Prolog

1K 111 29
                                        

"Jungkook, pergilah bersama Minho untuk mengantarkan bunga-bunga ini ke hotel Shilla."

"Baik, Sajangnim," jawab Jungkook patuh.

Setelah mengatakan itu Sajangnim Joon masuk, Jungkook dan Minho saling pandang lalu sama-sama tersenyum dan mulai bergerak.

Seratus buket bunga segar sudah tersusun rapi didalam mobil van milik Sajangnim Joon. Jungkook dan Minho hanya tinggal mengantarnya, ke sebuah pesta topeng.

Malam tahun baru yang begitu cerah, bahkan bulan dan bintang ikut menyaksikan gemerlapnya kota Seoul. Jalanan dipenuhi mobil-mobil yang merayap, macet.

Bahkan didepan sana, Jungkook dan Minho sudah melihat beberapa kembang api yang meluncur menghiasi angkasa, padahal kini masih jam 8 malam, belum memasuki waktu pergantian tahun.

Tapi seolah tak sabar, sebagian orang sudah menghidupkan kembang api sejak dini.

Diam-diam, Jungkook menikmatinya.

Seperti pencuri yang menikmati kebahagiaan orang lain.

Cahaya dengan warna-warna yang begitu indah, setelah membuat orang tersenyum bahagia, cahaya itu menghilang.

Jungkook sedikit berharap hidupnya akan seperti kembang api itu. Setelah dia menghilang, orang-orang akan mengingatnya sebagai sesuatu yang indah.

"Jungkook, sebentar lagi kita sampai, siapkan topeng kita. Tanpa itu kita tidak bisa masuk," ucap Minho dan Jungkook mengangguknya setuju.

Di laci dashboard sudah ada 2 topeng berwarna hitam dan putih, Jungkook ambil keduanya dan memasukkannya ke dalam tas.

Hanya dengan menunjukkan kartu undangan beserta kartu nama, Jungkook dan Minho langsung diarahkan ke sebuah ballroom di lantai paling atas.

Bahkan beberapa orang mengunakan seragam pun membantu mereka untuk membawa bunga-bunga itu.

Sejenak, Jungkook dan Minho terpana ketika memasuki ballroom hotel itu, begitu mewah dan megah. Semakin jelas terlihat, semakin Jungkook merasa kecil.

Nampak jelas perbedaan antara mereka dan orang-orang di sini.

"Tuan, susunlah bunga-bunga ini diujung sana, buat agar terlihat cantik," perintah seorang wanita yang entah siapa, dia begitu cantik dengan gaun yang begitu pas ditubuhnya.

Bahkan kecantikannya tetap terpancar meskipun ia menggunakan topeng.

"Pembayarannya sudah kami selesaikan dengan Sajangnim Joon, jadi setelah selesai menyusun bunga kalian bisa segera meninggalkan pesta ini," ucapnya lagi dengan suara yang terdengar lebih tegas.

Jungkook hanya bisa mengangguk sebagai jawaban, lalu melihat wanita itu berjalan menjauh, memasuki kerumunan para tamu undangan.

"Ayo Jungkook, semangat!" ajak Minho antusias dan Jungkook pun mengangguknya tak kalah semangat.

Jungkook menyusun bunga dengan sesekali melirik ke arah lantai dansa. Beberapa pasangan sudah turun kesana, berdansa sambil saling mendekap dan menatap penuh cinta.

Jungkook tersenyum, indah sekali kehidupan yang mereka jalani. Seolah hidup ini hanya mereka gunakan untuk bersenang-senang, tak perlu pusing memikirkan bagaimana caranya bertahan hidup.

"Jungkook, bunga ini hanya ada 99 buket, aku rasa yang 1 masih tertinggal di mobil. Aku akan turun untuk mengambilnya," ucap Minho dan langsung menyadarkan Jungkook dari lamunan.

"Tidak Minho, biar aku yang turun," jawab Jungkook dengan cepat, dia merasa tak enak hati jika Minho yang harus turun. Sedari tadi, Minho lebih banyak bekerja daripada dirinya.

Mistake [Jinkook]Where stories live. Discover now