Scars and Stethoscopes.

150 38 2
                                        

Pagi yang sejuk di kota Praha, ibu kota Republik Ceko.

Sinar matahari lembut menyelinap melalui jendela-jendela besar Rumah Sakit Umum Vinohrady. Caine, seorang dokter muda kelahiran asli Ceko memulai hari dengan langkah tegap menuju bangsal untuk kunjungan pagi pertamanya. Stetoskop menggantung di leher dan seorang perawat wanita di belakang membawa catatan medis serta beberapa resep obat tambahan untuk para pasien.

Pagi ini seperti biasa ia siap memastikan kondisi mereka stabil sambil menikmati keindahan kota yang ia cintai. Dari jendela koridor rumah sakit Praha tampak seperti lukisan yang hidup. Langit jingga keemasan menyapu atap-atap merah bata dan menara gotik yang menjulang anggun.

Sungai Vltava berkilau di bawah sinar pagi, air mengalir tenang di antara jembatan kuno termasuk Charles Bridge yang ikonik. Kabut tipis masih menyelimuti bukit di sekitar Kastil Praha yang berdiri megah di kejauhan seolah menjadi penjaga setia kota. Caine yang telah melihat pemandangan ini ribuan kali tetap tak pernah bosan. Baginya Praha adalah jiwa bagi Ceko, penuh sejarah, keanggunan, dan juga kehidupan.

Aroma trdelník yang baru dipanggang dari pasar Havelská tercium samar bercampur dengan suara lonceng Katedral St. Vitus yang bergema pelan. Jalanan berbatu di Old Town Square mulai ramai dengan langkah para pejalan kaki namun di dalam rumah sakit, Caine tetap fokus pada tugasnya sebagai seorang dokter.

Ia memasuki kamar inap pertama, tidak lupa menyapa seorang pasien lansia dengan senyum hangat dalam dialek Ceko yang lembut. "Dobré ráno, bagaimana kabar Bapak hari ini?" tanyanya sambil memeriksa kondisi pasien tersebut.

Dobré ráno : Selamat pagi.

Sambil berpindah dari satu ranjang ke ranjang lain Caine dengan cekatan memeriksa tanda-tanda vital dibantu dengan seorang perawat yang setia mengikuti di belakang, tidak lupa memberikan obat tambahan dan mendengarkan keluhan pasien dengan penuh perhatian.

Bagi Caine menjadi dokter di Praha bukan hanya soal menyembuhkan tubuh, tetapi juga menjaga semangat pasiennya dengan kehangatan dan kebanggaan akan kota ini.

Ketika akhirnya Caine menyelesaikan visite paginya. Ia berhenti sejenak di koridor sambil menyeruput kopi hitam dari cangkir sederhana dan memandang kota yang telah menjadi bagian dari darahnya sejak kecil. Sebagai dokter muda dan putra asli Ceko ia merasa beruntung bisa melayani di jantung Praha, di mana setiap pagi membawa keajaiban baru baik di dalam bangsal rumah sakit maupun di luar.

Caine terbukti sangat mencintai tempat kelahirannya, dan ia berharap besar tidak akan ada seorang tidak berhati yang berniat menghancurkan keindahan kota ini.

***

Jauh dari gemerlap pagi Praha yang memukau hati Caine, di sebuah daerah terpencil di pinggiran Republik Ceko terselip sebuah mansion tua yang berdiri kelam di tengah hutan lebat. Kabut tebal menyelimuti pepohonan pinus yang menjulang seolah menjaga rahasia kelam dari dunia luar. Di sinilah Harold atau yang lebih dikenal sebagai Rion mengatur langkahnya dalam dunia bawah yang gelap jauh dari sinar matahari yang menghangatkan kota.

Mansion dengan dinding batu yang retak dan jendela-jendela buram tertutup ivy, tampak seperti relik dari masa lalu yang menolak disentuh waktu. Di dalam lorong remang yang hanya diterangi lampu temaram yang berkedip seolah menciptakan bayang yang menari di dinding. Rion pria dewasa berusia akhir tiga puluhan berjalan dengan langkah hening namun penuh wibawa.

Matanya tajam seperti pisau yang menyimpan rahasia yang mungkin tak pernah ia bagi. Rambutnya hitam legam disisir rapi ke belakang kontras dengan mantel kulit panjang yang selalu ia kenakan seolah menegaskan auranya yang dingin dan tak tersentuh.

Berbeda dengan Caine yang menemukan kehidupan dalam keindahan Praha, Rion justru merangkul kegelapan. Ia adalah penguasa di dunia bawah, seorang dalang yang mengatur transaksi gelap dari perdagangan barang terlarang hingga informasi yang tak pernah boleh terungkap. Di ruang bawah tanah mansion tepatnya di balik pintu besi yang terkunci rapat Rion menyimpan rahasia besar, jaringan operasinya yang menghubungkan sindikat-sindikat di seluruh Eropa Tengah.

Pagi di tempat ini tak membawa kehangatan. Udara di dalam mansion terasa berat bercampur aroma logam dan kayu lapuk. Di luar angin dingin menderu, menggoyang ranting kering yang seolah berbisik tentang dosa-dosa yang disembunyikan di balik tembok tua. Rion duduk di kursi kulit usang di ruang kerjanya sambil memutar segelas wiski tua di tangannya dengan tatapan kosong namun faktanya tengah penuh perhitungan.

Di depannya seorang pria dengan wajah pucat bernama Adam, pria asal Dubai yang entah bagaimana bisa terikat janji hitam di atas putih dengan Rion. Pria itu berdiri dengan gelisah, tangannya meremas topi usang yang dipegangnya. Kabut di luar mansion semakin tebal hingga meredam suara dunia luar, seolah hanya ada mereka berdua di tengah kegelapan ini.

Rion mencondongkan tubuh ke depan, suaranya rendah dan tajam seperti bilah pisau. "Adam, apa kabar rencana kita untuk Praha?"

Adam menelan ludah mencoba menjaga nada suaranya tetap stabil. "Semuanya berjalan, Tuan. Kami sudah menempatkan orang-orang di distrik. Beberapa gudang di pinggiran Vltava sudah siap untuk distribusi. Dalam beberapa bulan mungkin kita bisa mulai… mengubah wajah kota itu."

Rion terkekeh pelan dengan suara yang lebih mirip seperti desisan daripada tawa. "Mengubah wajah? Tidak, Adam. Kita akan menodainya. Praha terlalu sombong dengan keindahannya, jembatan berkilau, menara emas, turis yang tersihir. Kita akan membawa dunia kita ke sana. Bayang-bayang gelap di gang sempit, juga transaksi di balik gedung tua. Biarkan mereka melihat betapa rapuhnya cahaya itu."

Adam mengangguk cepat meski keringat mulai membasahi dahinya. "Tapi… Kastil Praha, polisi, mereka tidak akan tinggal diam. Apalagi dengan orang-orang seperti dokter itu, yang katanya selalu ikut campur urusan masyarakat."

Rion memicingkan mata, jari-jarinya berhenti memutar gelas di tangannya. "Dokter? Maksudmu si Dokter yang selalu dihebohkan karena perbuatan mulianya?" Ia menyeringai menyiratkan sesuatu yang berbahaya di baliknya. "Dia cuma nyamuk, Adam. Penuh idealisme tapi dalamnya rapuh, jika dia menghalangi kita akan pastikan dia tenggelam atau bahkan terbakar bersama kota itu."

Lagi-lagi Adam hanya bisa mengangguk walaupun kali ini tanpa sepatah katapun, setelahnya ia segera meninggalkan ruangan. Sedangkan Rion kembali bersandar menatap monitor yang menampilkan peta Praha, jari menelusuri garis Sungai Vltava seolah sungai itu bukanlah sesuatu yang berharga.

Sedangkan Caine di sisi lain di Rumah Sakit Vinohrady yang diterangi sinar pagi, masih belum tahu bahwa kegelapan mulai merangkak mendekati kota yang ia cintai.

________________

New project!
With Vltava River on the Image.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 20, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

CRIMSON OATH.Where stories live. Discover now