Kaviar Horest, seorang perwira senior kepolisian federal, telah menghabiskan sebagian besar hidupnya menegakkan hukum dan menjaga batas antara benar dan salah. Namun setelah satu kecelakaan mengubah hidup tunangannya, Janina Aves, batas itu perlahan...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Sirene ambulans meraung malam itu, memecah sunyi jalan bebas hambatan. Lampu merah‑biru polisi saling bersilangan, menyinari garis kuning yang dipasang di sepanjang titik tabrakan. Bau darah bercampur besi memenuhi udara; tiga jenazah telah ditemukan. Hanya satu yang masih hidup seorang wanita bernama Janina Aves, terluka parah dan tak sadarkan diri.
Seluruh aparat kepolisian dari berbagai cabang turun ke lokasi. Mereka bekerja cepat, mengetahui siapa yang menjadi korban dan siapa yang sedang menuju rumah sakit dengan kecepatan penuh: Perwira Kepolisian Federal, pimpinan cabang pusat, Kaviar Horest.
Tiga minggu lagi wanita itu akan menjadi istrinya. Kini, lewat sambungan telepon yang nyaris tak bisa ia genggam karena shock, ia diberi tahu bahwa tunangannya mengalami kecelakaan fatal dan keluarganya... tidak selamat.
Di rumah sakit, dokter keluar memanggil keluarga korban.
Kaviar berdiri mematung. Kata‑kata dokter tidak mampu ia tangkap. Bagaimana mungkin ia bisa melalui ini? Bagaimana caranya untuk ia memberi tahu Janina bahwa orang tuanya dan adiknya sudah tiada?
"Dok... Saya." Suaranya pecah. "Saya wali‑nya. Saya calon suami Janina Aves. Ada yang mau anda sampaikan, Dok?"
Dokter menarik napas panjang, lalu menjawab pelan namun tegas, "Tuan... kami perlu membuat surat pernyataan yang harus Anda tanda tangani secepatnya."
"Surat... apa?" Kaviar menatap kosong.
"Organ reproduksi Nona Janina rusak berat akibat kecelakaan. Kami harus melakukan tindakan pengangkatan segera. Tanpa persetujuan Anda, kondisinya bisa semakin membahayakan."
Seketika dunia Kaviar runtuh. Ia tak bisa berkata apa pun. Janina adalah wanita yang begitu mencintai anak kecil dan kini, masa depannya direbut dalam satu malam. Ia memijit pelipisnya, menahan pecahnya seluruh pertahanan terakhir di dalam dirinya.
Ia menandatangani lembaran itu cepat sebelum ia mampu menjawab, seorang anggotanya datang terburu‑buru.
"Tuan! Kami sudah melacak CCTV jalan. Mobil yang menabrak Janina... itu milik kriminal yang sudah lima tahun kita buru. Tapi CCTV tidak cukup jelas. Ia terlihat membuntuti mobil yang berada tepat didepan mobilnya Janina, lalu... entah apa yang terjadi. Tiba‑tiba kecelakaan maut itu tak dapat dielakkan."
Kaviar mengepalkan tangan. "Urus semuanya," ucapnya dengan suara yang hampir tidak santai. "Di mana aku bisa menemui penjahat ini?"
"Tidak ada jejaknya, Tuan. Lima tahun kami gagal. Dia licik, cerdas... dan selalu satu langkah di depan. Tapi... kalau Anda mau melihat sistem gelap di ruang bawah tanah, mungkin... Anda bisa menemukannya. Meski bukan berarti bisa menangkapnya dengan mudah."
Hening sejenak. Lalu Kaviar berkata, lebih dingin dari malam itu "Hapus semua data tentang aku. Buat identitas palsu. Masukkan aku ke daftar kriminal sistem hitam. Mulai hari ini, Kaviar Horest hilang berganti posisi sebagai kriminal."
Ia menatap tajam ke arah koridornya sendiri.
"Dan gantikan dengan... Horest."
_____
"Tuan..." para penjaga membungkuk ketika gerbang baja terbuka.
Di baliknya, bukan sel penjara biasa. Melainkan markas kejahatan bawah tanah, tempat para kriminal tidak dikurung tetapi dijadikan kekuatan yang lebih berbahaya dari penjara mana pun.
Seorang pemuda berdiri di tengah ruangan, mata tajam dan tenang seperti seseorang yang sudah lama berhenti percaya pada dunia.
Nolan Panyllan. Otak cemerlang yang membuat kerusakan menjadi seni. Kriminal yang tak pernah bisa ditangkap.
Kaviar menggenggam rahang, menahan semua amarah dan dendam yang menggerakkan napasnya.
"Tunggu aku, Nolan Panyllan," ucapnya berat. "Nanti kau akan menatap mataku ketika aku menyeretmu keluar dari kegelapan yang kau buat."
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.