Bagian 01

1.9K 127 3
                                        

Jam menunjukan angka sepuluh lewat lima menit, pria dengan tinggi badan 179 tengah menatap kota Milan - Italia dari arah dalam apartemen milik keluarga nya. Sudah lebih dari lima belas tahun lama nya, dirinya tidak menunjukkan kehidupannya diluar sana. Dirinya masih belum ada keberanian untuk keluar dari bayangan masa lalu keluarganya.

Ia menutup kembali tirai jendela apartemen nya, lalu ia melangkah menuju foto yang berisikan kedua orang tua nya dan kedua adiknya. Ia mengelus lembut pigura tersebut, dan menghela nafas sesaat. Lalu ia kembali menatap pigura tersebut dengan tajam. Mata keemasan milik bersinar diantara gelap nya apartemen miliknya.

"Aku kembali"

.
.
.

Jepang - tepatnya di kota metropolitan Tokyo. Kota Tokyo, selalu dikenal dengan pusat perekonomian dan industri utama Jepang, dengan PDB metropolitan yang sangat besar dan menyumbang sekitar dua puluh persen PDB Jepang.

Kini seorang pria dengan surai merah nya, baru saja mendarat di kota kelahiran nya, Tokyo. Ia baru mendarat beberapa menit yang lalu, dan saat ini ia tengah menunggu jemputan. Ia menggenggam ponsel nya dan memberikan pesan pada salah satu teman nya yang sudah lama tinggal di kota ini. Setelah mengirimkan pesan tersebut, ia memasukan kembali ponsel nya kedalam saku celana nya.

Sesaat ia memejamkan matanya dan menghirup udara segar dari kota ini, sudah lama aku tidak mencium segar nya udara negara ini batin nya dengan menikmati angin yang menerpa nya.

Ia membuka mata nya, dan pandangan nya berhenti pada deretan mobil yang melintas didepan nya, ia menaikan sebelah alis nya. Lalu ia mendengar derap langkah kaki yang lebih dari satu pasang kaki, hingga seorang pria dewasa yang menurut perkiraan nya berumur 30 tahun berdiri disampingnya. Pria tersebut melepaskan kacamata hitamnya dan memasuki mobil Ocelot Pariah tanpa menyadari tatapan dari dirinya.

Setelah itu, mobil yang terparkir didepan nya melaju kencang melintasi kota Tokyo. Dirinya pun mendengus melihat orang seperti mereka. Sangat mengusik dirinya.

Beberapa menit kemudian, ia mendengar suara teman nya memanggil dirinya.

"Oi Harris Morgan"

Ia menoleh dan mendapati teman bersurai biru melambaikan tangan nya kearah dirinya. Ia mendekati nya dan ia mendapatkan serangan dadakan berupa pelukan hangat dari pemuda bersurai biru tersebut. Ia terdiam tanpa membalas pelukan tersebut, bahkan dirinya tidak membalas apa yang dikatakan oleh teman lama nya.

"Harris, senang melihat mu kembali"

Setelah itu, pemuda bersurai biru tersebut melepaskan pelukan nya. Pemuda bersurai biru - Souta - pun mengajak dirinya untuk pulang ketempat rumahnya yang sudah lama tidak pernah ditempati.

Mereka masuk kedalam mobil Invetero Coquette D10 berwarna coklat keemasan. Souta mengemudikan mobil nya dengan begitu lihai, Dirinya hanya memijat pelan kening nya yang terasa pening. Ia tidak menyangka bahwa salah satu kebiasaan teman lama nya, belum pernah berubah.

Tidak membutuhkan waktu lama, kini mereka tiba di salah satu Mansion keluarganya. Ia keluar dari mobil nya, dan menatap sekelilingnya rumah lama nya. Pandangan dirinya jatuh pada halaman rumah yang luas, ia merasa kembali mengingat masa lalu bersama kedua adik kecilnya. Souta melihat senyum tipis teman nya pun, ikut tersenyum. Souta merasa bahagia setelah lima belas tahun lama nya, ia tidak melihat senyum teman kecil nya, walau hanya senyum kecil.

Gold Eyes || Rion x CaineCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang