Little Rascals

1.8K 6 0
                                        


Sampai di Bali, aku mendorong troli yang berisikan banyak koper. Koper-koper tersebut adalah milik dari talent-talent yang tempat kerjaku naungi, sebuah idol group dengan member-member yang sangat cantik dan populer. Aku adalah roadman mereka, tugasku adalah memastikan mereka untuk mendapat kenyamanan sepanjang event maupun job mereka dimanapun. Aku yang mengurus akomodasi, riders, serta keinginan mereka sepanjang acara. Untung saja, tugasku gampang karena mereka bukanlah artis yang ribet dan banyak mau. Mereka terbiasa dan terdidik untuk menjadi public figure yang humble dan ramah. 


"Cepet yuk" teriak manager ke arah para staff.


Aku yang tengah mendorong troli pun mengangguk dan mempercepat langkahku. Para member sudah masuk ke dalam satu minibus, sedangkan aku dan staff lain menuju minibus lain dan memasukan barang-barang bawaan para member ke dalam sana. Karena sudah menjadi pekerjaanku, aku melakukannya dengan cepat. Entah berapa kali, mungkin belasan kali aku sudah menjadi roadman mereka yang menemani mereka untuk job di luar kota bahkan sampai ke luar negeri pun aku pernah menemani mereka. Pekerjaanku tak berat, aku senang mendapatkan pekerjaan yang mudah dan menyenangkan ini.


"Hotelnya udah ada, kan? Udah di check in?" tanya manager lagi padaku, aku segera membuka chat dari promotor event.

"Sip aman, ready tinggal masuk" balasku, manager mengacungkan jempol padaku seakan menyatakan puas dengan pekerjaanku.


Kami telah disewakan kamar yang cukup untuk kami semua, 6 kamar untuk 12 member dan 3 kamar untuk 6 orang staff. Aku kebagian kamar bersama dengan staff fotografi karena kami yang memang dekat. Tak butuh waktu sampai 1 jam, kami sudah sampai hotel dari bandara. Aku menurunkan barang-barang para member dan membantu mereka membawa masuk ke lobby. Lalu setelah aku menuju ke resepsionis untuk meminta kunci kamar. 


"Ini ya kuncinya" aku menyerahkan 6 buah kunci pada para member-member yang tengah duduk menunggu.

"Yeeay makasih kak" ucap Jessi yang menerima kunci kamar, ia sekamar dengan member yang terkenal aneh bernama Fiony.

"Kok gak dikasih ke aku?" tanya Fiony padaku, aku langsung menggeleng cepat ke arahnya.

"Terakhir kamu kunciin Freya dari dalam karena ketiduran, Freya jadi baru bisa masuk kamar jam 12 malam? Mau Jessi gitu juga?" balasku, Fiony terkekeh mendengarnya.

"Iih kakak!" ia tertawa.


Aku kembali membagikan kunci pada mereka satu persatu dan kebiasaan mereka adalah mereka akan membuat ini seperti sebuah gacha. Padahal ukuran kamar sama dan fasilitas yang sama namun mereka tetap akan melakukan undian ini karena menurut mereka tak setiap kamar itu bagus, aku sebenarnya setuju namun tingkah mereka cukup memakan waktu.


"2011!" teriak Marsha ketika mengambil kuncinya.

"Ah aku 2012 lagi!" balas Adel.

"Aku 2015, samping Cepio dan Ci Jeci ya?" ujar Gracie terlihat berpikir.


Aku tak mengerti mereka seakan sudah mengetahui isi kamarnya, tapi tingkah mereka ini lucu untuk diriku yang berumur lebih tua dari mereka. Setua apapun mereka, tetap saja akan bertingkah seperti anak-anak ketika sedang bersama. Akhirnya satu persatu member yang diberikan kepercayaan untuk memegang kunci sudah mengambil kunci mereka. Aku menuju ke arah staff lain dan menyerahkan kunci pada mereka. Satu hal yang aku lakukan setelah menerima kunci, yang selalu aku lakukan setiap pergi keluar kota dengan idol group ini selalu sama yaitu pergi menuju kamar yang akan aku huni dan mandi. 

Little RascalsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang