🌳owner cafee🌳

96 9 4
                                        

Keadaan dapur yang cukup berantakan serta noda tepung yg menempel di pakaian bakingnya tidak mengganggu seorang pria manis yang sedang asyik membuat cookies dan cake untuk ia jual di cafe miliknya.

Saking asyik nya berkreasi sembari bernyanyi nyanyi lagu yang ia dengarkan lewat handphone yang ia nyalakan.

Cleck..

"Kak riku..."
Panggil seseorang memunculkan kepalanya di balik pintu dapur cafe yang ia buka separuh, cowo manis bernama riku itu menoleh menatap adik. Maeda Ryo

"Kenapaa? "
Tanya pria itu tanpa mengalihkan pandangannya dari cookies yang sedang ia buat. "Mau bantuin"

Langkah kaki Ryo terdengar mendekati kearah riku yang sedang fokus memasukan adonan cookies kedalam sebuah plastik.

"Boleh,ni di cetak trus dipanggang kayak biasanya ya"
Riku tersenyum manis ke arah adiknya itu, Ryo mengangguk paham sembari membalas senyuman manis kakaknya.

Riku berjalan ke arah rak tempat bahan bahan untuk membuat cake

FYI:Riku sengaja memisahkan rak tempat ia menaru bahan bahan membuat cake dan cookies secara terpisah saat ditanya alasannya simple karna ia tidak ingin bingung dimana letak bahan yang akan ia gunakan.

Tangan Riku dengan lihai memasukkan bahan bahan yang slalu ia gunakan membuat cake,lalu mengadukannya dan memasukkan bahan bahan tersebut kedalam sebuah loyang.

1 jam kemudian...

Akhirnya segala persiapan sudah selesai, dan tepat pukul 12:00 cafe milik riku pun buka. Tak lupa Ryo turut serta membantu kakak nya itu membersihkan meja-meja yang akan di gunakan oleh pembeli yang akan makan disana.

Ring..
Suara lonceng pintu cafe yang terbuka, memperlihatkan seorang pria jakung yang berpakaian formal tak lupa senyuman berwibawa yang ia lemparkan saat memasuki cafe.

Langkah kaki dengan penuh wibawa dan kesan memimpin yang sangat kuat melangkah menuju meja kasir tempat riku dan Ryo berada.

"Hai kak Sion mau pesan apa? "
Tanya Riku ramah, pria bernama Sion itu tersenyum manis kepada Riku "kayak biasanya aja rik"Riku mengangguk seolah paham apa yang dimaksud oleh Sion

"Ini kak pesanannya tiramisu cake 2 dan chocolatte nya"
Riku menyerahkan paperback dengan logo cafe miliknya yang berisikan pesanan sion

"Nih pake kartu gapapa kan? "
Sion menyerahkan kartu kredit miliknya, Riku menolak dan mengembalikan kartu milik Sion itu "alah kak kayak sama siapa aja, ambil aja kli"

"Beneran? " tanya Sion ragu, Riku mengangguk "iyaa gapapa kali, kakak jga sering jajanin gue sma Ryo sesekali gue yg traktir kakak"

"Tapi ini lo udh gak ngebolehin kakak bayar 3 kali loh rik, gak takut rugi? " Riku menggelengkan kepala nya "engga, lagian gue udh kaya kali kak, ini jga buka cafe karna gabut aja"

Sion menggelengkan kepalanya mendengarkan perkataan Riku "iya deh, yaudah makasih yaa"Riku mengacungkan jempolnya

" oke gue mau ke kantor dulu nanti malem gue mampir sma yushi dan sakuya, bye Riku Ryo "
Sion melangkahkan kaki meninggalkan cafe itu dengan tangan menenteng totebag

Riku menatap adiknya yang sedang mengelap gelas "istirahat dulu sana dek, ini biar kakak aja yang lanjutin"
Ryo menggeleng "nanggung kak"

Helahan napas terdengar dari hidung Riku, kebiasan klo udh asik membantu dirinya Ryo tidak akan berhenti sebelum benar-benar selesai.

"Terserah kmu Ryo"
Putus Riku menyerah menyuruh Ryo beristirahat, Ryo terkekeh pelan mendengar kakak kesal karna dirinya menyerah memberitahunya untuk beristirahat








































You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 29, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

cafee owner Where stories live. Discover now