Haruto sama Jeongwoo itu tetangga dan emang udah temenan dari kecil, dari baru brojol banget sampai apa apa tuh tentang mereka pasti bakalan tau banget, maksudnya Haruto tau tentang Jeongwoo, begitupun sebaliknya.
Pagi ini Haruto sudah berdiri didepan gerbang rumah Jeongwoo dengan seragam sekolah rapi juga tas yang sudah tersampir di pundaknya, dia langsung teriak manggil sahabatnya itu.
"PARK JEONGWOO BURUAN NANTI TELAT"
brak!!
Bugh
GUBRAK
"IYAA TUNGGU!!!"
terdengar suara kekacauan dari dalam rumah dua tingkat itu, Haruto terkekeh lalu melihat pintu besar itu terbuka dan memperlihatkan Jeongwoo yang sedang terburu-buru memakai sepatunya, Haruto langsung masuk dan menghampiri Jeongwoo.
"buruan"
"iya sabar bego, ini juga sepatu kenapa harus nyangkut segala sih!"kesalnya
Haruto langsung jongkok dan membantu Jeongwoo memasang sepatunya, setelah selesai keduanya langsung berlari menuju halte bus di depan komplek mereka.
Untung saja bus nya belum jalan dan alhasil mereka tidak ketinggalan.
Setelah sampai ternyata kursi bus nya tidak ada yang kosong, terpaksa mereka berdiri.
"Haduhh gara gara lo nih kita jadi berdiri"Haruto menekan kening Jeongwoo yang membuat si empu kesal.
"biasa aja bego. Lagian siapa suruh sok ikut balapan sampai motornya dijadiin bahan taruhan, kalah baru tau rasa"ketus Jeongwoo
Iya ga salah lagi, awalnya mereka biasanya pakai motor sport hitam kesayangan Haruto, tapi si jangkung itu dengan bodohnya menerima taruhan balap liar dengan anak sekolah sebelah dengan mengorbankan motor kesayangannya, akhirnya Haruto kalah dan motornya diambil oleh si anak sekolah sebelah. Orang tuanya langsung mengomel dan untungnya Haruto sultan jadi besok bakalan dibeliin lagi sama papa nya.
Haruto hanya diam menahan senyumnya.
"senyum lagi lo emang ga ada malu, gw sih malu ketemu sama mereka"
"gw ga malu, asalkan gw udah berani nerima taruhan itu aja gw udah menang"
"goblok namanya"
Cittttt
Bus yang mereka naiki tiba-tiba rem mendadak yang membuat Jeongwoo oleng dan jatuh ke dada Haruto, Haruto otomatis melingkarkan tangannya di pinggang Jeongwoo.
Keduanya bertatapan cukup lama, sampai akhirnya seseorang yang berdiri di dekat mereka berujar.
"dek udah sampe sekolahnya, mau pelukan terus keliling kota?"
Keduanya langsung sadar dan berdehem canggung, setelah membayar mereka turun dan merapikan seragam masing-masing.
"yaudah sih anggap aja lo nyelametin gw dari jatuh kan"ucap Jeongwoo tiba-tiba
Haruto terkekeh dan mengangguk.
Keduanya pun masuk ke dalam halaman sekolah, tahun ini mereka sudah menginjak kelas 12 dan ini adalah hari pertama mereka kelas 12 yang artinya masih ada anak anak mpls disekolah mereka pagi ini.
Doyoung si ketua osis langsung menatap mereka.
"kalian berangkat pake bus? biasanya pake motor"tanya Doyoung
"iya panjang ceritanya"Jeongwoo
"pendekan"
"goblok"
Doyoung langsung tertawa.
"yaudah sana liat kelas kalian di mading, gw mau ngurus bocah mpls"
"semangat ketos, jabatan nya tinggal beberapa bulan lagi wkwkwk"tawa Haruto dan Jeongwoo
YOU ARE READING
Treasure one shoot
General Fictionyang gasuka beginian mending jauh jauh, jangan pada salpak yee! BXB
