We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

chapter 1. sosok misterius

8 0 0
                                        

tepat 15 tahun perang besar yang melanda negri Aidon, di pagi yang cerah dengan sinar matahari yang mulai menyinari bumi, dengan panasnya yang mampu membuat kulit terkelupas. "pagi ini kenapa matahari begitu panas." ucap  ibu bumil, yang bernama Muni. sambil melihat ke atas.  "langit nya begitu indah dengan warna biru yang memanjakan mata." gumam Muni didalam hatinya. tiba tiba suara keras dari belakang membuat nya terkejut dengan sosok pemuda yang berada di belakang nya. "apa yang kau lakukan di sini?"  sahut suami dari si ibu yang bernama Piu. Sambil perlahan memalingkan pandangan nya  ke arah  istrinya yang sedang hamil berat.

"Kamu sudah kembali ya!" ucap muni sambil berjalan masuk kedalam gubuk tua, disusul suaminya dari belakang. "aku kali ini kembali lebih awal, untuk menemanimu melahirkan anak kita."  ucap Piu sambil membantu istrinya ber israhat.  "Apa yang kamu lakukan  di luar tadi, bukan ka sangat berbahaya jika  para penjaja negeri ini melihat mu dengan keadaan yang seperti ini." ucap Piu, yang menghawatirkan istrinya. "hm... pagi ini aku benar benar bosan untuk tidak melakukan apa-apa. jadi aku coba saja untuk keluar sebentar, untuk menghilangkan rasa bosan ku." ungkap Muni yang mulai bangun dari tempat tidur nya. Belum terlalu lama kedua suami istri itu bertemu, tiba-tiba suara keras dari luar yang terdengar membuat kedua orang di gubuk itu seketika terdiam membisu, dengan suara ketukan pintu yang keras dari luar. TOK! TOK! TOK!

"apa kau mendengar sesuatu, dari luar." ucap Piu mendengar suara ketukan keras dari luar.  mendengar itu istri nya hanya menganguk semberi menyuruh suaminya untuk membuka pintu. TOK! TOK! suara ketukan semakin keras piu yang waspada, segera menyembunyikan istrinya untuk berjaga-jaga, sebelum dia keluar untuk memeriksa. "siapa?" ucap Piu singkat sambil mencoba mengintip dari balik pintu.  "ini aku keluar la!" ucap pria  yang bernama Anton yang berada di luar.

"apa yang kamu lakukan disini, bukan ka seharusnya kamu berada di kemp?" ucap Piu  sambil mempersilakan Anton memasuki rumah nya.  "Aku kesini hanya untuk mencarimu!" ucap Anton semberi menjelaskan apa yang terjadi, hingga membuat nya datang. Piu yang mendengar itu terdiam sejenak sebelum akhirnya istrinya keluar dari persembunyiannya. "sebaiknya kamu kembali dulu bertugas, jika tidak kamu akan di hukum." sahut Muni. dari belakang, sambil berjalan ke arah suaminya. "maaf... seperti nya  kali ini saya tidak bisa menemanimu untuk melahirkan anak kita." ucap Piu sambil memegangi perut istrinya. "sehat-sehat ya nak,  mungkin sebaiknya aku berangkat sekarang agar bisa sampai sebelum matahari terbenam." ucap Piu semberi mencium perut istrinya.

"Baiklah seperti nya kita harus segera berangkat." sahut Anton, yang dari tadi menunggu Piu bersiap.

Piu yang sudah selesai, segera meninggalkan istrinya. disusul dengan Anton. yang berada di belakang nya. "hm... aku tak menyangka dia pergi secepat ini!" gumam Muni seolah tak iklas dengan kepergian suaminya.

Tidak lama kemudian langit yang tadinya cera, tiba-tiba berubah menjadi gelap seketika. disusul dengan sambaran petir yang kuat. Tepat mengenai pohon besar yang berada di halaman rumah. disusul dengan muni yang merengek kesakitan, didepan pintu. "AH..... A....... A... " suara keras teriakan Muni  membuat orang-orang berdatangan. "apa yang kamu lakukan di sini?" ucap sala satu orang di tempat itu yang bernama Rina. sambil membantu muni memasuki rumahnya. "aku pikir pagi tadi suami pulang, dimana dia? kenapa dia membiarkan kamu keluar rumah sendiri!" ucap Rina sambil mencoba membaringkan muni yang sudah terlihat pucat. ditamba lagi dengan munculnya, tanda-tanda bayi yang mulai melakukan gerakan yang keras. membuat muni semakin kesakitan. "A...... AH......... A...." Suara teriakan muni membuat Rina kepanikan, melihat waja pucat wanita yang kesakitan di depan nya.

"apa yang kalian lakukan didalam sana?" sahut nenek tua yang bernama Ona, sambil berjalan masuk, menghampiri kedua orang itu. "mungkin dia akan segera melahirkan! siap kan selimut, dan pakaian yang bersi." ucao Ona sambil memegangi tangan muni yang sedang kesakitan. Rina yang mendengar itu segera bergegas mempersiapkan perlengkapan, yang di butuhkan muni saat melahirkan. Rani yang telah mempersiapkan  bahan-bahan itu segera bergegas membantu Ona melakukan persalinan,  "A....." suara teriakan muni  yang kesakitan, disusul dengan kepala bayi yang mulai perlahan keluar. "ayo dorong sedikit lagi" ucap Ona sambil membersihkan keringat yang berjatuhan dari muni.  AH... suara keras yang membuat bayi keluar, disusul dengan perubahan langit yang mulai gelap, dengan suara keras sambaran yang bertabrakan seakan-akan membuat langit mulai runtuh. EA.. EA... EA  EA... tangisan bayi yang berhamburan, disusul dengan tabrakan angin yang menyambar pohon besar di halaman hingga membuat nya tumbang. "apa yang terjadi? kenapa banyak sekali kejadian ane, setelah kelahiran bayi ini." ucap Rina sambil mengendong bayi kecil di genggaman tangan nya. "aku juga tidak tau. ini baru terjadi kali ini!" jawab Ona sambil memegangi  kepala bayi di gendongan Rina.

tiba-tiba  suara keras dari langit terdengar keras membuat kedua orang itu segera keluar meninggal kan muni yang terbaring kaku menjelang melahirkan.
"HAHAHA... AKU KEMBALI  LAGI DI DUNIA INI!" ucap sosok misterius di sela sela langit yang terbelah sambil memandangi bayi kecil yang ada di genggaman Rina. "siapa kamu, apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Rina sedikit gugup dengan sosok besar menyerupai manusia didepan nya.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 19, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

TAUFANStories to obsess over. Discover now