June Bellemore bertemu Ardrien Cain saat keduanya berusia sepuluh dan dua belas tahun. Ketika orang-orang melihat sosok bocah dua belas tahun itu terlalu tenang, terlalu dingin, dan terlalu sulit dibaca, mereka menetapkan satu kesan: ancaman. June m...
UNDER YOUR INFLUENCE "No one is need to be cured in here. They are only need to be altered."
• PSYCHOLOGICAL ROMANCE •
—•••—
MEET THE MAIN CHARACTERs
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
—JUNE MAIRCELLA BELLEMORE. Chinese-Canadian + Welsh. INTJ. Capricorn. Curiosity-driven with high cognitive ability. Neuroscientist—in arc 2.
June Bellemore merupakan kontradiksi itu sendiri: tenang yang penuh dengan gairah untuk memahami hidup, cerdas tanpa perlu mengumumkannya pada dunia, hangat tanpa perlu menampilkan kecerobohan. Ia memiliki kebiasaan untuk memahami segala sesuatu, sedalam apapun itu—maka ia bertanya, dan tetap bertanya. Seolah-olah pengetahuan dapat melindunginya dari ketakutannya: kehilangan.
Rasa ingin tahu adalah bentuk eksistensi June Bellemore itu sendiri, membentuk hidup dan caranya berusaha melihat dunia—bahkan pada anomali dan ambiguitas sekalipun. Perempuan itu selalu tertarik pada pertanyaan-pertanyaan tak terjawab yang muncul di kepala berisiknya. Hingga bahkan, sekali, ia pernah—atau masih—mencintai salah satunya.
—•••—
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Ardrien Cain selalu menjalani hidup seolah-olah emosi adalah bahasa yang tidak ia perlukan untuk dikuasai dengan detail. Menurutnya, seni mengamati itu lebih baik daripada memberikan reaksi yang tidak efisien. Ia lebih banyak memakai waktunya untuk mengamati sekitarnya dengan teliti, lebih banyak mengingat daripada memaafkan, dan memilah aksinya dengan ketepatan yang cukup ... mencekam. Hidupnya adalah tentang kontrol dan struktur. Lebih konsisten, menurutnya.
Orang-orang mengartikan tenangnya Ardrien Cain sebagai jarak yang membentang dan tak tersentuh dengan mudah—bahkan ancaman. Parameter perhatiannya pun tidak berisik, tetapi mutlak: sesuatu yang terbukti berguna baginya akan mendapat tempat di pikirannya—dan ketika itu terjadi, ia cenderung akan terfiksasi di sana. Sukar—atau sama sekali tidak akan berpindah atau hilang.
—•••—
Alright, quick tmi note: Ini kali pertama aku menulis cerita dengan bahasa indonesia lagi setelah lama istirahat dari dunia penulisan fiksi. I still write in the meantime but only in the forms of poetry, random thoughts in Medium or Notion, or reviews—other than that, also scientific writing since adulthood indeed a rough place to keeping up with.
Dan mereka semua selalu aku tulis dengan bahasa inggris. Bukan sok bule, ya. But keeping up with life as an ambitious—FOMO—one require bunches. And English is one of my ammunitions. Hence why.
JADIII, apabila dalam keberlangsungan cerita ini ada yang penggunaan kalimatnya kaku, barangkali dipahamin aja. Bagaimanapun aku, kamu, kita semua, akan selalu berada dalam proses pembelajaran yang diharapkan selalu berlangsung sampai akhir hayat. We shall never stop learning more, after all.
Mungkin itu aja, sih, untuk sekarang. I hope to see you around as time and the story goes by.