01

2 0 0
                                        

" Lili udah pembagian rapot"
Ucap si kecil lili dengan malu malu.
"Lihat, seperti biasa anak siapa dulu, anak ayah dong" ucap ayah lili dengan tersenyum melihat hasil rapot sang anak.
Lili yang mendengarnya pura pura tidak tahu, tapi jelas terlihat kalo dia tersipu mendengar nya. Di tengah rasa bahagia lili yang membuncah ibu nya yang sedang duduk di depan ayahnya ikut menimpali "Jangan gitu, jangan terlalu memuji anak seperti itu, cukup bilang, lili setelah ini kamu nggak boleh sampai merasa sombong atau tinggi hati, kamu harus semakin semangat belajar nya" Lili yang di beri nasehat oleh sang ibu hanya bisa melihat ibu nya dengan tersenyum dan bilang "iya bu".

Tidak ada yang salah dengan apa yang ibu nya ucapkan, ibu nya hanya menasehati lili dan mengajarkan lili untuk tidak merasa tinggi hati atau puas terlebih dahulu, lili harus tetap rendah hati dan semangat belajar.
Tapi siapa yang tahu apa sebenarnya yang di pikirkan oleh anak yang baru duduk di kelas 4 SD itu, rasa bahagia yang membuncah mendengar pujian dari sang ayah setelah dia berusaha keras untuk mendapatkan ranking 1 itu, langsung luruh seketika, perkataan ibu nya langsung menyadarkannya untuk tidak terlalu bahagia lebih lama, dia tidak boleh berlebihan.

"Besok ayo kita pergi ke pemandian umum, jangan lupa ajak kakak dan tante, okee" ucap sang ayah setelah suasana hening beberapa saat.
Lili yang mendengarnya langsung kembali tersenyum ceria "oke ayahh"
Pergi ke pemandian umum sudah seperti agenda wajib setelah pembagian rapot di sekolah, dan itu di mulai satu tahun yang lalu, waktu lili pertama kali mendapatkan ranking 1 di kelas 3, itu seperti hadiah secara tidak langsung dari ayah nya.

Sekelebat momen kecil itu muncul tiba-tiba di benak lili, sekarang lili 16 tahun dia sudah duduk di bangku 2 SMA, dia sudah mengerti apa dan bagaimana sebenarnya kondisi di keluarganya, semakin dia dewasa dia mulai mempertanyakan dimana posisi dia seharusnya dan apa yang seharusnya dia dapatkan dan rasakan.
Lili tumbuh di keluarga yang lengkap dan normal, tapi itu tak sesederhana itu, lili anak kedua, dia punya kakak perempuan, tapi kakaknya bukan anak kandung ayahnya, dengan kata lain lili anak kandung satu-satunya ayahnya tapi dia anak kedua ibu nya. Seharusnya permasalahan itu tak serumit ini, jika saja ayahnya dulu tidak memberikan luka kepada ibu dan kakaknya.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Sep 22, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

ParafinWhere stories live. Discover now