1💫

308 19 1
                                        

Maaf jika typo bertebaran 🙏

-

-

-


Di tengah pegunungan Alpen Swiss yang megah, berdiri megah sebuah asrama elit yang menjadi saksi bisu awal kisah sembilan pemuda tampan. Asrama "Alpenrose" bukan sekadar tempat tinggal, melainkan sebuah persimpangan takdir bagi Hyunsik, Zayyan, Lex, Beomsu, Wain, Gyumin, Davin, Sing, dan Leo. Masing-masing dengan latar belakang dan karakter yang berbeda, mereka bersatu di bawah atap yang sama, menapaki jenjang perkuliahan yang akan membentuk masa depan mereka.

Hyunsik, sang sulung dengan aura kepemimpinan alami, memimpin rombongan dari jurusan Bisnis semester 5, bersama Zayyan yang karismatik dan Lex yang cerdas. Mereka adalah trio yang sering menjadi panutan, dengan pemikiran strategis yang selalu siap menghadapi tantangan perkuliahan.

Di sisi lain, Beomsu, Wain, dan Gyumin dari jurusan Teknik semester 4, selalu disibukkan dengan proyek-proyek inovatif. Beomsu yang tekun, Wain yang penuh ide, dan Gyumin yang praktis, adalah kombinasi sempurna untuk memecahkan segala persoalan teknis. Tawa dan perdebatan hangat seringkali terdengar dari sudut kamar mereka, diiringi aroma kopi yang tak pernah absen.

Sementara itu, Davin, Sing, dan Leo, sang bungsu yang masih hijau di semester 2 jurusan Hukum, membawa semangat muda yang membara. Davin yang analitis, Sing yang persuasif, dan Leo yang polos namun cerdik, adalah representasi masa depan hukum yang menjanjikan. Mereka seringkali terlibat dalam diskusi sengit mengenai kasus-kasus fiktif, mengasah kemampuan berdebat dan berpikir kritis.

Meskipun berasal dari berbagai penjuru dunia Korea Selatan, Indonesia, Amerika, hingga berbagai negara di Eropa mereka membentuk ikatan persaudaraan yang erat. Perbedaan bahasa dan budaya tak menjadi penghalang, justru menjadi bumbu yang memperkaya kehidupan mereka di Alpenrose. Malam-malam panjang di ruang umum sering diisi dengan berbagi cerita, makanan khas dari negara masing-masing, dan rencana-rencana masa depan yang ambisius. Di Swiss inilah, di bawah naungan asrama Alpenrose, mereka menemukan bukan hanya pendidikan, tetapi juga keluarga. Mereka adalah sembilan pemuda yang siap mengukir jejak di dunia, dengan Alpenrose sebagai titik awal dari petualangan tak terlupakan.

Pagi merekah di Alpenrose, namun suasananya jauh dari kata tenang. Jam sudah menunjukkan pukul 07.00, dan kepanikan mulai menyelimpa kamar Hyunsik. "Sial! Aku kesiangan lagi!" desisnya, melompat dari tempat tidur dengan rambut acak-acakan. Hari ini adalah giliran Hyunsik untuk menyiapkan sarapan, sebuah rutinitas yang biasa ia lakukan bersama Lex untuk teman-teman mereka yang memiliki jadwal kelas pagi. Namun, sang sulung itu justru terlambat bangun.

"Hyunsik hyung, kau sudah bangun?!" suara Lex terdengar dari ambang pintu, dengan apron terpasang dan spatula di tangan. "Cepat bantu aku! Beomsu, Gyumin, dan Wain sudah siap berangkat, mereka butuh sarapan sebelum kelas jam delapan!"

Dapur asrama langsung berubah menjadi medan perang mini. Lex dengan cekatan menggoreng telur, sementara Hyunsik yang masih setengah sadar mencoba membuat roti panggang. Asap tipis mengepul, diiringi aroma kopi yang mulai menyeruak. "Maaf, maaf, semalam aku begadang mengerjakan tugas sampai larut," ucap Hyunsik, tangannya bergerak cepat mengoles selai pada roti.

Beomsu, Gyumin, dan Wain muncul di dapur dengan seragam rapi dan tas punggung. "Wah, ada drama pagi ini?" goda Beomsu, melihat kekacauan di dapur. "Cepatlah, kami bisa terlambat hyung !" dengan nada manjanya.

"Ini sudah siap!" seru Lex, menyodorkan piring-piring berisi sarapan. Ketiga mahasiswa Teknik itu segera melahap sarapan mereka dengan terburu-buru, sesekali melirik jam tangan.

Di sudut lain ruang tamu, Sing sudah tenggelam dalam bukunya, seolah tak terpengaruh oleh keributan pagi hari. Dia adalah sosok yang pendiam, lebih suka menyendiri dengan bacaannya. Sing hanya akan tersenyum kecil ketika Zayyan menyapanya. Ya, Sing memang memiliki kedekatan khusus dengan Zayyan, di antara semua penghuni asrama.

Your Most Beautiful EyesStories to obsess over. Discover now