Prolog - 1

3 0 0
                                        

Jam rumah sakit sudah menunjukkan 2 dini hari dan para dokter masih saja sibuk mengurusi wabah.

Hall berdiri dari kursinya setelah mendengar suster membuka pintu.

"maaf ya pak, kami masih berusaha. bapak bisa kembali besok."

Ucapan suster tersebut tak bisa lagi mengahalangi rasa sakit Hall melihat putrinya menderita, Hall hendak memaksa masuk.

Para dokter mencoba menahannya untuk tak masuk lebih dalam, Hall bisa melihat penampakan putrinya yang tak berdaya di kasur itu.

"SEKURITI!"

mereka membawa Hall untuk keluar dari rumah sakit. Dia berjalan pulang, pikirannya campur aduk untuk berjalan. dia pergi ke stasiun untuk membeli minuman dan tiket kereta.

4 tegukkan.. 3 tegukkan..

Kereta telah datang, Hall bangun dengan keadaan mabuk

Duk

Hall hampir saja terjatuh saat melangkahkan kakinya masuk ke pintu kereta, orang disebelahnya langsung menolong dan membantunya berdiri lagi

"hati hati Pak"

Hall sedikit bingung, suara ini cukup familiar.

"apa kita pernah bertemu?"

Pria itu menggeleng. Hall pun tak memikirkannya lebih dalam dan memilih untuk tidur saja selama perjalanan.

suara kertas buku terus saja berdesis

"Hey hentikkan itu, aku berusaha tidur disini!"
Hall merasa terganggu dengan buku pria disebelahnya itu, namun pria tersebut tidak merespon perkataan Hall dan terus membaca bukunya dengan kertas yang terus berdesis. Hall tak tahan lagi, ia mengambil paksa buku pria tersebut

Kemudian sesuatu terjadi, sebuah jam besar muncul di depan Hall yang menyedotnya masuk lalu hilang begitu saja.

"this is bad.."
ucap pria tersebut yang shock, beberapa orang juga melihat kearahnya dengan tatapan bingung dan setengah sadar

When The Time Stop TickingOnde histórias criam vida. Descubra agora