Geonwoo x Xinlong
Kim Geonwoo, seorang dokter residen kandungan terlibat dalam kecelakaan lalu lintas tak terduga. Ketika terbangun, ia mendapati kejanggalan pada dunianya. Bagaimana mungkin, di dunianya ini laki-laki bisa hamil?
-
⚠️bxb; mpreg
Kim Geonwoo terbangun dengan napas yang tak karuan, keringat bercucuran dan dadanya yang sesak karena kalut. Ia berkedip beberapa kali, menetralkan pandangan yang buram dan deru napas yang seperti baru lari sepuluh putaran itu.
Geonwoo menghela, melihat sekelilingnya, meja kayu berisi komputer dan tumpukan kertas, kursi besi dingin yang jadi tempatnya duduk, dan bangsal di sudut ruang. Ternyata ia masih berada di ruang jaga poli kandungan.
Syukurlah semua hanya mimpi, jantungnya nyaris copot kala mimpi buruk dimana ia dan rekannya yang baru saja pulang dari jaga malam hampir tertabrak mobil. Padahal rasanya tubuh Geonwoo sudah melayang terhempas ke jalan. Lantas pandangannya hilang makin buram begitu saja.
"Untung cuma mimpi." Geonwoo menggelengkan kepalanya, ia lihat jam tangan, pukul dua siang.
Keningnya mengernyit heran, dari kapan dia tidur? Apakah sedari tadi tak ada pasien sampai dia bisa tidur hingga terbawa mimpi. Ia kemudian bangkit dari kursi, menyadari tubuhnya tak dibalut jas putih, akhirnya ia ambil snelli yang tergantung di samping meja.
"Dok? Tadi suara apa?"
Itu suara sang perawat dari balik dinding sekat antara ruangannya dengan meja perawat di depan. Geonwoo sedikit bingung karena itu suara laki-laki, biasanya ada perawat perempuan yang jadi rekannya. Apa hari ini memang beda ya? Bagaimana mungkin ia tidak ingat apa yang terjadi pagi tadi.
"Bukan apa-apa. Siang ini ada berapa pasien?" Balas Geonwoo, merapikan snelli dan kemejanya.
"Sekitar 4 antrian lagi, dok."
"Suruh masuk aja sekarang."
Kemudian tak ada sahutan lagi kecuali suara pintu terbuka. Geonwoo kembali ke tempat duduknya, melihat data pasien lewat komputer.
"Silahkan duduk," ucapnya saat dia rasa eksistensi seseorang yang baru masuk ke ruangan walaupun pandangannya tak lepas dari layar komputer.
"Lho istrinya mana pak?"
Geonwoo mengangkat alisnya heran, yang duduk di kursi depannya ini adalah seorang laki-laki berambut cokelat. Laki-laki itu tampak bingung dengan pertanyaan Geonwoo.
"Em... saya sendiri," katanya agak ragu.
Geonwoo makin terheran-heran. "Ini pasien atas nama Park Xinlong usia 25 tahun." Geonwoo mengecek lagi nama di layar komputer. "Check up kehamilan trisemester pertama."
"Iya, dok. Dia tuan Park Xinlong."
Tunggu. Otak Geonwoo memproses bingung kala sang perawat tiba-tiba menyahuti dari balik dinding. Ia berkali-kali coba memastikan, dibaca berulang kalipun ia tetap tidak paham.
Apa katanya? Laki-laki hamil? Memangnya itu masuk akal? Bertahun dia menempuh pendidikan dokter hingga sampai di tahap menjadi residen *Obstetri dan Ginekologi, sekalipun ia tak pernah membaca artikel tentang laki-laki yang hamil.
Ini sebuah eksperimen, prank atau apa?! Begitu batin Geonwoo saat ini.
Xinlong, laki-laki muda itu dia tidak mengerti dengan reaksi dokternya. Pria itu tampak begitu terkejut seolah bertemu alien atau apa. Bahkan tangan bergetar si dokter yang sibuk gerakkan mouse komputer sangat aneh menurutnya.
"Ners!" Geonwoo bangkit dari kursi, data pasien di komputernya aneh.
"Iya, dok."
Perawat bertanda nama Lee Sangwon itu langsung menghampiri saat Geonwoo memanggil. Terdapat raut lumayan panik ketika dirinya disebut dengan intonasi agak tinggi. Sangwon melihat ke Xinlong, keduanya sama-sama pasang ekspresi bingung.
Kenapa sih dokter residen satu ini?
"Ini kenapa? Sistemnya salah input ya? Masa data pasien laki-laki check up kehamilan di poli Obgyn?"
"Nggak, dok. Ini memang betul, tuan Park Xinlong, male Omega."
Geonwoo mengusap rambutnya kasar, berkacak pinggang setelah merasa dipermainkan oleh perawat di sana.
"Mana ada laki-laki hamil, ners!" Tanpa sadar nada suara Geonwoo meninggi.
"Karena beliau Omega, dokter."
Sangwon meremat jemarinya sendiri, menahan diri untuk tidak marah juga, bagaimana mungkin seorang dokter residen Obgyn tidak tahu mengenai hal itu. Bisa gila Sangwon dibuatnya, apalagi si dokter terlihat seperti orang linglung yang tidak tahu apa-apa. Padahal Sangwon mengenal Geonwoo sebagai dokter residen yang kompeten dan jadi kesayangan *konsulen.
Sementara Xinlong jangan ditanya, tidak pernah sekalipun dia lihat dokter dan perawat ribut begini di hadapan pasien. Lagipula kenapa dokternya aneh sekali, ia yang tidak mengerti hanya mengusap perutnya pelan. Sepertinya dia datang ke rumah sakit yang salah.
"Kenapa ribut-ribut?"
Dari ambang pintu terdengar suara lain, mereka semua menoleh, seorang laki-laki dengan stetoskop menggantung di leher. Geonwoo dan Sangwon tahu betul, laki-laki itu adalah konsulen Obgyn, dokter spesialis kandungan, Kim Junseo.
Sangwon menjelaskan kejadiannya, Geonwoo berkali-kali melongo. Konsulennya juga tampak memihak Sangwon. Akal sehat Geonwoo seperti dikalahkan oleh realita rumit ini.
"Kenapa, Geonwoo? Apakah ada yang salah? Male omega memang sudah sewajarnya hamil. Itu kan pengetahuan yang mendasar sekali."
Tidak hanya Sangwon dan Xinlong, kini ketambahan si konsulen yang memandang Geonwoo dengan alis berjengit. Junseo baru saja kembali ke ruang poli lalu mendapati salah satu anak didiknya bertindak lain begini di hadapan pasien.
"Dokter, ini gak mungkin." Geonwoo masih coba menyanggah.
"Gak mungkin gimana, Geonwoo?"
Tidak, tidak. Semua ini gila, Geonwoo merasa sekujur tubuhnya dingin, apa dia sedang halusinasi? Tapi bahkan konsulennya mengatakan hal serupa. Tak ada jawaban masuk akal dibalik semua ini.
Lantas, entah mengapa, Geonwoo merasa dadanya sesak, diiringi tarikan napas yang pendek-pendek. Kepalanya pening setelah tahu semua ini. Ditambah telinga yang berdenging buat ia tak begitu jelas mendengar teriakan Sangwon.
"Dokter Geonwoo!"
Pandangan Geonwoo mengabur, Sangwon dan Junseo menyadari hal itu. Xinlong ikut panik, mereka bertiga mengulurkan tangan mencoba meraih Geonwoo, tetapi terlambat, tubuh Geonwoo jatuh ke lantai. Matanya perlahan terpejam dan kesadarannya menghilang total.
***
Note: - Dokter residen adalah dokter umum yang tengah menempuh pendidikan dokter spesialis - Konsulen merupakan dokter spesialis atau bahkan subspesialis yang sudah senior dan sangat berpengalaman di bidangnya - Obgyn cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada kehamilan (obstetri) dan penyakit kandungan (ginekologi)
--
Ekspresi gonu pas tau cowo bisa hamil:
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.