Pairing : Kyuhyun X Sungmin
Genre : Fluff, romance, almost no plot
Boy x Boy
====
Shall We Dance, Sungmin?
Uap ramyun mengepul pelan dari panci. Dapur rumah itu penuh aroma kaldu dan bawang, sementara Sungmin berdiri dengan kaus longgar dan celana pendek rumahnya, rambutnya agak berantakan tapi ia naikkan ke atas dengan bando tipis hitam agar poni tidak menutupi matanya.
Tepat saat Sungmin memasukkan telur ke dalam panci, suara password di pintu berbunyi cepat.
"Eo?" Sungmin menoleh setengah tersenyum, sendok masih di tangan.
Kyuhyun muncul di ambang pintu, jaket hitam belum dilepas, dengan senyum jahil di wajahnya. Tatapan matanya langsung tertuju pada Sungmin—lalu, entah dari mana, dia mulai bersenandung pelan.
"Oh, shall we dance...?"
Nada rendahnya mengisi ruangan, menggema di antara suara air mendidih. Tanpa aba-aba, Kyuhyun melangkah mendekat, memutar tubuh Sungmin pelan dari belakang, seperti sedang mengajaknya berdansa di dapur yang terasa lebih sempit karna diisi dua orang.
"Yah—apa sih," Sungmin protes, tapi suaranya sudah bercampur tawa.
Kyuhyun tertawa kecil, lalu menunduk, suaranya nyaris berbisik di telinga Sungmin.
"I bam e chwihae..."
Sungmin akhirnya menyerah, membiarkan dirinya diputar lagi, matanya menatap Kyuhyun yang masih bernyanyi dengan gaya overdramatic tapi... tetap terlihat terlalu tampan untuk diabaikan.
"Kenapa sih, tiba-tiba?"
"Lagu baru di kepalaku," jawab Kyuhyun ringan.
"Lagu baru?"
"Bukan lagu baru. Lagu yang cocok buat malam ini."
Sungmin menggeleng sambil cekikikan, mencoba kembali fokus ke ramyun yang hampir matang. Tapi matanya, tanpa sadar, terus mencari Kyuhyun yang kini bersandar di meja, memandanginya dengan tatapan lembut dan nakal di saat bersamaan.
In the Warm Light
Uap dari panci mulai menipis, tapi suasana malah makin padat — entah oleh aroma ramyun atau sesuatu yang lain.
Kyuhyun masih bersandar di meja, matanya menatap Sungmin tanpa berkedip. Bibirnya tersenyum tipis, lalu perlahan, tanpa musik apa pun selain bunyi air mendidih, ia kembali bersenandung.
"Stark red lips, your translucent skin..."
"Your fragrance that is strange but familiar..."
Nada suaranya dalam, rendah, nyaris seperti gumaman yang hanya untuk mereka berdua.
Langkahnya mendekat—satu, dua—dan Sungmin otomatis mundur setengah langkah, sendok di tangan masih meneteskan kuah panas.
"Ya... jangan nyanyi lagi, nanti kuahnya tumpah," Sungmin berkata pelan, tapi matanya tidak bisa berpaling.
"Wae?" Kyuhyun mendekat sedikit lagi, senyum nakalnya semakin kentara.
"Karena kau bernyanyi seperti... ngajak sesuatu," jawab Sungmin, pura-pura santai.
Kyuhyun tertawa kecil, lalu berhenti tepat di depan Sungmin.
Matanya menatap lurus ke wajah di depannya — dekat sekali sampai Sungmin bisa mencium samar aroma parfum Kyuhyun, clean but heavy at the base notes.
"Then let's give this moment over to the music," bisiknya lembut, masih melantunkan lirik.
"Sway me gently..."
Ia mengulurkan tangan, dengan gestur berlebihan seperti penari ballroom.
Sungmin menatapnya, pura-pura kesal tapi senyum di ujung bibirnya malah muncul tanpa izin.
"Gila, kau benar-benar mau nari di dapur?"
Kyuhyun mengangguk serius, "Why not? Tonight, we can dance."
Tangan Sungmin akhirnya terulur juga — bukan karena dia setuju, tapi karena sulit menolak seseorang yang menatapnya seperti itu.
Kyuhyun menariknya pelan, lalu menempatkan tangan Sungmin di dadanya, tepat di atas detak jantung yang terasa cepat tapi stabil.
YOU ARE READING
Shall We Dance
FanfictionKyuMin fluff fanfiction - Terinsipirasi dari lagu Super Junior - I think I. Terutama bagian lirik i bam-e chwih ae (get drunk in this night) Tentang Kyuhyun yang menggoda Sungmin untuk menari bersamanya di dapur mereka. Malam itu mereka tidak berhen...
