II

749 82 6
                                        

Setelah kejadian tadi pagi Sunoo masih harus bertemu dan duduk bersama orang yang sangat enggan ia temui sesuai perintah dari Ratu Velmorin.

Sunoo, Pangeran Heeseung, Heir Of House Sunghoon, dan Count Jay sedang duduk di taman barat ditemani secangkir teh dan beberapa makanan ringan.

Sunoo masih tetap tunjukkan senyum indahnya meskipun ia tidak mengeluarkan sepatah kata. Senyuman Sunoo agaknya mampu buat Pangeran Heeseung muak hingga ia akhirnya membuka suara "senyum mu menyebalkan, kau tidak lelah terus tersenyum seperti orang idiot?"

"Tidak... aku tidak pernah melihat orang idiot secantik diriku sebelumnya. Aku rasa aku harus banyak bergaul dengan Pangeran Heeseung agar tahu banyak hal, kan?"

Sunoo menggigit bibir dalamnya, ia berhasil membuat Pangeran sombong itu tampilkan wajah kesalnya. Lagi pula Pangeran dari kerajaan Islvaldras agak berbeda dari kebanyakan bangsawan lain. Ia benar-benar tidak dapat menyembunyikan raut wajahnya padahal pelajaran dasar bagi seorang bangsawan adalah mampu mengendalikan emosinya di depan khalayak ramai.

Sunoo jadi penasaran apakah sebelumnya tidak ada yang menegur Pangeran sombong ini atau memang Pangeran tidak pernah bergaul sama seperti dirinya?

Meskipun Sunoo tidak sering keluar istana setidaknya ia berhasil menjadi bangsawan selama ini. Bahkan ketika ia diuji oleh Pangeran sombong seperti Heeseung juga senyumnya tidak pernah luntur.

"Kenapa kau mengasingkan Putri Jake?"

"Aku tidak paham maksud mu Pangeran"

"Kau! dan keluarga mu! kalian semua mengasingkan Putri Jake! menganggapnya tak ada selama ini, tidak pernah mengenalkan putri Jake ke publik dengan benar"

Sunoo menyeruput tehnya dengan tenang, jadi Pangeran Heeseung memang pernah bertemu dengan Putri Jake sebelumnya, entah dimana yang jelas pertemuan mereka tidak terjadi hanya sekali.

"Bukankah perkataan mu akan menimbulkan masalah jika sampai keluar dari kastil barat, Pangeran?"

"Lalu kenapa? mungkin itu langkah yang tepat agar negeri ini tahu ada Putri lain yang lebih pantas untuk memimpin mereka"

Dengan tenang Sunoo letakkan gelas tehnya "Kau pikir bagaimana seharusnya calon Ratu di negeri ini harus bertindak Pangeran?"

"Yang berani, gesit, mandiri, pintar, baik, dan tidak manja"

Senyuman Sunoo kembali mengembang "Jika itu yang diperlukan untuk menjadi seorang Ratu lalu untuk apa Raja di sebuah negeri?"

Samar-samar Sunoo mendengar suara tawa tertahan dari kursi sebelah kirinya, Count Jay pasti menganggap perkataannya lucu atau mungkin ia malah setuju?

"Kau... kau sangat tidak sopan Putri Mahkota!"

"Aku tidak mengerti di bagian mana aku tidak sopan Pangeran? aku belum berlutut padamu karena kau belum resmi menjadi Raja ku atau... kau sangat ingin menjadi Raja ku hingga kau tak sabar menunggu pernikahan kita terjadi agar aku bisa berlutut dihadapan mu?"

Lagi-lagi Sunoo dengar kekeh tertahan dari Count Jay. Bangsawan satu itu nampaknya memang suka lelucon seperti ini.

"Aku tidak akan pernah menikahi mu! aku akan pastikan pernikahan ini tidak akan pernah terjadi"

Setelah menggebrak meja Pangeran Heeseung pergi tinggalkan meja jamuan menuju kamarnya. Sunoo mana peduli, ia tetap dengan kegiatannya menyesap teh sambil nikmati semilir angin sore.

"Kau menakjubkan Yang Mulia"

"Kau bisa saja Count Jay"

"Pangeran Heeseung pasti sedang sangat kesal sekarang karena ada yang berani melawan ucapannya"

RoyaltyStories to obsess over. Discover now