0.0 Prolog

0 0 0
                                        


Vote and comment 🌻

Apa yang kau harapkan dengan keadaan ekonomi bawah?
Rumah yang bocor, makan dengan garam, setiap harinya dipenuhi dengan pertanyaan, bagaimana esok?

Tidak ada yang pernah tau bagaimana satu detik didepan menanti, bergelut dengan pikiran semacam itu sudah membuat pening

Gadis berumur 19 tahun yang baru saja menyelesaikan pendidikan menengahnya, berusaha mencari pekerjaan.

Bermodalkan tekad demi sang bapak dan mama yang sudah tak lagi muda, ia mengubur mimpinya dan mengalah demi sang adik. Terbiasa mejadi tempat curahan teman dan orang tua menjadikannya lebih unggul dalam memendam masalahnya sendiri

Dari mulai hal sepele sang adik dan sampai masalah rumit keluarga kecilnya pun dia yang akan turun tangan berusaha mencari solusi disaat dia sendiripun belum terlalu mengerti.

Lantas jika semua bertumpu padanya, siapa yang akan menenangkan dan mengetahui masalah nya sendiri? Tentu saja, ia hanya bisa mengandalkan diri nya sendiri.

Bekerja ditempat laundry menjadikannya terasa hina dimata keluarga ayah dan ibunya.

Apa yang salah dengan itu? Halal dan tidak merugikan siapapun kan. Tetapi dengan lancangnya mereka bertindak seolah paling suci dan halal. Dengan lantangnya ucapan yang keluar dari mulut mereka menyakiti perasaan gadis itu. Apa yang ia kerjakan selalu bernilai rendah dimata keluarga.

Ingin rasanya menyerah saja pada dunia, bahkan pikiran untuk menyakiti diri sendiri sering sekali hinggap.

Menemani sepinya hidup dan berisiknya kepala, ia tidak kurang kasih sayang ayah dan ibunya, sukur akan itu. Tetapi ia kerap meruntuki kejamnya hidup, disaat anak seusianya memikirkan untuk beberlanja dan bersenang senang, jauh terbalik dengannya yang sudah dipeningkan dengan tagihan listrik, beras, uang kas sang adik, dan peningnya kehiduan rumah tangga lainnya yang seharusnya masih jauh dia pikirkan.

Beban dipundaknya terasa lebih berat ketika ia belum bekerja lagi.

Menjadi anak sulung itu, melelahkan. Baik secara fisik apalagi batin, dengan kita yang mengetahui semua permasalahan yang ada bukan berati kita yang paling serba tahu atau paling pintar. Tapi nyatanya kita yang paling diandalkan dirumah, bahkan rasanya kamu akan dibuat lebih dewasa sebagai mana mestinya, dibuat mandiri dengan keadaan.

Betul? Bukan hanya sulung, semua anak pun punya pressure sendiri entah itu sulung, tengah, atau bungsu.

Ingin menyerah dengan cepat kalau bisa, tetapi rasanya tidak adil jika kamu menyerah namun yang lainnya tetap berjalan bukan?

Maka dari itu tetaplah hidup meski dunia mempermainkanmu. Entah sudah berapa kali kamu terjatuh dan menangis sendirian tanpa ingin mereka tahu bahwa kamu pun butuh dilindungi dan merasa aman.

Terlalu sering menjadi tameng orang lain, sampai lupa diri sendiri pun perlu merasa aman dan terlindungi.

Nyatanya kamu akan menjadi egois dan berambisi tinggi dengan persaingan yang ada, bukan untuk diri sendiri, lagi lagi untuk orang yang kamu sayangi. Lalu, kemana harus kamu dapat pulang dan berteduh dari badai dan hujan?

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 06, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Setengah langit dan lukaStories to obsess over. Discover now