pulang ke rumah.

259 12 0
                                        

Pagi hari yang damai, diiringi dengan alunan musik yang diciptakan sendiri oleh sang tuan rumah yakni adyava william.

Ia sedang memasak untuk sarapan sembari menunggu waktu, hari ini anak kembar nya itu akan pulang setelah sekian lama menetap di cina.

"Selamat pagi sayang." sapa sang suami -yazénan william- yang baru saja menuruni anak tangga sembari membenarkan bajunya itu, lalu mengecup bibir dan pipi adya.

"pagi sayang, duduklah dulu aku akan membangunkan Kafka dan kean terlebih dahulu."

"mereka belum bangun?"tanya yazé

"sudah hanya saja mereka selalu menetap dikamar jika sudah bangun." jawab adya dan yazé hanya ber 'oh' ria.

adya pun menaiki lantai atas menuju kamar anak sulung dan tengahnya itu.

selang beberapa menit ia sudah kembali ke ruang makan diikuti oleh kedua anaknya.

"good morning dad." sapa kedua anak itu kepada ayahnya, tentu saja yazé memangnya siapa lagi?

"morning, apakah kalian harus disusul oleh baba kalian dulu baru kalian keluar dari kamar?"

" hehe, sorry dad aku sedang sibuk membuat tugas beberapa minggu ini" ujar si sulung, kean.

"aku hanya tidak ingin mengganggu baba memasak, bukan berarti aku tak mau membantu hanya saja aku takut memasak semua bahan masakan yang ada" jujur kafka pada ayahnya itu.

kafka itu suka memasak, tapi dia tidak pernah membatasi makanan yang ingin dia masak, seluruh isi kulkas dibabat habis olehnya.

Yazé hanya bisa terkekeh, dan Adya hanya bisa tertawa kecil sembari menggeleng kepalanya.

tidak habis pikir dengan pemikiran kafka.

"ah iya, hari ini adik-adik kalian pulang apakah kalian sudah mengetahui itu?"

" kami sudah tau papa, apakah papa ingin kami menjemput mereka? atau bagaimana? " ujar kafka sembari bertanya pada yazé.

" aku ingin kalian menjemput mereka, appa tidak ingin mereka kenapa-napa, kalian tau sendiri kan bagaimana mereka. " ujar yazé

kafka hanya terkekeh dan kean dia tertawa kecil mendengar perkataan papa-nya itu.

"baiklah jika itu yang papa mau, nanti kami akan menjemput mereka dan aku akan minta tolong pada hendery agar dia menemaniku."

- • -

Tiga remaja baru saja menuruni pesawat Chinese-Indonesian, mereka bertiga berjalan beriringan membuat beberapa orang di bandara memandang kagum ke arah mereka.

Mereka memakai pakaian sederhana saja padahal, ya mereka sengaja memakai pakaian sederhana karena mereka tidak ingin terlalu menjadi pusat perhatian pengunjung.

Namun mereka tetap saja mendapat perhatian dari para pengunjung disana, itu membuat mereka sedikit risih.

mereka menunggu dijemput oleh kakak-kakaknya itu, sembari menunggu mereka duduk di kursi penunggu yang ada disana.

"Hei twins, maaf sudah membuat kalian menunggu lama." ujar seseorang yang baru saja datang

ketiga-twins itu hanya memutar bola matanya malas, oh ayolah mereka tidak mempermasalahkan itu. Tidak masalah menunggu, sebenernya lebih tidak masalah jika mereka tidak dijemput oleh kakaknya itu.

"oh ayolah, kami tidak mempermasalahkan apapun tentang itu yang penting kau datang menjemput kami." ujar bungsu, yakni Gazelio atau mungkin bisa kita sebut elio.

mon amourStories to obsess over. Discover now