step brother-0

55 4 0
                                        

.
.
.
.
.
.

Halo namaku cavazel, panggil saja aku va atau zel juga boleh. Intinya singkat saja biar tidak ribet. Ah ya umurku baru 19 tahun, kini aku berkuliah di universitas terbaik di kota ini dengan mengambil jurusan tataboga karena aku suka memasak dan juga ingin bisa memasak.

Dulu saat kecil cita citaku ingin menjadi chef terkenal. Namun sekarang, kurasa berubah lagi. Aku hanya ingin bisa memasak, soal profesi aku belum begitu memikirkanya.

Tok tok tok tok!

Ketukan berulang dan juga tak sabaran membuatku yang tengah memakai masker di wajah mendengus kesal. Aku sungguh tau siapa pelakunya, ya siapa lagi. Pasti saudara tiriku yang bernama sunoo.

Ya aku punya saudara tiri. Satu tahun lalu mama menikah dengan rekan bisnisnya, setelah kurang lebih 9 tahun lamanya menjadi single parent, usai perceraian nya dengan papa.

Aku tak mau merepotkan diriku untuk sekedar beranjak membuka pintu. Karena tak kupersilahkan pun dia akan menyelonong masuk jika pintunya tidak dikunci.

Dan saat ini aku tak menguncinya.

Brak

Dengan stelan santai rumahanya, kaos putih dan celana pendek diatas lutut. Sunoo menatapku datar di ambang pintu, walaupun datar sungguh menyebalkan. Ingin sekali ku cabik cabik wajah menjengkelkanya itu sekarang juga.

"Aku lapar, buatkan aku mie"

Aku mendelik kesal sampai bola mataku rasanya ingin keluar. Bisa-bisanya dia menyuruhku sedangkan di rumah ini sudah difasilitasi banyak pelayan. Lalu apa gunanya mereka?

"Hei kau tuli?"

Kutarik nafasku panjang panjang.."kenapa kau menyuruhku? Dirumah ini kan sudah ada pelayan! Mengapa kau tak menyuruh mereka saja? Mengapa harus aku? Lalu apa guananya mereka bekerja? Kau tidak lihat aku sedang apa? Kenapa kau begitu menjengkel-"

Belum selesai cerocosanku keluar semuanya sunoo malah menyumpal mulutku dengan apel yang entah kapan dia pegang.

"Kau sangat brisik"ucapnya lalu mendudukan diri di meja belajarku. Sungguh orang ini benar-benar memancing amarahku.

Ku kunyah apelnya sekalian. Ternyata rasanya manis juga, padahal 2 hari lalu aku dapat apel hambar, aku tidak suka dan berakhir membuangnya.

"Aku lebih suka mie buatan mu. Kau kan anak tataboga"katanya sambil berputar di kursi belajarku.

"Alasan saja"

"Aku serius"

"Kenapa tak makan yang lain? Aku yakin banyak makanan di meja makan"

"Memang. Aku sedang tak selera, yang kuingin sekarang hanyalah mie..buatanmu"

Tck. Sehari tak merepotkanku sepertinya tidak bisa. Aku pun akhirnya mengalah dan membilas maskerku karena sudah 15 menit lamanya.

Dari pada dia tidak pergi dari kamarku, lebih baik aku segera membuatkanya.

Tak butuh waktu lama. Sekitar 7 menit mie buatanku telah tersaji dihadapan sunoo. Pemuda itu tampak menhirup dalam-dalam aroma sedap mie yang mengguar.

Dirinya tersenyum puas begitu mencicipi sedikit kuahnya.

"Ini baru yang kumau. Dan hanya kau yang bisa membuatnya"

Aku berdecih. Sok memuji jika sedang ada maunya, diluar itu dia akan bersikap sangat menyebalkan.

"Mau kemana kau?"

Ku hentikan langkahku, berbalik menatapnya dengan alis terangkat sebelah. Aku tak berniat sedikitpun mengeluarkan suara untuk bertanya apa maksudnya memanggilku.

"Kau tuli?"

Tck. "MAU KEKAMAR. KENAPA?"aku berteriak kesal. Sunoo tampak terkejut namun setelahnya menertawaiku dengan kencang.

Ah sebalnya..
Ku makan juga kau!

"Biasa saja dong. Aku aku bertanya dengan baik"

"Tck. Kenapa? Mau apalagi kau kim sunoo?"

"Tidak apa. Hanya bertanya saja"

Huft...
Sebelum tanpa sadar ku lempar barang disekitarku aku lebih memilih bergegas kekamarku, kudengar suara tawanya yang menggema begitu menyebalkan.

Tck. Dasar gila.


Tbc.







Step BrotherWhere stories live. Discover now