Di sebuah hamparan bunga dandelion ada dua perempuan kecil sedang berlari-lari, kejar-kejaran coba menangkap kupu-kupu yang mereka temui ketika bermain. Langit jingga tidak mengganggu aktivitas keduanya, mereka tetap bersenang-senang melupakan fakta jika mereka mempunyai aturan yang harusnya tidak boleh dilanggar.
Anak perempuan yang lebih besar berhenti berlari ketika sadar mereka sedang berada di tempat yang seharusnya tidak mereka datangi. Tempat gelap yang harus dihindari oleh bangsawan negeri ini.
"Sunoo kita harus kembali, ibu bilang kita tidak boleh menapakkan kaki di hutan Utara"
"Eoh? aku tidak mendengar mu, kau terlalu jauh"
"Sunoo kembalilah kesini"
"Aku tidak bisa mendengar mu, kemarilah! kupu-kupunya sedang hinggap di sebuah batang bunga!"
"Sunoo..."
"Aaaaaahhhh..."
"SUNOO!!!"
Sebuah tangan besar menggapai tubuh mungil Sunoo. Pacuan kuda terdengar cepat buat jantung Sunoo berdetak dengan kencang. Suara geraman rendah berlomba-lomba ketika tubuhnya yang kecil di lempar begitu saja di tengah-tengah hutan.
"Dia adalah putri mahkota kerajaan Velmorin"
Suara berat dari belakang tubuhnya buat Sunoo kecil terisak pelan. Tangannya terasa sakit karena terbentur pohon ketika ia di lempar tadi.
"Berikan aku kekuatan itu"
Sunoo terkejut melihat seseorang berbadan besar, berbulu, serta berkepala serigala keluar dari semak belukar. Sang serigala mengendusi tubuhnya mengelilingi Sunoo. Tangisan Sunoo semakin kuat terdengar, ia takut sekali! bau busuk dari mulut serigala itu juga sangat menjijikan.
"HAHAHAHA bagaimana bisa kau mendapatkan darah daging berharga seperti ini?"
"Itu tidak penting, sekarang berikan kekuatan yang kau janjikan"
Sang serigala berikan sebuah botol kristal kecil berwarna putih kepada pria yang tadi membawa Sunoo. Sang pria tersenyum senang. Ketika ia akan menggapai botol kristal tersebut sebuah panah berhasil menembus tangannya.
"ARGGHHH..."
Sang serigala segera menggigit baju Sunoo berusaha untuk membawanya kabur, Sunoo berteriak keras meminta tolong, tangannya terus mengais tanah berharap dapat memegang sesuatu.
Sang serigala berhenti ketika sadar moncongnya terasa ringan. Baju Sunoo robek karena ia terus berpegangan pada sebuah akar kayu besar. Matanya berkilat takut, ia berusaha bangkit ketika mendengar geraman marah dari sang serigala.
Sunoo berlari sekuat yang ia bisa hingga netranya berhasil tangkap sekelompok manusia, bangsawan lebih tepatnya sedang mengacungkan busur panah dan pedang ke arahnya. Sunoo tahu baju kerajaan apa itu jadi ia mempercepat langkahnya namun sang serigala nampak tidak ingin menyerah. Tangannya menggapai kaki Sunoo buat Sunoo yang tidak siap terjatuh.
Sunoo merasakan bibirnya basah karena terkena sebuah cairan, ia menendang-nendang sang serigala. Tak berselang lama sang serigala berhenti bergerak karena terkena panahan sekelompok bangsawan dari kerajaan Islvaldras.
Sunoo menarik kakinya dan memeluk tubuhnya sendiri. Ia terus terisak meskipun serigala tersebut sudah mati hingga sebuah tangan hangat melingkupinya berikan sebuah pelukan penenang.
"Anda sudah aman sekarang Yang Mulia, percayalah. Kami bukan orang jahat"
Sejak saat itu Sunoo tak diizinkan untuk keluar dari istana, ia tak diizinkan bermain bersama kakaknya lagi, ia tak diizinkan pergi tanpa sepuluh orang mengikuti di belakangnya, ia tak diizinkan lagi bermain di pasar, ia tak diizinkan bertemu siapa pun.
YOU ARE READING
Royalty
FanfictionSunoo adalah seorang Putri Mahkota dari kerajaan Velmorin. Hidup Sunoo berporos di kerajaannya karena suatu kejadian fatal di masa lalu. Sunoo menyayangkan hal tersebut namun meskipun begitu Sunoo memiliki dedikasi tinggi demi rakyat dan kerajaannya...
