Kokura

32 2 0
                                        



Kokura, Kitakyushu, prefektur Fukuoka
12 Juni 2008




Kepulan asap pabrik baja menghiasi langit cerah di awal musim panas bulan Juni, diikuti dengan deburan ombak lembut dan suara burung camar yang terbang di sekitar pelabuhan. Burung-burung berwarna putih itu bertengger di kapal cargo yang sedang berlabuh di dermaga, mengotori deck kapal dengan kotoran mereka, membuat petugas kebersihan kapal menggerutu sepanjang hari. Para buruh pelabuhan sedang membongkar muatan ikan Yellowfin Tuna yang baru ditangkap di perairan selat Tsushima, mereka akan mendistribusikannya ke pasar dan kota-kota terdekat, hari ini hasil tangkapan tidak sebanyak saat musim dingin. Kualitas ikan tuna sangat bagus di musim dingin, sehingga nelayan jarang pulang demi memenuhi kuantitas yang lebih banyak. Jam 1 siang jadi terasa amat panas dan pengap, ditambah dengan kepulan asap dari pabrik baja Yahata Steel Works yang membuat udara semakin terpapar polusi

Pergi ke arah selatan, dimana area pinggiran perkotaan yang selalu ramai walau jalanan kelihatan sepi, kita akan disuguhkan dengan pemandangan rumah-rumah pinggiran yang terlihat tua dan usang. Cat mengelupas, rangka besi berkarat, tembok batako, dan rumah tak terawat adalah pemandangan sehari-hari distrik Kokura Kita Ward. Kokura Kita adalah distrik di bagian utara Kitakyushu, prefektur Fukuoka. Mayoritas yang tinggal di daerah ini adalah para lansia, single mother, dan buruh atau pekerja kerah biru, jarang ada anak muda. Kalaupun ada paling mereka merantau ke kota lain yang lebih modern. Atau lebih tepatnya, siapa yang mau tinggal di Kitakyushu?

Kitakyushu adalah kota pelabuhan dengan sejarah pusat industri berat yang sudah ada di era Meiji, yang terletak di sebelah timur laut prefektur Fukuoka

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Kitakyushu adalah kota pelabuhan dengan sejarah pusat industri berat yang sudah ada di era Meiji, yang terletak di sebelah timur laut prefektur Fukuoka. Kota ini dulunya dikenal makmur di era Meiji, lalu di tahun 1980 sampai 1990 saat gelembung ekonomi Jepang pecah, kota ini collapse dan berubah menjadi Detroit-nya Jepang. Bisa dibilang Kitakyushu adalah kota yang paling miskin di prefektur Fukuoka. Industri baja mulai kehilangan masa jayanya, kalah saing dengan globalisasi. Angka pengangguran meningkat, banyak yang kehilangan pekerjaan, tingkat kemiskinan naik, dan kriminalitas semakin merajalela. Dulu kota ini dipenuhi dengan polusi udara dan limbah pabrik baja, walaupun pemerintah daerah sudah melakukan upaya revitalisasi teluk Dokai yang tercemar limbah dan membangun proyek Eco-Town, tetap saja image Kitakyushu dikenal sebagai kota jelek dan berkarat

Belum lagi Kitakyushu adalah basis sindikat Yakuza Kudo-Kai. Kudo-kai terkenal sangat brutal dan selalu menggunakan kekerasan ke masyarakat. Mereka bekerja memeras para pengusaha lokal dari restoran, warung, cafe, hotel, mall, sampai perusahaan-perusahaan bisnis. Mereka juga terlibat tawuran antar geng Yakuza lain dan kadang melakukan bisnis narkoba ilegal. Hal ini membuat citra Kitakyushu sangat buruk di Fukuoka, sehingga di cap sebagai kota kriminal tak layak huni

Demikian pula dengan kehidupan warganya yang suram. Tak ada kedamaian di kota ini, mereka selalu dibayangi ketakutan akibat kekerasan yang dilakukan oleh Yakuza. Walaupun mayoritas yang tinggal di pinggiran adalah lansia, tapi masih ada beberapa anak muda yang "terpaksa" bertahan di kota ini. Salah satunya adalah pemuda tinggi kurus bernama Murayama, yang tinggal di pinggiran Kokura Kita Ward. Dia sedang menstarter motornya, bersiap untuk berangkat kerja

"Gue udah belanja di pasar. Nanti lu masak sendiri buat makan malam, gue bakal pulang larut" ucap seorang pria umur 30an akhir, yang sedang memakai lipstik di depan cermin usang

"Lu gak pulang pun gak masalah. Gue bisa ngurus diri sendiri tanpa bantuan lu" ucap Murayama dingin

"Ya udah, gue berangkat dulu" pria tersebut memakai wignya dan berjalan keluar rumah


Murayama menatap dingin saat pria itu berjalan melewati gang sempit, sepatu high heelsnya menimbulkan suara tak-tak-tak di trotoar, bahkan dari jauh aroma parfumnya pun masih tertinggal. Benar-benar memuakan, batin Murayama. Dia heran apa memang tak ada pekerjaan lain buat ayahnya selain menjadi waria klub malam? Murayama tinggal berdua dengan ayahnya, Fujiyoshi Kai, di rumah kecil dan sempit


 Dia heran apa memang tak ada pekerjaan lain buat ayahnya selain menjadi waria klub malam? Murayama tinggal berdua dengan ayahnya, Fujiyoshi Kai, di rumah kecil dan sempit

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

(Rumah Murayama)


Enam tahun yang lalu, ibunya meninggal akibat kanker serviks, saat Murayama masih berumur 15 tahun. Semua uang mereka habis untuk membayar biaya pengobatan yang tidak sedikit, tapi ibunya tak terselamatkan. Keluarga Fujiyoshi jatuh miskin, setelah mereka tidak bisa membayar utang dari bank, dan rumah mereka disita. Dan sekarang mereka ngontrak di rumah sempit ini. Harusnya Murayama bermarga Fujiyoshi, tapi karena konflik dengan bapaknya, dia akhirnya memutuskan memakai marga ibunya yang sudah meninggal. Ayahnya dulu adalah Yakuza, tapi resign dan sempat membuka restoran udon. Namun bangkrut dan alih profesi menjadi waria, karena cari pekerjaan sulit

Tentu saja Murayama menentang keras keputusan yang dibuat ayahnya. Tapi gaji ayahnya sebagai waria jauh lebih menjanjikan sehingga bisa digunakan untuk membayar sewa rumah. Membuat Murayama terjebak di kota ini. Walaupun dia bisa saja merantau ke kota besar, tapi meninggalkan ayahnya sendirian di kota ini rasanya bukanlah sesuatu yang bijak. Kalau saja ibunya masih hidup, mungkin Murayama bisa pergi ke Hakata atau bahkan ke Tokyo untuk mencari pekerjaan. Murayama menggeleng pelan dan mengendarai motornya ke tempat kerja





 Murayama menggeleng pelan dan mengendarai motornya ke tempat kerja

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.



TBC

Rusty TownWhere stories live. Discover now