Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Langkah Pertama Sang Raja Jalanan

213 3 0
                                        


BAB 1

Dia Angkasa ⚔️

Bel terakhir sekolah bergema. Anak-anak berhamburan keluar kelas, ada yang tertawa, ada yang buru-buru pulang, ada juga yang sibuk nongkrong di kantin belakang. Tapi di tengah keramaian itu, selalu ada satu nama yang bikin semua orang berhati-hati.

Angkasa.

Dia bukan sekadar murid biasa. Semua yang ada di sekolah ini tahu, cowok dengan tatapan dingin itu adalah ketua SATROVA BESAR, geng paling ditakuti di seluruh kota.

Aku masih ingat jelas pertama kali melihatnya di atap sekolah. Angkasa duduk sendirian, seragam berantakan, dasi merah dililitkan di tangan seperti simbol perang, dan ada bercak darah di lengan bajunya. Rambutnya sedikit acak, wajahnya dingin, dan sorot matanya… entah kenapa, terlalu sulit untuk dibaca.

"Dia lahir untuk jadi penguasa," begitu kata orang-orang.
Dan aku percaya.

Setiap langkahnya di koridor sekolah saja sudah cukup membuat orang lain menyingkir. Tidak ada yang berani menatapnya terlalu lama. Mereka bilang, tatapan Angkasa bisa bikin mental runtuh sebelum pertempuran dimulai.

Namun di balik semua itu, ada sesuatu yang berbeda. Dari cara dia diam, dari tatapannya yang kosong, aku merasa ada rahasia yang disembunyikan. Luka yang tidak pernah dia tunjukkan pada siapa pun.

Hari itu suasana sekolah terasa lebih tegang dari biasanya. Aku yang berdiri di lapangan bisa mendengar suara motor meraung kencang dari arah gerbang.

“BLACK VENOM…” bisik seseorang di sebelahku.
Jantungku langsung berdegup keras.

BLACK VENOM. Musuh bebuyutan SATROVA BESAR.
Mereka datang dengan brutal—motor besar berjejer, helm hitam penuh coretan, rantai besi di tangan, dan sorak-sorai menantang yang bikin bulu kuduk berdiri.

Murid-murid lain panik, sebagian lari ke kelas, sebagian lagi hanya bisa menonton dari kejauhan.
Aku sendiri? Entah kenapa, kakiku terpaku.

Dan di saat itulah, dia muncul.
Angkasa.

Dari atap gedung utama, dia berdiri dengan tenang. Rokok di jarinya ia jatuhkan ke lantai, lalu tersenyum tipis. Tanpa ragu, dia melompat turun dari ketinggian itu dan mendarat tepat di depan barisan BLACK VENOM.

“Ini wilayahku,” katanya pelan, tapi tegas. Suaranya menusuk, dingin, dan berwibawa.
“Siap mati… atau mundur sekarang.”

Tantangan itu membuat suasana membeku.

Lalu, terjadilah.
BLACK VENOM menyerang lebih dulu. Rantai besi melayang, tongkat kayu diayunkan, tapi Angkasa menghindar dengan cepat. Sekali gerakannya membalas, satu orang langsung terjatuh.

“SATROVA!” teriak salah satu anggota gengnya dari belakang, lalu belasan murid lain yang menjadi pasukan setia Angkasa ikut masuk ke arena. Perang geng pun pecah di halaman sekolah.

Suara pukulan, teriakan, dan dentuman rantai bersahut-sahutan. Angkasa ada di tengah-tengahnya, dingin, fokus, dan tak terkalahkan. Setiap gerakannya teratur, setiap serangannya mematikan.

Aku hanya bisa menatap dari kejauhan, jantungku serasa mau pecah.
Cowok itu… benar-benar seperti badai.

Namun, di balik senyumnya yang tipis saat menumbangkan satu demi satu musuhnya, aku bisa melihat sesuatu yang lain. Seolah dia sedang melawan lebih dari sekadar geng rival. Seolah dia sedang melawan luka dalam dirinya sendiri.

Dan saat salah satu anggota BLACK VENOM yang paling besar maju dengan besi panjang di tangannya, Angkasa berdiri tegak, menatapnya tanpa gentar.

“Kalau kau pikir bisa menjatuhkanku… silakan coba.”

Itu adalah kalimat terakhir yang kudengar sebelum seluruh halaman sekolah meledak dalam pertempuran yang lebih besar.

Dan dari situlah semuanya dimulai.
Kisah tentang Angkasa—sang raja jalanan yang lahir dari luka, darah, dan rahasia yang tak pernah dibocorkan pada siapa pun.

DIA ANGKASA ⚔️ [ S1]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang