Prolog
Kiara Elysia Larasati adalah anomali di tengah deretan seragam putih abu-abu.
Sebagai murid baru di SMA Cipta Bangsa, ia cepat beradaptasi, berani tampil, dan aktif di mana-mana, terutama di organisani pramuka yang menuntut disiplin. Ia menjalani hidupnya seolah-olah semua sudah terencana rapi dalam buku catatannya.
Hingga hari itu.
Di tengah terik matahari dan komando yang keras, di antara simpul tali, sandi sandi, dan janji yang diucapkan dengan seragam cokelat yang rapi, ia bertemu dengan sepasang mata yang mengubah seluruh kompas hidupnya.
Arka Danendra bukan hanya seorang teman, ia adalah poros yang menyalakan gairah dan arti dari segala sesuatu yang selama ini hanya berupa rutinitas. Sejak momen itu, bagi Kiara, tidak ada lagi yang penting selain memastikan kisah ini memiliki awal yang layak dan abadi.
Author's Note:
Guys, mohon maaf apabila ada pemilihan kata yang kurang tepat, aku pemula xixixi. Aku menerima semua masukan yang membangun ya! Happy reading.
— Launa E.N.
CITEȘTI
827
Dragoste827 bukan sekedar angka bagi Kiara dan Arka. Kisah mereka terjalin terlalu indah, terbungkus aura ungu magenta dari mimpi yang tak ingin mereka tinggalkan. Hubungan ini adalah anomali, sebuah jeda manis dari dunia nyata yang keras. Mereka berdua tah...
