Tanpa sengaja, kamu.

3 0 0
                                        

Selamat membaca
Bagian 1

POV

  Di malam minggu yang sepi tanpa bintang hanya cahaya bulan saja terlihat seorang gadis bernama Lissa Arwen dengan pipi chubby nya yang sedang di penuhi makanan di dalam mulut kecil nya, dia berhenti sejenak sembari mengambil satu keripik pisang untuk kembali ia masukan kedalam mulutnya lalu ia terhenti dan merasa bingung karena ia tidak memiliki aktivitas apa apa setiap malam hanya makan dan makan saja.
Anak perempuan itu mengenakan celana pendek diatas lutut berwarna pink dan baju crop top hitam kesayangannya menghela nafasnya dalam berharap ada hiburan atau sekadar tawa.
Malam itu sebenarnya sama saja seperti malam-malam biasanya. Langit di luar jendela kamar gelap tanpa bintang, dan suara hujan rintik-rintik menjadi latar musik alami yang temani kesendiriannya. Ia duduk di tepi ranjang, menggenggam ponsel yang sudah hangat karena terlalu lama berada di tangan.

Sampai akhirnya ia mulai membuka laptopnya yang sudah lama tidak ia sentuh.

Iseng.

Itu satu-satunya alasan kenapa ia membuka OmeTV malam itu. Tidak ada tujuan spesifik. Ia bahkan tidak berharap menemukan sesuatu yang menarik. Hanya ingin melihat wajah-wajah asing dari tempat yang entah di mana. Membunuh waktu, barangkali.

Layar berganti-ganti cepat. Satu per satu wajah muncul lalu menghilang. Kebanyakan hanya sebentar, tak sempat bertukar kata. Sebagian bahkan langsung memutus sambungan begitu melihat wajahku.

Sampai akhirnya dia muncul.

Seorang laki-laki mengenakan hoodie abu-abu, duduk dengan pencahayaan cukup gelap, wajahnya sebagian tertutup bayangan dan juga topi coklat yang ia pakai waktu itu. Namun senyumnya… senyum itu begitu tulus dan canggung sekaligus, seperti seseorang yang juga tidak menyangka akan bertemu.

♡♡♡

Lissa POV

Dari wajah-wajah asing di balik layar. Siapa sangka, malam itu jadi awal dari cerita yang nggak pernah aku rencanakan.

Dia muncul di layar dengan hoodie abu dan senyum setengah malu. Rambutnya agak berantakan tapi sepertinya ia sadar karena yang ku ingat ia langsung memakai topi coklat, seolah baru bangun atau memang nggak peduli dengan penampilan haha tapi dia lucu. Tapi entah kenapa, aku terpaku. Bukan karena dia sempurna, tapi karena dia terasa... nyata.

“Eh, kamu dari mana?” Pertanyaan klasik! Basa-basi yang membuka pintu percakapan kami.

Sampai akhirnya aku memberanikan diri untuk bilang,
“Instagram kamu apa?"

Dia terlihat ragu.
Tapi sepertinya jari-jari tangannya lebih cepat dari pikirannya.
Dia memberitahuku usernamenya dengan cepat juga
Aku langsung mencari username nya dan memfollow ig nya.

Namun sayangnya...

Entah siapa yang melakukan itu tapi obrolak kami terhenti karena aku rasa di memencet tombol skip.

Malam itu aku tidur dengan rasa yang tidak biasa.

Ada sesuatu yang menggantung di benakku, sesuatu yang belum selesai, belum terjawab. Sebuah rasa penasaran yang tumbuh diam-diam, namun cukup kuat untuk membuat pikiranku tetap terjaga bahkan saat tubuhku sudah terbaring lelah.

Aku bertemu dengannya di OmeTV. Hanya beberapa menit.
Terlalu singkat untuk disebut perkenalan, tapi cukup lama untuk meninggalkan jejak.

Wajahnya samar, suara tawa kecilnya masih teringat, dan sorot matanya… bulu mata yang lebat dan alisnya yang sangat tebal dan terbentuk sangat cantik entah kenapa begitu membekas. Seolah dia menyisakan sesuatu di antara layar dan waktu yang terbatas.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 30, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Kita beda?Where stories live. Discover now