Kanemoto Yoshinori, yang biasa dipanggil Yoshi, berdiri di sudut ruang resepsi yang mewah itu, memegang segelas jus sparkling dengan sikap apatis yang hampir sempurna. Sambil menatap kerumunan orang asing yang tertawa dan bersulang, ia merasa seolah-olah sedang menghadiri pemakaman, bukan perayaan.
Ayahnya, Kanemoto Itto, baru saja menyelesaikan janji suci—sumpah untuk menikahi Kim Yuri.
Pernikahan. Kata itu seharusnya berarti kehangatan, komitmen, dan keluarga baru. Bagi Yoshi, seorang perfeksionis berusia 20 tahun, anak tunggal yang dominan, kata itu berbau pengkhianatan. Ia tidak membutuhkan, tidak menginginkan, dan tidak akan pernah menerima seorang saudara. Apalagi, saudara tiri. Apalagi, saudara tiri dari ibu barunya.
"Yoshi, sayang, mengapa kau di sini sendirian?"
Kim Yuri, yang kini berstatus istri ayahnya, mendekatinya dengan senyum yang terlalu lebar dan gaun pengantin lace yang terlalu mewah. Yuri adalah wanita yang baik, terlalu baik, yang membuat penolakan Yoshi terasa semakin sulit.
"Saya baik-baik saja, Nyonya Kim," jawab Yoshi, menggunakan panggilan yang menunjukkan rasa hormat formal yang ia sepakati dengan ayahnya, sebuah kata yang terasa asing di lidahnya, mencerminkan jarak emosional yang ia jaga.
Yuri menyentuh lengan Yoshi. "Kau harus lebih banyak tersenyum hari ini. Ini hari besar Ayahmu."
Yoshi tersenyum, senyum yang diukur, hanya melibatkan otot-otot di sekitar matanya, tanpa mencapai jiwanya. Itu adalah senyum yang berkata, 'Saya tahu ini hari besar Anda, tapi ini bukan hari besar saya.'
"Di mana Kim Junkyu?" tanya Yoshi, sengaja menyebut nama lengkap saudara tirinya.
Yuri mengerutkan kening lembut. "Junkyu... dia ada di sana, di dekat meja hidangan penutup. Kau tahu, dia sedikit sensitive tentang keramaian."
Sensitive. Junkyu, anak laki-laki berusia 19 tahun, setahun di bawahnya, yang konon memiliki energi yang berlebihan dan selalu merengek. Yoshi baru bertemu dengannya beberapa kali selama pertemuan formal, dan setiap kali, Junkyu berhasil membuatnya kesal.
Jika Yoshi adalah perwujudan kendali yang dingin, Kim Junkyu adalah definisi dari kekacauan vokal.
Saat ini, Junkyu sedang berdiri di samping tumpukan macaron berwarna-warni. Ia tidak 'sensitive terhadap keramaian', ia sedang melarikan diri dari keramaian sambil mengomel pada dirinya sendiri.
Junkyu mengenakan setelan jas yang terasa kaku dan gatal. Rambutnya, yang seharusnya rapi, telah ia acak-acak berkali-kali karena stres.
"Aku tidak percaya. Anak tunggal selamanya, hilang dalam satu hari," gerutunya, mengambil macaron ungu dengan gerakan marah. "Ini tidak adil. Ini adalah pengambilalihan. Stealth operation oleh Kanemoto Itto untuk mencuri Ibu dariku."
Ibunya, Kim Yuri, adalah dunianya. Sebagai anak tunggal yang dimanjakan dan dicintai, Junkyu terbiasa menjadi pusat alam semesta ibunya. Tiba-tiba, alam semesta itu terbagi dua, dan bagian yang dibagi adalah seorang pria Jepang kaku bernama Kanemoto Itto, dan yang lebih buruk, anaknya. Junkyu membenci ide memiliki saudara, apalagi saudara tiri.
Ia mengangkat kepalanya dan matanya bertemu dengan seseorang. Jauh di seberang ruangan, berdiri di sebelah Ibunya, adalah Kanemoto Yoshinori.
Yoshi.
Junkyu menatap Yoshi, dan kekesalannya melonjak. Yoshi adalah segala sesuatu yang dibenci Junkyu. Tenang, rapi, postur tubuh sempurna, dan selalu terlihat seolah-olah ia baru saja memenangkan lotere akademik. Wajahnya yang tampan terlihat tenang, tetapi tatapannya, bahkan dari jauh, terasa menghakimi.
"Sok dewasa," pikir Junkyu. "Dia pikir dia lebih baik karena dia setahun lebih tua. Dia hanya menyebalkan yang kaku dan munafik."
Junkyu memutuskan untuk melakukan sesuatu yang kekanak-kanakan. Ia mengambil macaron hijau terang dan melemparkannya ke mulutnya sekaligus, mengunyahnya dengan ekspresi yang sangat provokatif, berharap Yoshi melihat kekacauan dan kenakalannya.
YOU ARE READING
My Beloved Brother || YoshiKyu vers.
FanfictionWARNING 21+ Penyatuan keluaraga Kanemoto dan keluarga Kim dalam sebuah pernihakan membawa perubahan besar pada kehidupan Yoshi dan Junkyu yang sebelumnya adalah anak tunggal dalam keluarga. Start : November 18, 2025 End : January 9, 2026 Tidak masal...
