(21+)
Malam itu, Clara Vivienne, seorang gadis cantik dan lembut bagaikan bunga peony dirampas keperawanannya oleh seorang pria kriminal dengan julukan 'King of Seoul'. Orang-orang terlalu takut untuk ikut campur. 'King of Seoul' adalah pria berwaj...
"Apakah aku akan mati malam ini? Entah lah garis takdir macam apa ini" -Clara
----------------
Clara Vivienne, seorang gadis cantik berusia 23 tahun asal Indonesia, berwajah mungil dengan mata almond dan rambut coklat tua yang panjang. Kulitnya cerah, perpaduan turunan Jepang dan Belanda.
Clara adalah gadis yang memiliki banyak pengagum rahasia. Saat ini, Clara sedang menempuh pendidikannya di Universitas ternama di Korea Selatan melalui jalur beasiswa.
Setelah menyelesaikan pendidikannya di Korea Selatan, Clara langsung mendapatkan tawaran kerja di salah satu perusahaan besar di sana, Kwak Company.
~Clara~
Malam Sabtu, setelah selesai bertemu client di Hotel & Restaurant The Seoul, managerku memanggilku untuk menemuinya di lantai 15. Aku buru-buru menuju lift.
"Ck, jam 9,udah malam gini kenapa sih aku harus dipanggil, manajer ngese-"
Aku terkejut ketika berpapasan dengan pria berwajah maskulin tampan namun mengerikan, bertubuh kekar yang memiliki tinggi badan sekitar 200an CM, mengenakan leather jaket tanpa kaos sehingga menampilkan perutnya yang berotot. Celana jeans biru muda dan Mexican boot. Bercak darah terlihat di dadanya yang kekar, dan kapak yang juga masih berlumuran darah tergantung kuat di tangannya.
Belum sempat berteriak, pria tersebut langsung mengangkat tubuh kurusku, masuk ke dalam lift. Saat pintu lift sudah tertutup, pria tersebut menurunkanku dengan kasar, menyeringai. Tatapannya seakan-akan menelanjangi tubuhku.
"Maravilloso, I found a diamond", ucap pria tersebut sambil mengerang dan menyeringai.
*(Maravilloso = 'luar biasa' dalam bahasa Spanyol)
Tubuhku yang tadinya kaku, mulai dapat digerakkan, dengan spontan aku langsung berteriak dan berusaha menekan tombol liftnya agar terbuka
"SALLYEOJUSEYO! HELP ME!", aku berteriak dan menangis sejadi-jadinya.
Pria tersebut tertawa bagai iblis saat melihatku ketakutan setengah mati. Tak butuh waktu lama, dia menarik tubuhku dan mendorongku ke sisi lift sehingga aku terperangkap. Dia mengangkat kedua tanganku dengan mudah dan menyatukannya di atas kepalaku.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Mmmhh you smell so virgin", ujar pria tersebut sambil menyeringai nakal, tatapannya penuh gairah, suaranya berat.
Badanku lemas sekali. Rasa takut dan terintimidasi menguasai sekujur tubuhku. Saat pintu lift terbuka, pria tersebut langsung menggendongku bagai karung emas di pundaknya. Aku hanya bisa memukuli punggungnya yang kuat sambil berteriak. Anehnya, koridor terasa seperti ruang hampa tak berpenghuni. Pria tersebut memukul pantatku sambil mengerang.