"Pagi yang Dihancurkan Lagu Dangdut"

15 4 0
                                        

ִ ࣪ ˖ ࣪ ᨰꫀᥣᥴ᥆ꩇꫀ ! ᰔ ִ ׄ⋆.

Happy ending

𝜗𝜚˚⋆°❀⋆.ೃ࿔*:・°❀⋆.ೃ࿔*:・

Ding! Ding! Ding!

Jam 05.30 pagi, alarm hpku bunyi dengan nada yang super menyakitkan. Rara menggeletar, mencoba meraih hp di meja samping sambil mata masih setengah terbuka. Tapi sebelum tanganku menyentuh perangkat itu, suara lain yang jauh lebih kencang mengguncang seluruh kamar:

"AYO SAMA-SAMA, GENG! HIDUP HARUS SEMANGAT... WOOHOOO!"

Diikuti oleh musik dangdut yang diputar dengan volume maksimal dari ruang tamu.

Rara menghela nafas panjang, menyadari bahwa ini bukan mimpi buruk. Ini kenyataan. Kenyataan yang bernama Arjuna - suami yang baru saja Rara nikahi seminggu lalu.

"Juna, tolong dong... masih pagi banget!" teriak Rara dari kasur, harapnya suaminya mendengar. Tapi tidak ada jawaban selain suara dia yang nyanyi lebih keras lagi: "LAHIR BANGSA KITA INDONESIA... RAJA DUNIA!"

Aku terpaksa bangkit, memakaikan baju tidur yang kuseret dari lantai, dan melangkah ke ruang tamu dengan langkah lemah. Di situ, Arjuna berdiri di tengah ruang tamu dengan mengenakan celana pendek dan kaos oblong yang terbalik, sedang menari dengan gerakan yang super konyol - kaki dia melompat-lompat, tangannya bergoyang-goyang seperti orang yang sedang main tarik tambang. Speaker yang dia letakkan di atas meja tamu membunyikan lagu dangdut itu dengan getaran yang membuat kaca jendela bergetar.

"Eh, sayang! Kamu sudah bangun?" dia berhenti menari sejenak, tersenyum lebar sampai lihat gigi-giginya. "Aku masak nasi goreng loh! Dan aku putar lagu biar semangat paginya!"

Rara berdiri di ambang pintu, matanya masih bingung karena kurang tidur. "Juna, jam 05.30 pagi lho. Orang lain masih tidur. Tetangga pasti marah."

"Marah? Tidak mungkin!" dia menggeleng-geleng, lalu memutar volume speaker makin tinggi. "Lagu ini kan enak! Tetangga pasti ikut nyanyi bareng!"

Tepat saat itu, suara ketukan dari pintu depan terdengar. Keras. Sangat keras.

Arjuna memalingkan wajah ke arah pintu, lalu menoleh ke arah Rara dengan senyum yang lebih lebar lagi. "Lihat? Tetangga mau datang ngobrol bareng!"


Suami yang hyperWhere stories live. Discover now