga nya lenyap. Begitu juga dengan nyawanya. Kini, ia juga ikut menyusul teman-temannya ke surga.

 Kini, ia juga ikut menyusul teman-temannya ke surga

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


¤♡¤♡¤♡¤♡¤


halo halo gais!! author disini~
yap, gais..ini adalah cerita pertama yang ku tulis..makanya rada jelek gitu. TAPI, TAPI, TAPI....semoga, ini bisa menghibur kalian semua yaa..

DAN...kalau kalian ada saran dan koreksi, gapapa bangeet!! KASIH TAU AKUU YAAPP!! biar jadi petfectt.

dan..followers ku masih sedikit, karna aku baru mulai nulis bangettt!! BARU BANGEETTT!!! jadi..aku mohon dukungan dan bantuan kalian semuaa yaappp

oh iyeah ini sosmed nya author nieeh:
ig: tifziey
tiktok: tipaimuy

okeokee, tencuu tencu semuwaa!!

ARCELIAWhere stories live. Discover now