Reina Matsushima membuka matanya, bukan di ranjang rumah sakit seperti yang ia duga, melainkan di sebuah ranjang bayi yang mewah. Aroma lavender dan bedak bayi menusuk hidungnya. Ia mencoba menggerakkan tubuhnya, namun yang ada hanyalah tangan dan kaki mungil seorang bayi.
"Ini... mimpi?" gumamnya dalam hati.
Seorang wanita paruh baya dengan seragam pelayan menghampirinya. "Oh, Araa sayang, kamu sudah bangun? Sebentar ya, Bibi siapkan susumu."
Araa? Nama itu terasa familiar. Otaknya berusaha mengingat sesuatu, dan tiba-tiba, sebuah ingatan menyeruak. Novel fantasi berjudul "The Prince's Curse" yang baru selesai dibacanya beberapa hari lalu. Tokoh antagonis utama dalam novel itu bernama Xavier Ergino Byantara , seorang pangeran es yang dingin dan kejam. Dan Reinara Celine Ergino Byantara , yang kini dipanggil Araa, adalah... putrinya.
"Tidak mungkin..." bisiknya tak percaya.
Pintu kamar terbuka, dan seorang pemuda masuk dengan wajah datar. Wajahnya... persis seperti wajah Araa dalam versi laki-laki. Iris matanya berwarna hazel yang indah, namun tatapannya dingin dan menusuk. Xavier Ergino Byantara. Ketua geng motor yang ditakuti, dan sekarang, ayahnya.
"Sudah bangun?" tanyanya tanpa ekspresi. "Jangan berisik. Aku tidak suka bayi."
Reina terkejut. Jadi, ini bukan mimpi. Ia benar-benar bereinkarnasi menjadi putri dari tokoh antagonis yang paling dibencinya. Dan yang lebih parah, ayahnya bahkan tidak menginginkan kehadirannya.
"Leira sudah meninggal," lanjut Xavier, suaranya datar. "Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan denganmu."
Leira Agatha Christie Bagaskara. Ibu Araa yang meninggal setelah melahirkannya. Reina merasa hatinya mencelos. Ia tahu bahwa hidupnya tidak akan mudah. Ia harus bertahan hidup di dunia yang kejam ini, dengan seorang ayah yang dingin dan tanpa ampun.
"Mulai sekarang, jangan harap aku akan menyayangimu," ucap Xavier sebelum berbalik dan pergi. "Kau hanya pengganggu."
Air mata menetes dari sudut mata Araa. Ia tahu, perjalanannya baru saja dimulai. Ia harus mengubah takdirnya, dan yang terpenting, mencairkan hati ayahnya.
YOU ARE READING
Antagonis Daughter
General FictionBab 1: Kehidupan Baru, Ayah yang Dingin Reina Matsushima membuka matanya, bukan di ranjang rumah sakit seperti yang ia duga, melainkan di sebuah ranjang bayi yang mewah. Aroma lavender dan bedak bayi menusuk hidungnya. Ia mencoba menggerakkan tubuhn...
