Bab 1 - Pertemuan

54 4 0
                                        

HAPPY READING ❤️
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ajun tidak pernah menyangka bahwa sebuah kafe kecil di sudut jalan bisa mengubah hidupnya. Ia hanya berniat beristirahat setelah seharian berburu foto. Kamera DSLR tergantung di leher, wajahnya sedikit lelah, tapi matanya masih sibuk memperhatikan sekitar.

Lalu matanya berhenti pada seorang perempuan. Duduk di dekat jendela, dengan secangkir teh yang sudah mulai dingin. Rambut hitamnya terurai, dan tangannya lincah menulis di buku catatan cokelat tua.

Ada ketenangan dalam wajahnya, tapi juga ada semacam kerinduan. Ajun merasa momen itu terlalu indah untuk dilewatkan. Refleks, ia mengangkat kamera. Klik.

Suara shutter membuat perempuan itu menoleh. Tatapan mata mereka bertemu. Degup jantung Ajun kacau.
“Maaf… aku—”
Perempuan itu tersenyum samar. “Boleh aku lihat fotonya?”

Ajun menyerahkan layar kameranya. Perempuan itu menatap hasil jepretan itu lama, lalu tertawa kecil.
“Kau bisa membuat orang asing terlihat seperti tokoh dalam cerita.”
“Kebetulan aku fotografer,” jawab Ajun, tersipu. “Dan kamu… penulis, ya?”
“Kenapa kamu tahu?”
“Karena kamu menulis dengan mata yang sesekali mencari langit. Hanya penulis yang begitu.”

Perempuan itu mengulurkan tangan. “Namaku Pia.”
“Ajun.”

Dan sejak hari itu, nama Pia mulai memenuhi ruang-ruang kosong di hati Ajun.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

TBC

Haii ini pertama kalinya aku bikin cerita, jadi mohon maklumi ya jika ada alur yang tidak nyambung.

My Lens | Kim Junkyu✓Stories to obsess over. Discover now