00

52 6 2
                                        

Disclaimer: BTS milik Bighit, semua membernya milik diri mereka sendiri, orangtua, dan Tuhan YME

Drunk © Kaizen Katsumoto

Warning: maybe bit ooc, typo(s), berisi konten Yaoi, NSFW, isinya ngewe doang, bahasa agak vulgar, college!YoonMin, homophobic silahkan tekan icon back, pair: YoonMin, Yoongi!seme. Salah lapak bukan tanggung jawab author.

Happy Reading!

.
.
.

Yoongi memasuki ruangan kosan miliknya setelah membuka kunci dengan satu tangan. Sedikit tergesa saat menutup pintu menggunakan salah satu kakinya. Tak berniat mengunci dari dalam karena saat ini kedua tangan pemuda itu sedang penuh. Langkah kakinya berderap hingga tiba di atas kasur empuk dengan sprei warna abu gelap.

"Turun." ucap Yoongi dingin.

"Enggak mau turun." balas pemuda lain yang berada dalam gendongannya. Bau alkohol bercampur nikotin menyelinap memasuki indera penciuman Yoongi. "Ayo jalan-jalan lagi~ katanya kakak mau bawa gua kelilingi dunia!" Ia merentangkan kedua tangannya ke langit kamar sambil tertawa pelan diiringi senyuman manis.

Jika tidak ingat bahwa pemuda yang ada dalam gendongannya adalah kekasihnya sendiri, Yoongi pasti sudah meninggalkannya mabuk-mabukan di jalanan sejak tadi. Dia mencoba melepaskan kaitan kaki pemuda itu dari pinggangnya hingga tubuh montok sang kekasih dijatuhkan ke atas kasur.

Pemuda itu mencoba menolak—bertahan memeluk Yoongi, walau pada akhirnya tetap gagal. Kesal terjatuh di kasur yang empuk, akan tetapi senyuman tidak luntur. Yoongi mendengus. Hendak berjalan ke kulkas untuk mengambilkan sebotol air, tetapi lengannya tertahan oleh tangan sang kekasih yang mencengkeramnya dengan erat.

"Kak Yungi, jangan pergi." ujar pemuda itu pelan, terdengar sedikit manja sambil merengek.

"Gua mau ambilin lu air, biar sadar." kata Yoongi datar. Seakan tidak puas dengan jawabannya, pemuda itu kembali merengek, memberikan aegyo andalan yang biasanya selalu membuat Yoongi luluh.

"Park Jimin." Yoongi menekan ucapannya kukuh, membuat Jimin akhirnya menyerah dan melepaskan tangan Yoongi.

Sekembalinya dari kulkas, Yoongi benar membawa sebotol air mineral dingin. Langsung ia tempelkan di wajah Jimin yang sedang tiduran di atas kasur sambil menutupi matanya dengan punggung tangan. Sedikit terkejut oleh rasa dingin, pemuda itu lekas bangkit duduk.

"Minum dulu, nanti gua anter lu pulang." ucap Yoongi pelan, dia duduk di tepian ranjang, menunggu kekasihnya minum dengan sabar.

Jimin meneguk hampir separuh botol air mineral. Wajahnya menatap Yoongi dengan raut memelas. "Kak, gua gak mau pulang." pinta pemuda itu sambil meraih tangan Yoongi, meremasnya cukup erat.

Yoongi hanya dapat mendengus pelan. Dia malas jika harus sekasur dengan Jimin yang berbau alkohol. Bukannya Yoongi anti minum, dia juga suka minum, tapi di waktu yang tepat. Ada alasan kenapa dia tidak ikut minum alkohol bersama teman-temannya malam ini di bar, salah satunya karena besok dia harus menemui dosennya di pagi hari demi nilainya yang belum tuntas. Lagi pula jika mereka sama-sama mabuk nanti siapa yang mengantar Jimin pulang.

Seakan sadar raut keberatan yang Yoongi berikan, Jimin kembali memohon. Merapatkan tubuhnya pada sang kekasih sembari memainkan jemari mungilnya di dada Yoongi. "Kak Yungiii, pleasee..." ujarnya dengan jarak yang semakin menipis.

Buru-buru Yoongi menoyor dahi Jimin hingga pemuda itu terdorong ke belakang. "Jangan deket-deket. Lu bau alkohol."

Haish. Jimin jadi kesal sendiri dengan sang pacar. Dia tetap menarik kuat-kuat tangan Yoongi yang tidak siap sampai membuat pemuda itu mau tak mau harus tertarik ke arah Jimin hingga membuat posisinya menindih Jimin dari atas.

DrunkWhere stories live. Discover now